32

489 17 0
                                        

Midnight update! Anyway, ceritaku yang di sebelah tiba2 rame lagi, aku ga tau apakah promosiku di tiktok yang emang berhasil atau ada yang promoin tapi aku ga inget kayak yang kemarin-kemarin itu. But, thanksss a lott yh udah mau baca ceritaku(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡
Yang ini jangan lupa vote dan komen yapss! Enjoy, xoxo!
.
.
.

Kevin dan Arga duduk berseberangan di bangku taman kota, dekat dengan sungai kecil yang airnya mengalir jernih. Pada jam-jam pulang sekolah begini, tempat ini cukup ramai dipenuhi anak sekolahan.

Arga menyeruput habis jus sirsak di gelas plastik, lalu menghela nafas panjang. Bahkan sangat panjang, seperti hidupnya berat penuh derita sengsara.

Kevin melihat itu langsung menatap wajah temannya yang menggambarkan dengan jelas kalau ia akan bercerita soal kekasih lelakinya yang baru.

"Jadi," ucapnya datar. Nafas Kevin pun tak kalah panjang ia embuskan, "aku beneran harus dengerin kisah cintamu dan Galih lagi hari ini?"

Muak. Kevin muak dengan kisah perhomoan Arga. Arga sebelumnya tidak pernah menceritakan kisah cintanya. Karena memang, hubungannya paling lama bertahan sebulan saja.

Tapi, berbeda setelah ia jadian dengan Galih. Tiap pulang sekolah, Arga akan mengajak Kevin pergi dengan dalih nongkrong, padahal sebagian besar isi obrolan mereka hanya cerocosan mengenai bagaimana Galih melakukan hal-hal kecil baginya dengan begitu perhatian.

"Aku juga ga ngerti, Kev." Nadanya lirih, "gimana satu orang bisa memberi begitu banyak cinta?" keluhnya namun matanya berbinar.

Ini yang membuat Kevin muak. Arga selalu sok mengeluh, padahal wajahnya penuh syukur. Teman anjing memang, pantes banget buat ditenggelamin di sungai.

"Kenapa lagi? Hari ini Galih, pacar kesayanganmu itu, mijetin kakimu lagi pas kau main game? Atau nyuapin kau makan pas kau lagi nyalin tugas? Atau dia nyelipin rambutmu ke belakang telinga pas kau lagi fokus untuk tidur? Atau dia ngacak rambutmu dengan penuh cinta kasih lalu merapikannya lagi karna ia tau kau bakal kesal kalau rambutmu berantakan?!"

Kevin berhenti sebentar menarik nafas, lalu meledak.

"OH! Ya, ya, aku tau yang ini, si Galih-Galih itu pasti narik celanamu yang keselip di silit pas kelas olahraga, 'kan?! APA LAGI ARGA, APA LAGI KISAH CINTAMU HARI INI?!?!?!" Kevin mengamuk sambil menarik-narik kerah leher Arga.

"Aaaakk santai, santai, Kev!" Suara Arga bergoyang dangdut karena diguncang dahsyat oleh Kevin.

"Ya u think lah, kid! Ini kalian baru mau dua minggu pacaran tapi tiap hari uwu-uwu doang, benter lagi langsung gas ngento-"

"Hush!!!" Arga menutup mulut laknat Kevin.

Kevin mendorong tangan Arga lalu kembali duduk di tempatnya dan memakan potongan terakhir corndog mozarellanya.

"Aku pingin ceritain hal uwu, tapi kali ini aku mau cerita hal lain," ucap Arga serius, "hubungan kami sedang gawat darurat. Galih mungkin lagi kesel samaku." Arga manyun mengingat memori malam kemarin.

Kevin menoleh kembali fokus, "Eh, masa sih? Kenapa?" Senyumnya sumringah dan matanya berbinar penuh perhatian menatap Arga.

"Kok kau senang sih?!"

I LIKE YOU? 2 [ BL ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang