29

369 19 0
                                        

Vote dan Komen sangat diapresiasi ya, Sayangkuu. Enjoy the story, xoxo

.
.
.
.

Tiga hari penuh bunga di seluruh jiwa dan pikiran Galih, membuatnya selalu tersenyum lebar. Ini adalah hari keempat ia menyandang status sebagai kekasih Arga. Walaupun masih dirahasiakan dari yang lainnya, kecuali Kevin.

"Galih, kau nanti latihan lagi?" tanya Chio, tangannya ia sampirkan di bahu Ian yang duduk tepat di sampingnya.

Ke-8 orang ini sedang berkumpul di pinggir lapangan basket, menikmati semilir angin sejuk di musim panas. Udara panas bahkan menyelinap masuk ke dalam kelas padahal suhu pendingin sudah dibuat sampai 16 derajat.

Mereka bahkan lebih memilih untuk tidak mengambil makan siang harian dari kafetaria dan membeli jajanan ringan sebagai pengganjal perut sampai pulang sekolah nanti.

"Iya, soalnya dua minggu lagi udah tanding, kami jadi latihan setiap hari," jawab Galih sembari mengunyah telur rebus. Ini telur rebus keduanya, dia dianjurkan banyak mengonsumsi protein untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

"Ga terasa udah benter lagi, berapa hari pertandingan?" tanya Hima kali ini.

"Tiga hari berturut, terus finalnya dibuat di weekend." Arga menjawab, tangannya masih sibuk mengipasi wajah dengan buku.

Melihat tangan Arga yang sudah hampir lima menit begitu terus, buku yang dipegang Arga langsung diambil alih oleh Galih, lalu dengan santai ia mengipasi wajah Arga. Urusan makan siang nanti dulu, pacarnya sedang butuh bantuan.

Reggy tersenyum jahil melihat duo yang beberapa hari ini sudah menarik perhatiannya, "Kau tumben banget peduli sama pertandingan Galih, Ga. Biasanya kau bahkan ga tau Galih mau tanding."

Arga melirik sebentar ke arah Reggy lalu mengendik, "Ya... aku cuma tau aja. Banyak juga orang bicarain pertandingan ini, karna posternya juga dipajang di mading."

Lihai sekali lidahnya berbohong.

"Ohh....gitu ya? Tapi, tumb-"

Plak!

"Auwwff!!!" ringis Reggy merasakan tamparan agak kuat tepat di bibirnya.

Yuzo tersenyum tak niat ke arah Reggy, "Sekali aja biarin Arga hidup dengan tenang, udah tiga hari ini kau terus gangguin dia."

"Ish, sakit tau! Kemarin kan aku dah ngasi tahu ada sariawan ini di bibir!" Reggy membuka bibirnya, menunjukkan sariawan yang tepat berada di bibir bawah bagian depan.

Yuzo menepuk bibir Reggy sekali lagi dan kali ini benar-benar membuat sariawan Reggy mengenai gigi depannya.

"AAAAKKKK!!!" Teriak Reggy sampai ia berdiri dari tempat duduknya, "sakit, Monyiiiett!"

"Udah shhh shhh, tenangin diri lu." Yuzo menarik Reggy duduk lalu menepuk-nepuk punggungnya pelan.

Yang lainnya hanya tertawa melihat kelakuan dua manusia bagai kucing dan tikus yang udah dua bulan ini tidak terjadi karena Reggy sibuk dengan kepanitiaannya.

"Bagan pertandingannya udah ada, Gal?" tanya Chio balik ke topik awal mereka.

"Belum, mungkin seminggu sebelum tanding baru keluar."

"Kau cuma ikut tunggal putra, 'kan?" tanya Kevin.

"He eh."

"Kalau lolos langsung masuk ke tingkat provinsi?" tanya Kevin lagi.

"Iya, habis itu baru nasional. Aku ga berharap banyak untuk sampai juara ke tingkat nasional, tapi kalau lolos sampai nasional aja, aku bisa dapet beasiswa kuliah dari foundation sponsor," jelas Galih. Ia menurunkan buku sebentar, memasukkan potongan terakhir dada ayam yang merupakan bekal makan siangnya, lalu kembali mengipasi Arga.

I LIKE YOU? 2 [ BL ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang