Arga terdiam berjongkok di bawah tangga. Kakinya melemah sampai akhirnya ia bersimpuh. Jemarinya meraba bibirnya, mereka ulang kecupan yang baru saja ia terima. Sudah empat kali, ia memaku terdiam di beberapa pojok sekolah. Perasaan gugup yang biasa ia rasakan ketika Galih berada di dekatnya kini berganti menjadi amarah yang memuncak.
Tingkah Galih adalah akar masalahnya.
Kejadian yang pertama dimulai saat Arga dalam perjalanan kembali ke kelas sehabis izin ke kamar mandi. Tangannya ditarik masuk ke dalam gudang alat kebersihan yang gelap dan beraroma antiseptik.
Belum sempat ia mencerna, bibirnya dibungkam cepat sebelum teriakan lolos; oleh belah bibir yang kenyal dan tak asing baginya. Ia juga berusaha mendorong makhluk aneh yang mendadak melakukan skinship namun, netranya segera menyadari bahwa lelaki itu adalah kekasihnya, Galih.
Tak lama. Hanya sepuluh detik sebelum Galih melepas kecupan itu dan keluar meninggalkan Arga yang mematung. Raganya bahkan belum sempat menikmatinya.
Kedua, saat ia baru saja membeli jajan bersama Kevin. Kevin yang asik berceloteh mengenai cosplay robin-nya Mama Amanda Zahra, tak sadar Arga sudah ditarik ke ruang penyimpanan bahan makanan kantin. Sama seperti sebelumnya, pekikan Arga segera terputus akibat bibir Galih yang meredamnya dengan kecupan sedikit basah.
Kali ini lebih lama, bahkan tangan Galih masih sempat-sempatnya mengelus tengkuk Arga sampai lelaki itu melenguh kecil. Tapi setelahnya, lelaki dengan rambut ikal itu memutus pagutan mereka lalu tersenyum lebar.
"Okay, see you!" ucapnya lalu keluar dari sana. Meninggalkan Arga yang nyaris keras akibat sentuhan Galih.
"Galih kimak!" makinya dengan suara tertahan.
Ketiga, di tengah perjalanannya habis mengantar tumpukan buku ke ruang guru. Hukuman akibat kelakuannya saat di kelas.
Arga kebanyakan bengong; membayangkan persatuan bibir dengan kekasihnya sambil memperhatikan belakang kepala Galih. Belum lagi ia melakukannya sambil mencoret-coret bukunya tanpa perhatian, sadis karena keadaan kertas bukunya sudah nyaris robek terlalu basah oleh tinta.
Melihat itu terjadi hampir setengah jam, guru biologi langsung melempar Arga dengan spidol.
"Headshot!" sahut Kevin girang.
"Duh duh!" adu Arga karena terkejut dan mata spidol itu tepat mengenai jidatnya, meninggalkan bekas coretan berwarna hitam.
Tangan guru menunjuk tumpukan buku tugas biologi di atas mejanya, "Bawa ini ke meja saya di kantor trus cuci muka. Saya tidak mau ada siswa yang ogah-ogahan belajar!" seru guru Biologi dengan suara nyaring.
"I- iya, Bu." Kaki Arga melangkah cepat keluar dari kelas sambil membawa buku-buku tersebut ke ruang guru.
Setelah ia mengantarnya, lagi-lagi seperti kejadian yang berulang, ia ditarik ke dalam ruang arsip penuh debu di samping ruang guru. Galih berdiri di hadapannya lalu pertama mengecup kedua pipi dan berpindah ke bibir Arga.
"Pacarku lucu banget! Yang fokus ya, pulang sekolah kita ngedate!" ucap Galih agak sibuk mengusap bekas coretan spidol di kening Arga.
"Ini udah kesekian kalinya kau narik aku tiba-tiba!" seru Arga yang sebenarnya mulai kesal.
Galih memasang bibir mengerucut dan mata yang menyorot lemah ke arah Arga, "Soalnya aku ga tahan. Kau gemesin banget!"
"K- Kau!"
Suara hak tinggi beradu dengan lantai membuat Galih menutup mulut Arga dengan tangannya. Keduanya satu pikiran bahwa itu adalah guru. Fakta bahwa murid tidak boleh berada di ruangan arsip, membuat mereka terdiam.
KAMU SEDANG MEMBACA
I LIKE YOU? 2 [ BL ]
Romance[ON-GOING] [YAOI] Apa jadinya kalau seseorang yang selama ini nggak pernah terlihat mikirin hal-hal romantis, tiba-tiba bilang kalau dia menyukaimu? Arga dan Galih, siswa yang kebetulan satu geng, memiliki dunia yang nyaris berlawanan. Arga, yang se...
![I LIKE YOU? 2 [ BL ]](https://img.wattpad.com/cover/368020125-64-k839859.jpg)