26

443 20 0
                                        

Berbeda dari pagi-pagi sebelumnya, Arga yang biasa penuh dengan keluhan saat bangun di pagi hari, hari ini terbangun lebih pagi dari biasanya dan dengan senyuman lebar. Pikirannya berkelana dengan momen bahagia yang terjadi bersama Galih. Bahkan, saat mereka pulang bersama, Galih mengantarnya sampai depan kost dan...

menciumnya.

"AAKKK!!!" pekiknya langsung menutup kepala dengan selimut lalu berguling-guling, "akhirnya masuk ke butterfly era!" gumamnya gemas sendiri.

Ting!

Arga menoleh ke arah ponsel yang baru saja berbunyi. Ketika ia melihat nama Galih muncul di notifikasi, ia langsung buru-buru membuka ponselnya.

pagi, ganteng🦭

Mata Arga membulat lebar melihat isi pesan yang singkat namun membuat jantungnya berdebar kencang. Wajahnya tidak perlu ditanya seperti apa, warna merah tomat ceri terlukis jelas di seluruh wajah sampai ke telinga dan lehernya.

Kedua jempol Arga bergerak kaku di atas papan ketik, tidak tahu harus membalas apa. Perlahan suara tombol mulai terdengar.

pagi juga pangeranku😳

"AAAAA!!!" Teriaknya kacau setelah melempar ponselnya ke ujung tempat tidur.

Jika biasanya ia akan berkata 'cantikku', 'princessku', dan lainnya, maka kali ini pertama kalinya ia menyebut hal itu. Dia tidak tahan akan gejolak aneh di perut yang membuatnya langsung mules.

Arga dengan tergesa bangkit dan pergi ke kamar mandi. Sesekali akan terdengar pekikan Arga dari kamar mandi akibat membayangkan hubungannya dengan Galih yang memiliki masa berbeda kali ini dari sebelumnya, masa gemes-gemesnya.

Di sisi lain, di rumah Galih yang belum terdengar suara apapun sama kali, suara gedebrak badan beradu dengan lantai terdengar dari kamar Galih. Wajahnya lengket dengan lantai, ponsel yang di tangannya ia genggam erat, sementara mulutnya komat-kamit merapalkan sebuah kalimat.

"Aku jatuh cinta banget sama, Arga!" Ini adalah isi kalimat yang ia ulangi sampai dua puluh delapan kali sampai ia disela oleh suara alarm ponsel yang berdering.

Dengan segera, Galih bangkit dan merapikan tempat tidurnya. Semua ia lakukan dengan kilat, bahkan kakinya melangkah cepat untuk masuk ke kamar mandi.

"Hari ini, aku harus cepat biar bisa jumpa Arga lebih cepat!"

Tidak hanya Galih, Arga juga sama buru-burunya bersiap. Keduanya tidak sabar untuk bertemu dan memandang wajah satu sama lain.

***


"Arga!" panggil Galih sesaat setelah pintu bus terbuka. Senyumnya tidak luntur dari pagi tadi.

Arga tersenyum kecil melihat tingkah Galih. Galih tampak tambah sempurna di mata Arga dengan rambut ikal yang ia tata rapi, jaket jeans biru muda yang tak biasa ia pakai, serta backpack hitam yang jarang ia pakai karena biasanya ia lebih suka membawa tas olahraga besar yang menyelempang di badannya.

Namun, Arga memandang beberapa mobil yang lewat di depan mereka. Jantungnya serasa diremas, membuatnya tercekat dan tersadar.

Tidak, kami ga boleh begini di tempat umum!

Arga menggeleng, "Oit!" sapa Arga singkat.

Lelaki yang dipenuhi dengan bunga-bunga cinta alias Galih mengernyit dalam melihat tingkah Arga. "Udah nunggu lama?" tanya Galih berpikir kalau Arga mungkin kesal menunggu dirinya.

I LIKE YOU? 2 [ BL ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang