Kevin menyeret Arga setelah semua kejadian yang tidak ia pernah duga akan terjadi. Yang diseret membiarkan dirinya, mencoba merasionalkan tingkah Kevin.
"K- kau homo?" tanya Kevin begitu mereka sampai di tempat yang sedikit sepi. Suaranya berbisik nyaris teredam oleh suara komentator lomba yang sedang berlangsung di dekat mereka.
Arga meringis, senyum kaku menandakan ia juga baru tahu hal ini, "Tapi keanya lebih tepat biseksual sih," ungkapnya.
"Yang suka cowo ama cewe itu?"
"Mungkin? Tapi aku ga suka semua cowo. Masih cuma Galih doang, kalo ga Galih keanya aku gamau deh," ungkap Arga setelah membayangkan bagaimana jadinya jika ia menyukai lelaki selain Galih.
"Ha? Jadi, kau ni ape?" Kevin menirukan logat musang di film anak-anak Malaysia.
Arga merogoh kantong celana dan nengeluarkan ponsel. Ia membuka aplikasi jelajah internet dan mengetikkan sesuatu disana. Kevin mendekat dan mereka sama-sama memperhatikan informasi yang tertera.
"Panseksual, aku panseksual, Kev."
Kevin menatapnya ragu, "Apa sih maksudnya? Aku ga ngeh sama bahasa inggris." Arga membuka mulutnya, namun ia kembali menatap ponselnya lagi, "suka sama wajan?" tanya Kevin karena Arga juga masih mencoba mencerna penjelasan seksualitasnya.
"Matamu!" maki Arga, "gini maksudnya ini. Panseksual adalah istilah yang menggambarkan individu yang tertarik secara seksual atau emosional kepada siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin atau orientasi seksual mereka —termasuk pada transgender. Jadi kayaknya ya gitu, suka karena suka aja," jelas Arga setelah menerjemahkan garis besarnya.
Kevin mengangguk pelan, "Ya ya, kayaknya nangkep sih."
Arga mengulum senyumnya, "Engga sih kayaknya, mukamu oon banget sekarang ini.
Keduanya tertawa karena benar, Kevin tidak terlalu mengerti dengan dunia pelangi yang baru saja ia kenali.
Sesaat kemudian, Kevin menggaruk lehernya canggung, "Em... maaf ya," ucapnya keki karena tidak terbiasa dengan atmosfer ini, "aku ga tau kalau kau... eng, aduh, apa tadi istilahnya?"
Arga rasanya ingin mengaum melihat Kevin sudah lupa, "Baru seperempat menit yang lalu kita bahas ya, pepaya hutan! Panseksual!" geramnya.
"Ha iya, panseksual. Aku juga udah kepikiran dari kemarin kalau kata-kataku itu kolot banget. Trus ngatain bo'ol mu udah di-"
"Stop!" Arga menutup mulut Kevin karena tidak sanggup mendengar lanjutannya, "kami masih belum pernah main!"
"Loh? Jadi darimana kau tau kau suka dia?" tanya Kevin balik.
"Ga semua harus tentang ngewe, shibal!"
"Ah Ha'ahlah, bener juga," ucap Kevin menyetujui, "Terus nanti gimana? Okelah kau suka sama Galih. Tapi, kau yakin bisa jadi yang di bawah?" Telunjuk Kevin mengulangi beberapa kali gerakan mencolok lobang yang dibuat oleh jari jempol dan telunjuknya.
Arga merengut, ia juga sudah menyadari hal ini dan ia sendiri masih takut. Mereka pasti akan melakukannya suatu hari jika mereka jadian.
"Udah jangan dibayangin sekarang juga, sambil megang-megang pantat pula!" tukas Kevin tidak nyaman dengan wajah cengo dan tangan Arga yang mengelus-elus lembut pantatnya.
"K- kau pernah nonton bokep homo?"
"Tepatnya kita bertiga pernah. Aku, kau, dan Chio di kelas 9. Kita nyari-nyari tapi gatau istilah femboy. Trus, kita pantengin tuh mereka saling grepe-grepe, eh rupanya sama-sama punya burung." Kevin mengingat dengan jelas trauma saat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
I LIKE YOU? 2 [ BL ]
Romansa[ON-GOING] [YAOI] Apa jadinya kalau seseorang yang selama ini nggak pernah terlihat mikirin hal-hal romantis, tiba-tiba bilang kalau dia menyukaimu? Arga dan Galih, siswa yang kebetulan satu geng, memiliki dunia yang nyaris berlawanan. Arga, yang se...
![I LIKE YOU? 2 [ BL ]](https://img.wattpad.com/cover/368020125-64-k839859.jpg)