New chapter is here! Akan aku lanjutkan cerita ini meski yang vote cuma dua orang ᕦ( ⊡ 益 ⊡ )ᕤ Jangan lupa vote dan komennya yaps, aku juga seneng BANGET KALO ADA YANG NINGGALIN JEJAK DI WALL AKU, GEMES!!! Enjoy yhh, xoxo
.
.
.
Mesin minuman berdengung pelan, suara bincang-bincang pelanggan ataupun pelayan yang terdengar dimana-mana, serta hiruk-pikuk di dapur terbuka membangun suasana sibuk pada restoran udon yang sedang dikunjungi oleh Arga dan Galih.
Mereka sedang tidak ingin makan malam dengan menu ayam ataupun nasi, jadilah mereka memutuskan untuk datang ke restoran mie populer yang berjarak 20 menit dari daerah rumah mereka.
Arga menyuapkan mie tebal yang kenyal berwarna putih lalu menyesap kuah yang kental berwarna coklat sampai-sampai rasa gurih memenuhi indra perasanya. Ia sangat menikmati menu makan malamnya.
"Enak banget, tau resto ini darimana?" Tanya Arga penasaran dengan mulut yang masih setia mengunyah. Ini pertama kalinya ia kemari, bahkan ia baru tau tempat ini populer.
"Temen mamaku pernah bawain makanan dari sini, ini juga pertama kalinya aku datang langsung," jelas Galih. Tangannya bergerak mengambil selembar tisu lalu menyeka kuah dari sudut bibir kekasihnya. Gerakannya lihai, dilakukan refleks tanpa ia rencanakan.
Arga tersenyum simpul. Semakin ia memikirkan tingkah laku Galih, makin sulit senyumnya ia tahan. Ia memutuskan untuk menunduk, berpura-pura kembali fokus pada mie udon.
"Oh iya, tadi aku liat Cindy ama Kania pas mau jemput kau tadi," ucap Arga mencoba mengalihkan pembicaraan, "pas aku liat Kania ketawa tuh, dia emang keliatan lucu banget sih! Tawanya nular."
Tangan Galih berhenti menyuapkan mienya, ia menurunkan sumpit lalu menatap Arga dengan perhatian, "Kau ngobrol sama mereka?" Tanyanya.
"Iya, tadinya mau lewat aja. Akhirnya jadi aku ajak ngobrol sih, karena Cindy keliatan baru potong rambut, kea model hush cut gitu," puji Arga, "pas aku muji gaya rambutnya, mereka jadinya nahan aku buat ngobrol benter."
Dari pandangan Galih, kekasihnya agak terlalu antusias membahas dua teman perempuannya.
"Oh gitu," gumam Galih sambil mengangguk pelan. Rasanya sesuatu seakan melilit dadanya hingga ia merasakan sesak, namun ia hanya menepuk dadanya pelan lalu melanjutkan makannya.
"Oh iya, Cindy juga pakai anting baru!" Seru Arga, "kalau kemarin dia pakai yang model kupu-kupu, kali ini dia pakai yang model bunga daisy gitu. Tapi sebelah aja, sebelahnya lagi tetap yang kupu-kupu," sambung Arga menjelaskan secara mendetail mengenai anting baru 'mantan' gebetannya.
Anggukan kecil dan deheman adalah tanggapan setengah hati Galih. Ia lanjut menyuapkan mie udon yang mulai terasa hambar.
Tawanya Kania nular?
Potongan rambut baru Cindy?
Anting baru Cindy?!
Ia menelan dengan susah payah, seakan yang baru ia suapkan bukanlah mie melainkan bola pingpong yang menyangkut di tenggorokannya.
"Terus-"
"Nanti lagi ceritanya disambung," potong Galih, "makan dulu sebelum mienya bengkak," suruhnya yang langsung disetujui Arga dengan riang.
Mata Arga melirik ke arah wadah bubuk cabai yang sudah kosong, "Yah bubuk cabenya abis, benter ya aku ambil."
"Sini, biar aku aja yang ambilin," tawar Galih. Tanpa menerima jawaban Arga, ia langsung beranjak dari tempat duduknya sambil membawa wadah dipping sauce.
KAMU SEDANG MEMBACA
I LIKE YOU? 2 [ BL ]
Romance[ON-GOING] [YAOI] Apa jadinya kalau seseorang yang selama ini nggak pernah terlihat mikirin hal-hal romantis, tiba-tiba bilang kalau dia menyukaimu? Arga dan Galih, siswa yang kebetulan satu geng, memiliki dunia yang nyaris berlawanan. Arga, yang se...
![I LIKE YOU? 2 [ BL ]](https://img.wattpad.com/cover/368020125-64-k839859.jpg)