39

46 8 2
                                        

Pagi harinya Sheira dan Bella benar-benar pergi ke sekolah untuk menyelesaikan masalah kemarin. Sheira, Bella, If, Jeslyn, pak kepsek serta Cindy dan gengnya sudah ada di ruang guru. Mereka berkumpul untuk menunggu kedatangan orang tua Cindy dan gengnya. Sekitar setengah jam mereka menunggu, akhirnya orang tua keempat murid tersebut sudah tiba. Mereka dipersilakan duduk berhadapan dengan orang tua If, If, dan Jeslyn. Sementara Cindy dan gengnya berada di tengah pihak If dan orang tua mereka, mereka berhadapan dengan kepsek.

"Silakan duduk bapak-bapak. Mohon maaf sudah mengganggu waktunya karena pertemuan ini sangat penting. Langsung saja, Cindy, Oliv, Shely, dan Vio sudah melakukan pembullyan pada adik kelasnya yang bernama Jeslyn". Jelas kepsek.

"Pasti itu fitnah pak, anak saya tidak mungkin seperti itu!". Ucap salah satu wali murid.

"Saya tidak mungkin memanggil saudara sekalian jika itu hanya fitnah. Di sini sudah ada buktinya, Cindy, Oliv, Shely, dan Vio sudah melakukan pembullyan kepada Jeslyn. Mereka sudah mengancam bahkan melakukan kekerasan. Cindy menampar Jeslyn hingga pipi memar dan bibir berdarah. Tak hanya itu mereka juga--"

"Pak itu mungkin hanya kesalah pahaman. Gak perlu dibesar-besarkan pak. Saya bisa menarik seluruh donasi saya jika masalah ini dibesar-besarkan seperti ini". Ujar papa Cindy memotong ucapan kepsek.

"Pak ini bukan masalah donasi, tapi ini sudah melanggar peraturan sekolah dan pihak sekolah tidak bisa berbuat tidak adil kepada murid". Jelas kepala sekolah.

"Berapa donasi yang harus saya kasih agar masalah ini selesai". Ujar papa Cindy.

Sheira yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara.

"Jangan terus menerus membahas soal donasi. Ini bukan soal uang, tapi keadilan!". Ucap Sheira datar sambil menatap papa Cindy.

"Anda siapa? Saya donatur di sekolah ini. Anda jangan main-main". Ucap papa Cindy sambil menatap Sheira dengan tatapan tajam.

"Harap tenang pak, miss". Ujar kepsek karena kondisi mulai memanas.

"Anak Miss Sheira yang bernama If juga menjadi korban dari Cindy dan sahabatnya. If terkena lemparan tepung dan telur yang mengenai belakang kepala dan punggungnya. Buktinya sudah ada di hadapan kita semua". Ujar kepsek sambil menunjukan bukti berupa foto pakaian If dan Jeslyn, serta foto kondisi Jeslyn kemarin.

"Bukti sudah ada, kalian akan dihukum berat. Dan teruntuk Pak Burhan, meskipun anda berbicara mengenai donasi dan donatur. Orang tua dari If juga donatur di sekolah ini bahkan Miss Sheira adalah donatur terbesar di sekolah ini. Jadi anda salah sudah mengancam Miss Sheira seperti tadi". Jelas kepsek.

Papa Cindy yang sedari tadi menyombongkan diri terlihat menciut. Tak lagi berani bicara apalagi menatap Sheira seperti tadi. Orang tua dari geng Cindy yang dari awal menyimak pun tak melontarkan kata apapun.

"Sekarang kita dengar penjelasan dari Cindy, Oliv, Shely, dan Vio. Kenapa mereka melakukan hal itu bahkan sampai tega melakukan kekerasan pada Jeslyn yang notabene adalah murid baru di sekolah ini, silakan jelaskan". Ujar kepsek.

Mereka hanya saling pandang beberapa menit hingga Cindy mulai membuka mulut. Cindy memberi pernyataan bohong yang membuat If sangat kesal. Cindy mengatakan jika Jeslyn menantang dirinya untuk bersaing memperebutkan If. Hal itu membuat Cindy kesal karena adik kelas berani menantang kakak kelas seperti itu sehingga Cindy kelepasan berbuat kekerasan.

"Dia bohong pak!". Emosi If.

Tanpa perlu menunggu giliran untuk menjelaskan, If meceritakan semua yang ia tahu. Hingga semua orang bingung karena penjelasan mereka berbeda.

"Kalau bapak tidak percaya, bapak bisa tanya pada Jeslyn". Ucap If.

If menoleh pada Jeslyn yang dari tadi diam menunduk di sampingnya. If memegang tangan Jeslyn dan mengusapnya agar ia tenang.

The HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang