Seiring berjalannya waktu, If dan Jeslyn semakin dekat. Jeslyn sering berkunjung ke rumah If untuk kerja kelompok dengan Griffin dan Cia atau Bella mengajaknya untuk berbelanja. Begitu pun dengan Cia dan Syanin. Syanin sudah lelah dengan tingkah Cia yang terus mengganggunya, jadi ia memilih pasrah jika Cia dekat-dekat dengannya.
"Ayaaangg". Ujar Cia sambil berlari menghampiri Syanin yang baru saja memarkirkan motornya.
Seperti biasa, Cia akan menggandeng lengan Syanin dan mereka berjalan berdampingan.
"Kebiasaan banget dia kalau ketemu Kak Syanin". Gerutu Griffin setelah menutup pintu mobil.
"Biarin aja, namanya juga lagi jatuh cinta". Ucap If.
"Tapi dia kegatelan banget Kak Ip". Ucap Griffin.
"Mau gimana lagi orangnya emang gitu. Yang penting dia gitu cuma ke Syanin aja". Ujar If.
"Makanya kamu cari pacar biar tau gimana rasanya jatuh cinta". Ujar If.
Mendengar itu Griffin tak terima karena mereka sama-sama jomblo, tapi If berbicara seperti itu.
"Yeeee.. dirinya sendiri juga jomblo. Ngomong kek gitu seakan-akan lagi jatuh cinta atau punya pacar". Ujar Griffin.
"Ngomong kayak gitu karena emang lagi jatuh cinta dan proses buat punya pacar". Sombong If.
"Iya deh iyaa, apalagi calon pacar udah deket banget sama orang tua. Mau nikah sekarang pun juga jadi". Ujar Griffin malas.
If tertawa mendengarnya.
"Udah ayo ke kelas". Ajak If.
Mereka berjalan melewati Cia dan Syanin.
"Kak kalau gak kuat buang aja dianya". Ledek Griffin yang mendapatkan tatapan tajam dari Cia.
"Cia masuk kelas, ini mau bel". Ujar If.
"Iya Kak Ip". Balas Cia.
"Kak Syanin boleh gak aku main ke coffee shop kamu?". Tanya Cia.
"Ngapain?". Tanya Syanin.
"Mau beli kopi lah". Jawab Cia.
"Ijin dulu ke bubu". Ucap Syanin.
"Jadi boleh?!". Tanya Cia bersemangat karena baru kali ini Cia diperbolehkan ke coffee shopnya.
"Boleh asal ijin ke bubu". Ujar Syanin.
"Okeyy, nanti aku ajak Ecis juga". Ujar Cia.
"Hmm.."
Mereka berjalan bersama menuju ke kelas masing-masing. Sesampainya di kelas, Cia langsung memeluk Jeslyn yang sudah duduk manis ditempatnya.
"Aku bahagia banget Jes". Ujar Cia setelah puas memeluk Jeslyn.
"Kenapa?". Tanya Jeslyn.
"Kak Syanin bolehin aku ke coffee shopnya". Jawab Cia
"Wahh.. makin dekat ya kalian, semoga Kak Syanin gak cuek lagi dan bales perasaan kamu ya". Ucap Jeslyn.
"Hmm.. semoga itu terjadi. Gatau gimana bahagianya aku nanti pas beneran jadian sama dia". Ujar Cia sambil membayangkan hal itu.
"Terosss.. berhayal terosss". Cibir Griffin sambil mengusap wajah Cia dari belakang.
"Aaaaaaakk.. IPIINN!!"
Cia berdiri berbalik arah ke arah Griffin dan memukuli badannya.
"Aw.. aw.. aduhh sakitt!! Ampun ampun ampuuunn..". Ucap Griffin.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Happiness
General FictionSequel Choice of My Heart dan My Enemy is My Love.
