"G, hey, you here" Joss menghela nafas lega saat akhirnya berhasil menemukan Gawin di kantin fakultas politik "aku tidak bisa menghubungi mu sejak semalam, dan kucari di kelas kamu tidak ada, Fluke bilang kamu ke sini, thanks God"
Fiat dan Pluem yang sejak awal memang duduk bersama Gawin hanya melihat Joss bicara tanpa henti dan tanpa menyapa, langsung duduk di samping Gawin, tampaknya tidak sadar jika mereka berdua ada.
"kak Joss? ada apa mencariku?" tanya Gawin yang sedikit heran karena raut wajah seniornya itu cukup cemas
"are you okay?"
"er, yes?"
"you sure? I mean it's fine if ... no, I'm sorry, wait, this is really my fault, I never thought..., I didn't mean..., this is just... I ... I'm sorry..."
"wow, wow, calm down. what you talking about?"
"last night?"
"oh" Gawin meraih gelas di hadapannya sembari tersenyum tipis "it's fine"
"no, it's not. you clearly not fine. I'm sorry, this is my fault, I should not asked them to separated us"
"hey, it's fine, it's a game, menang kalah itu wajar, I just overthinking, not important, I'll be..."
"overthinking it's not a just" sela Pluem, membuat Joss akhirnya sadar jika ada orang lain. "it can become something worse if..."
"Pluem" kata Fiat yang melihat kerutan di kening Pluem tiba-tiba muncul. Mencoba meringankan suasana, Fiat mengalihkan tatapannya pada Gawin dan Joss "boleh tahu apa yang kalian bicarakan?"
"the game, last night" kata Gawin "kalian tahu aku sering bantu klub basket kan, di luar kampus aku ikut street basket, nggak terlalu sering juga sebenarnya. anyway, semalam ada tanding, tim ku kalah lawan tim kak Joss. that's it"
Gawin bercerita dengan nada ringan tanpa beban, namun mata Fiat yamg terbiasa mencari hal kecil setiap kali bersama Pluem menangkap sedikit gerakan yang menyatakan jika ada sedikit keenganan atau ketidaknyamanan dalam gestur Gawin. Yang berarti apa yang dikatakannya tidak 100% benar, ada hal yang berusaha diabaikan di dalamnya.
"bukan that's it" sahut Joss "look, biasanya aku satu tim dengan G, I mean Gawin, tapi semalam aku pisah tim karena kupikir akan menyenangkan jika aku menjadi lawan. kalian tahu dia basketnya bagus aku cuma mau coba melawan dia di pertandingan sekaligus untuk melihat kemampuanku sendiri"
"dan aku juga setuju. di kampus kami satu tim, jadi kupikir tidak ada salahnya sekali-kali kami berhadapan"
"terus, apa masalahnya?" kata Fiat
"my team win" jawab Joss
Fiat mengerutkan kening, saat sma dia memang bergabung di klub atletik, namun cabang yang diikutinya adalah perorangan, bukan olah raga tim, meski satu sekolah tapi mereka berjuang masing-masing, tetap sebagai rival dari awal sampai akhir, jadi fiat tidak begitu paham bagaimana kemenangan bisa menjadi sebuah masalah saat kedua anak dihadapannya harus berhadapan sebagai lawan.
Pluem ikut memiringkan kepala, dia juga tidak terlalu familiar karena dalam badminton, dia turun sebagai single, sekalipun dalam pertandingan akhirnya dia harus berhadapan dengan teman satu sekolah pun, bukan hal yang aneh, karena sejak awal memang mereka berdiri sendiri. Bukan rekan yang terbiasa saling bantu untuk memperjuangkan sesuatu.
"lalu?" tanya Fiat "bukannya dalam pertandingan wajar kalau kita juga kadang harus berhadapan dengan teman, menang kalah itu masalah nanti"
"exactly, that's called sportsmanship" kata Gawin "aku tidak tahu kalian play sports"
KAMU SEDANG MEMBACA
spesial chapter
Fanfictioncompilation untold story from my au. here is just some hidden story like fake chat, just in paragraphs. contain story from: 1. the kid ship (KS) 2. fake love (FL)
