Rasanya seperti ada ribuan bunga bermekaran di sana. Di tengah hamparan bukit dengan rerumputan yang hijau.
Hesseung membuka matanya perlahan, mencerna kilauan memori yang melintas di kepalanya. Suara tawa, aroma kamar yang kosong, karangan bunga, dan bunyi lonceng yang berdengung.
Sinar memtari seketika datang menyilaukan. Cahayanya masuk dari sela sela jemari Heeseung yang terangkat. Menghalau terangnya yang mengganggu.
Heeseung baru sadar jika telapak tangannya penuh luka lecet dan itu terasa sakit.
Ini jelas bukan mimpi
"What wrong with him?"
"freak, ew!"
Suara suara senyap itu perlahan datang di telingan Heeseung, mengganggu, memecah-mecah kilauan itu menjadi kepingan kecil. Menariknya pada tapakan yang lebih nyata dengan suara langkah kaki ramai yang riuh. Bangunan bangunan muncul, dan suara klakson mobil yang datang memekikan telinga.
"Hey kid! are you okay?" Seorang pria parubaya baru saja meneriaki Heeseung. Kepalanya menyembul dari jendela mobil orange di depannya.
Heeseung melihat kesekeliling dan mencerna dalam diam.
Dimana dia sekarang? tempat apa ini?
Heeseung jelas tidak lupa jika semalam dia sedang ada di kamarnya. Lalu kini-entah bagaimana- di tempat yang antah berantah- tiba tiba dia terkapar di tengah zebracros dengan barang barang yang berserakan.
Suara klakson lagi lagi datang memecah lamuannya. Mengguncangnya tiba-tiba.
Sialan
Buru-buru dia bangkit dan pergi tanpa memperdulikan barang barang yeng berserakan- entah milik siapa. Juga orang orang yang mulai mendumal tentangnya dari kerumunan.
Langkah kakinya bergulir cepat, mata yang berperndar ke setiap sudut seperti orang kebingungan. Tempat ini seperti negri dongeng, ada gunung-gunung yang menjulang, perkotaan hangat dengan orang orang, juga ornamen daun maple merah yang tidak asing.
Di tengah kebingungan yang melandanya, Heeseung tanpa sadar menabrak seseorang hingga terjatuh.
"Anjing sialan!" umpatnya kesal. Heeseung menggosok pantatnya yang sakit dan disaat yang bersaman, seorang pria muncul mengulurkan tanganya pada Heeseung.
"Sorry gw gk sengaja. Biar Gw bantu"
Sialnya, suara itu datang seperti angin segar yang memulai detakan gila di dadanya. Heeseung menatapnya terpaku. Dia mengenali orang ini.
Pria dengan rambut pirang dengan luka samar di pelipisnya.
"Jaeyunne?"
Ada jeda sebentar sebelum wajah itu berkerut aneh dan mulut nya bergerak tanpa suara. Seperti dengung yang tiba tiba menjadi sunyi. Heeseung menyipit, mencoba menebak.
Dan setelah senyuman pria itu datang menyapa, secepat kilat waktu menarik Heeseung pergi lagi pada ruangan lain.
Dengan suara hujan yang deras dan kegelapan yang menyelimutinya.
Heeseung di terpa kebingungan yang kering. Otaknya seperti di peras, berfikir, namun hanya jalan buntu yang dia temukan. Dia bergerak dalam gelisah.
Samar samar penglihatannya menjelas, Ada kaca kaca berserakan di sana. Ruangan itu berantakan, gelap, dan ada bau anyir yang menyebar.
Saat Heeseung mendekat-mencoba memastikan. Jantungnya seketika berhenti berdetak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Return (Antagonis) || HEEJAKE
FanfictionHeeseung muak dengan peran protagonis yang dia jalani. Ketika kematiannya membawanya kembali ke masa lalu, Heeseung memutuskan untuk mengambil peran antagonis dan bersiap untuk membalaskan dendamnya pada Shim Jaeyun, pelaku utama dari kekerasan yang...
