3. Cinta Pada Pandangan Pertama...

2K 94 21
                                        

Reina pov

Trap....trap......trap.....

"Hmpphhh...sejuk banget!!!"

Pagi dunia!
Gak pagi, gak siang, gak senja, gak malem, kamu selalu indah ya dunia.

Aku Reina Ashilla. Saat ini, aku sedang menapakkan kaki di depan gerbang sekolah tercinta, Internasional Academic High School.

Papaku dengan kerja kerasnya bisa membangun sekolah ini. Itu kenapa alasannya aku cinta banget sama sekolah yang satu ini.

Yah ... singkat aja perkenalannya, karena gak ada yang menarik kayaknya untuk diceritain lagi.
Semenjak kepergian mama, mungkin cuma tentang papa dan sahabat aku Erika yang bisa aku ceritain.

"Reina!!" Di tengah halaman sekolah, aku melihat seseorang berlari dengan cepat ke arahku. Dengan sekali terjang, orang itu berhasil memelukku.

Kita berdua berpelukan ala teletabies. Kita tuh udah sahabat banget, gak bisa dipisah. Gak perlu dijelasin lagi deh kayaknya dia siapa. Yep, Erika. Temen, sahabat, bahkan udah aku anggap keluarga sendiri.

"Ke kelas yuk, Rei!" Ajak Erika yang aku balas dengan anggukan.

Dengan penuh percaya diri, kami berjalan menuju kelas. Suasana depan kelas sudah sangat sepi. Tidak ada orang. Parahnya, ternyata di dalam sudah ada guru.

"Eh gila! kok dah ada guru sih, Ka?! Ini kan hari pertama masuk!" Aku menyenggol lengan Erika panik.

"Gue gak tau juga Rei!! Coba deh liat ini jam berapa?" Aku melihat ke arah jam tangan sporty milikku, yang baru saja aku beli bersama Erika beberapa hari lalu.

"Ini baru jam 8.00." Jawabku santai, tanpa beban sedikitpun.

"Ooohhh..." Erika ber-oh ria.

Sejenak kami terdiam. Memikirkan sesuatu.

"JAM DELAPAN?! ASTAGA PANTES! MATI KITA MATI!" Jerit kami histeris dan panik.

Tanpa terduga, tiba-tiba saja  seorang pria berlari ke arah kami.

"Woi!! Misi gue telatt!!!" Teriak pria itu sambil berlari. Tanpa dia sadari, dia berlari dengan sangat kencang. Sampai-sampai menabrak tubuhku, yang membuatku kehilangan keseimbangan, dan berakhir dengan jatuh yang... memalukan. Sangat.

"Awh!!!" Pekikku kesakitan.

"Ehh sorry! Sorry!! Duh gue gak sengaja sumpah..." Ucapan si Pria itu terhenti saat dia melihat siapa yang di tabrak olehnya. Yaitu AKU!

"Eh Reina ternyata," Ucap pria itu lagi.

"Erlang..." Gumamku lirih.

"Sorry banget Rei. Gue buru-buru banget tadi." Sekali lagi cowok yang bernama Erlang itu meminta maaf kepadaku.

Aku hanya mengangguk.

"Lo sama Erika gak masuk kelas?" Tanya Erlang bingung.

"Kita lagi mau masuk, tapi tuhh.... di kelas dah ada guru. Jadi gue sama Reina telat. Kita lagi bingung harus ngapain sekarang?!" Cerocos Erika tiba-tiba. Hhh... dasar sahabat gak pengertian. Harusnya dia membiarkan aku berbicara dengan Erlang.

"Ooo...Mending kita sekarang masuk aja deh ke kelas. Bilang aja ke guru sejujurnya! mentok-mentok juga berdiri depan kelas." Ucap Erlang bijak. Hal ini nih yang membuat aku kagum kepadanya, dan akhirnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Kalo kata orang LOVE AT FIRST SIGHT.

"Yaudah deh! Masuk yo Rei." Lagi-lagi aku hanya mengangguk.

Tok....Tok.....Tok.

"Permisi buuu..." Ucap kami ber tiga sopan.

MINGGUCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang