Kalau banyak typo, maklumin aja :v
"SHANIA?!" Ucap Kinal kaget saat tau siapa yang menyentuh pundaknya. Gadis jangkung itu hanya nyengir bodoh.
"Gak ada rencana kan?" Tanya Shania hati hati. Kinal hanya mendesah lelah.
"Malam gue ke tempat Ve sekalian nginep." Jawab Kinal singkat yang membuat Shania terperangah lagi dan lagi.
"Hah?! Kalian gabakal bercinta lagi kan?" Tanya Shania tanpa sadar dan langsung menutup mulutnya kembali. Kinal tersentak dan menatap tajam Shania. Tanpa babibu, Kinal langsung menyeret Shania ke dalam lift menuju kamarnya. Raut wajah Kinal masih dalam keadaan tegang. Shania hanya bisa menunduk kebawah. Merutuki kebodohannya. Ini kan tempat umum! Aduh mampus gue! Batin gadis jangkung itu.
"Nal demi apapun gue minta maaf Nal. Gue reflek banget tadi sumpah. Please Nal lo ngomong apa kek. Marah juga boleh. Jangan diem gini kek. Aduh mama tolooong. Beby toloooong!" Racau Shania panjang lebar tanpa henti. Kinal yang masih sibuk dengan aktivitasnya langsung mengambil kursi lalu duduk tepat dihadapan Shania. Menatap gadis jangkung itu intens.
"Gue gak bisa jawab pertanyaan lo yang terakhir. Cuma berhubung lo yang tau sisi lain dia, mungkin bisa nebak. Dan ya, gue maafin lo kok. Gue tau ada alasan yang buat lo keceplosan gini kan?" Ujar Kinal pahit.
"Seenggaknya Beby lebih beruntung dibanding gue Shan. Gue juga pengecut sama kayak dia." Terang Kinal jujur. Ya, mungkin bagi Kinal tidak masalah Shania tau semuanya. Shania menatap iba pada Kinal.
"Dia itu gimana ya. Denial tapi egois. Kalau memang terlarang, seharusnya dia bisa berusaha buat lo bahagia meskipun harus sama sama sakit. Istilahnya, dia boleh kayak gitu, tapi lo gak. Dan gue bisa asumsiin cara dia berciuman dengan lo sama Delon waktu itu juga jauh berbeda. Maaf gue bahas Delon lagi. Tapi itu yang gue liat dan rasain langsung." Kata Shania panjang lebar. Insiden di toilet tadi menyimpulkan Shania bahwa Veranda benar benar mencintai Kinal. Hanya saja egoisnya kelewatan.
"Gue mungkin bisa nahan diri. Bisa merelakan. Tapi dia, selalu tau kelemahan gue. Bahkan gue sampe heran kok lo betah sih denger kita lagi begituan? Kangen main sama Beby?" Ledek Kinal yang membuat Shania mendengus kesal.
"Kalau bukan karena lo kesayangan Ve sama sahabat Beby Jeje, udah gue cincang lo Nal." Dengus Shania yang dibalas dengan tawa yang menggema dari Kinal. Shania pun lega karena Kinal sudah memaafkannya.
"Hahahahahaha ampun ampun. Btw jangan bilang lo yang nguntit gue pakai mobil online?" Cerca Kinal yang direspon nyengir bodoh oleh Shania.
"Hhhhhh kalau tau kak Kemal bisa ciut lo." Ujar Kinal.
"Emang dia kayak gimana sih Nal? Okelah dia cuek sama cewek. Cuma karena dia deket sama lo gue nanya deh." Tanya Shania penasaran. Kinal mengatur nafasnya lagi. Bimbang.
"Kalau lo belum siap cerita gapapa. Tapi kalau soal Ve, gue janji gak akan bilang sekalipun gue berantem lagi." Janji Shania pada Kinal. Cewek tomboy itu menatapnya ragu. Namun sebenarnya tidak salah dia berbagi dengan Shania. Karena mereka "sama" cuma beda nasib. Shania paham atas kebimbangan Kinal makanya ia berkata seperti itu.
"Dia ada rasa sama gue." Ujar Kinal singkat yang sukses membuat Shania melongo dan menoleh kaget.
"Demi? Pantesan........" ujar Shania menggantung.
"Pantesan apa?" Tanya Kinal bingung.
"Lo nyadar gak kedekatan lo sama kak Kemal bikin satu sekolah heboh? Dan banyak fans kalian patah hati terutama fansnya kak Kemal. Eh gue lupa deng lo juga punya fans cewek kan." Kata Shania panjang lebar sambil nyengir bodoh. Kinal hanya berdehem singkat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Apa Maumu?!
Fiksi PenggemarAku harus bagaimana agar kamu mengerti? Agar kamu merasa kalau aku benar-benar menyayangimu dan mencintaimu. Ini bukan hanya soal cinta, tapi juga kepastian! Devi Kinal Putri Bisakah kamu mengerti apa mauku tanpa diminta? Kamu bisa meneliti aku tapi...
