Hari ini Stevano terlihat lebih dingin dari sebelumnya, sedaritadi Stevano hanya mengangguk, atau hanya bergumam, tanpa membalas kata-kata Olivia, membuat Olivia yang memang sedari tadi merasa tidak dihiraukan oleh Stevano menjadi bingung dan merasa aneh dengan sikap Stevano.
Flashback
"Van, gue tadi hampir terlambat, gila kesel banget" ucap Olivia.
"Van, makan dikantin yuk, gue laper banget" ucap Olivia lagi karena tidak dihiraukan oleh Stevano.
"Van ayo dong, gue laper" ucap Olivia karena Stevano masih diam dan tidak ingin beranjak dari kursi.
Karena kesal, Olivia akhirnya menarik Stevano, lalu membawanya kekantin.
"Lo mau pesen apaan?" Tanya Olivia.
"Ga" ucap Stevano singkat.
"Lo harus makan, gue pesenin bakso aja ya?" Ucap Olivia.
"Ga" ucap Stevano sambil ingin beranjak pergi.
"Eh, ga usah pergi, disini aja, yaudah kalo ga mau makan, minum aja ya?" Ucap Olivia.
"Gue ga mau" ucap Stevano datar.
"Yaudah deh, gue pesen sendiri " ucap Olivia lalu beranjak pergi , namun ia kembali lagi.
"Lo disini ya, awas aja kalo gue balik lagi lo ga ada" ucap Olivia lalu pergi.
Setelah selesai membeli makan Olivia kembali lagi, dia memesan makanan dengan cepat karena dia tahu kalau mood Stevano sedang buruk hari ini, apabila dibiarkan menunggu lama pasti akan benar-benar pergi dari kantin meninggalkannya, dan dia tidak mau itu terjadi.
Kelegaan akhirnya terjadi ketika Olivia kembali dan melihat Stevano masih duduk ditempatnya sambil memainkan iPhonenya.
"Sorry gue lama" ucap Olivia lalu duduk di seberang tempat duduk Stevano.
"Hm" gumam Stevano seadanya.
Tak berapa lama makanan dan minuman yang dipesan Olivia datang. Setelah 7 menit memakan makananya dengan lahap akhirnya dia kenyang. Setelah dirasa kenyang dia pun melihat Stevano yang masih memainkan iPhonenya.
"Lo beneran ga mau makan?" Tanya Olivia lagi memastikan.
"Hm" gumamnya lagi membuat Olivia berdecak kesal.
"Ck, lo kenapa sih sebenernya? Daritadi diem doang, kalo nggak cuekin gue, kemarin-kemarin ga kaya gini, eh sekarang balik lagi Tuan Stevano yang dingin dan datar" ucap Olivia.
"Berisik" ucap Stevano.
"Yaudah deh terserah lo, gue cuma khawatir doang, tapi lo malah gini, nyesel gue" ucap Olivia lalu beranjak pergi meninggalkan Stevano yang masih terdiam.
Flashback off
Setelah kejadian tadi siang Olivia pun tidak lagi menganggu Stevano dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama Liana.
Ketika jam pulang sekolah berbunyi Olivia dan Liana keluar dari kelasnya, mereka memutuskan untuk jalan-jalan.
Namun langkah mereka terhenti ketika ada yang memanggil Olivia.
"Hei, Olivia" panggil seorang laki-laki
"Ya, kenapa lang?" Tanya Olivia kepada Gilang Leonard laki-laki yang pernah bertabrakan dengan Olivia dikoridor sekolah dan laki-laki yang ada diacara ulangtahun Marry waktu itu.
"Ga, gue cuma pengen ngajak jalan doang, soalnya males pulang, lo mau?" Tanya Gilang.
"Ehm, gue mau jalan sama temen gue, oh iya, kenalan dulu, namanya Liana Gabriella" ucap Olivia sambil mengenalkan Gilang kepada Liana.
"Hai, gue Gilang Leonard, panggil Gilang aja." Ucap Gilang sambik menjabat tangan Liana.
"Gue Liana Gabriella, panggil Liana atau Li aja" ucap Liana lalu melepaskan jabatan tangan Gilang.
"Ini yang gue bilang itu loh Li, pacarnya si nenek lampir" ucap Olivia membuat Gilang kebingungan siapa yang disebut Olivia si nenek lampir.
"Nenek lampir?" Tanya Gilang membuat Olivia tertawa lalu menjelaskan kepada Gilang.
"Marry maksud gue, haha, sorry ga maksud ngatain cewek lo " ucap Olivia sambik tertawa.
"Gapapa kok, udah jadi mantan dia mah, gue udah putus" ucap Gilang.
"Hah? Putus? Kok bisa? Ais si nenek lampir pasti nambah gencar ngejer Vano, lo sih kok bisa putus" ucap Olivia kesal tanpa sadar menyalurkan emosi ke Gilang membuat Gilang sedikit terkejut dengan tanggapan Olivia.
"Oh, sorry, gue jadi nyalahin elo " ucap Olivia yang baru sadar ketika menyalahi Gilang.
"Gapapa yaudah deh, gue pergi dulu ya, mau ngajakin cewek lain buat jalan" ucap Gilang bercanda lalu pergi.
"Eis tuh anak playboy abis" ucap Olivia.
"Kok lo bisa kenal sama dia sih Liv?" Tanya Liana.
"Kenal gitu aja sih ga sengaja, terus deket dan jadi temen deh " ucap Olivia.
"Duh udah dong, gue lagi stres nih, udah si nenek lampir putus, dia pasti nambah ngejer si Vano, ditambah gue lagi berantem lagi sama dia" ucap Olivia.
"Makanya ga usah sok ngambek, gini kan jadi. Udah tahu si Stevano itu mati rasa, lo sok-sokan ngambek lagi, mana mungkin dia peduli" ucap Liana.
"Ah lo jujur banget, gue jadinya nambah kesel kan, eiss." ucap Olivia.
"Yaudah deh, mending kita jalan aja, melepas penat dan stres hahah" ucap Liana lalu mengajak Olivia meninggalkan sekolah.
21 September 2016
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult Love
Teen FictionApa jadinya jika bukan laki-laki yang mengejar wanita melainkan sebaliknya? Dan lebih parahnya lagi si laki-laki tidak menyukai wanita ini. Apa yang akan terjadi dengan percintaan keduanya nanti? When i love him, but him can't love me back, my love...
