E N A M

113K 5.8K 11
                                        

Happy reading guys!

Malam ini terlihat seorang laki-laki sedang berdiri didepan kap mobil sport nya dengan pakaian yang rapi, dia sedang menunggu seseorang, laki-laki itu ialah Stevano, dan yang sedang ditunggunya ialah Olivia.

Karena merasa sudah menunggu cukup lama iapun kesal dan menekan beberapa tombol diponselnya untuk menelpon Olivia. Setelah panggilan tersambung, dia langsung menempatkan ponselnya ditelinganya untuk menghubungi Olivia.

"Halo" ucapnya ditelpon.

"..."

"Cepat, 5 menit lagi ga keluar gue pulang!" Ucapnya lalu mematikan panggilan sepihak.

Sedangkan dilain tempat, Olivia yang sedang berdandan tiba-tiba menerima telepon dari Stevano yang menyuruhnya cepat atau ancamannya dia akan pulang dengan cepat menyelesaikan dandanannya lalu dengan cepat menyambar sepatu heels nya lalu tas bermerknya dan keluar kamar.

Diruang tamu dia bertemu orangtuanya.

"Ma, Pa, Oliv pergi dulu ya" ucap Olivia.

"Oh ke acara ulang tahun temen kamu itu ya, emangnya udah ketemu pasangan?" Tanya Rosalind yaitu Ibunya Olivia. Memang kemarin Olivia sempat bercerita kepada ibunya tentang ulang tahun temannya yang harus membawa pasangan itu.

"Iya ma, udah dapet kok, mama mau liat orangnya? Dia sebenarnya pacar aku, ganteng kok ma." Ucap Olivia.

"Benarkah? Mama mau liat" ucap Rosalind semangat.

"Ma, jangan kaya ABG deh, dan kamu Liv, emangnya papa udah izinin kamu pacaran?" Ucap Edward ayahnya Olivia.

"Ih papa kaya ga pernah muda aja, dulu juga deketin mama mulu, udah deh, anak itu jangan terlalu banyak dilarang, entar malah nambah bandel, udah mama mau liat calon menantu dulu" ucap Rosalind kepada suaminya itu. Mendengar itu suaminya hanya berdecak kesal lalu melanjutkan menonton tv yang sempat tertunda.

Dengan cepat kedua wanita itu langsung keluar rumah, melihat pintu terbuka Stevano langsung berdiri tegap karena sebelumnya ia menyender dan sedikit menduduki kap mobilnya itu.

Setelah menyadari ibunya Olivia juga ikut keluar, dengan cepat Stevano menghampiri kedua wanita itu, takut dikira tidak sopan dia langsung menyapa orang tua Olivia.

"Ini ma yang namanya Stevano, pacar aku" ucap Olivia kepada mamanya.

"Halo tante, nama saya Stevano" ucap Stevano sopan.

"Oh ini, aduh ini mah ganteng banget Liv, duh sering-sering dateng kerumah ya Vano, terus jagain anak tante, jangan sampe nangis, awas ya kalo nyakitin anak tante" ucap Rosalind sedikit bercanda.

"Eh, iya tante, kalo gitu kita jalan dulu ya tante, udah terlambat deh kayanya" ucap Stevano.

"Oh iya, ayo cepat pergi, hati-hati ya, bawa mobilnya jangan ngebut" ucap Rosalind.

"Iya tante, tenang aja" ucap Stevano lalu berjalan menuju mobilnya.

Stevano membukakan pintu mobil untuk Olivia karena dia merasa sepertinya Olivia sedikit kewalahan karena dress dan barang bawaannya.

"Makasih" ucap Olivia tersipu malu lalu memasuki mobil Stevano, melihat Olivia yang malu membuat Stevano berdecak kesal. Wanita ini memang cepat sekali geernya.

Setelah dirasa Olivia sudah memasuki mobil, ditutupnya pintu mobil tersebut lalu Stevano kemudian sedikit berlari kearah pintu pengemudi mobil lalu memasuki mobilnya, setelah itu dilajukannya mobilnya ketempat pesta.

***
Setelah sampai, Stevano kemudian memarkirkan mobilnya lalu keluar dari mobil dan kembali membukakan pintu untuk Olivia, sedaritadi dijalan memang mereka tidak terlalu banyak berbicara, seperti biasa kemungkinan hanya Olivia yanh berbicara.

Namun Olivia tetap bahagia, mau bagaimana pun Stevano sepertinya sudah memiliki rasa peduli terhadapnya walau hanya sedikit, buktinya Stevano yang pediam dan tidak suka kebisingan (menurut teman-teman Stevano yang didapat Olivia dari hasil bertanya dengan susah payah) mau menemaninya keacara pesta dan bahkan dikenalkan sebagai pacarnya, dan juga dia mau bersusah payah berakting sebagai pacar yang baik didepan orangtuanya dan didepan orang banyak seperti contoh menjemput dan membukakan pintu mobil untuknya.

Baginya ini sudah sangat cukup untuk membuatnya semangat membuatnya menikmati hari sebagai pacar Stevano, dan baginya ini sudah sangat memotivasinya untuk membuat laki-laki itu menyukai bahkan mencintainya.

9 September 2016.

Difficult LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang