"Puas lo?" ucap seorang lelaki kepada wanita didepannya ketika mereka sedang berada diStarbuck.
"Selow kali Van, kok jadi lo nyalahin gue sih, kan kita udah sepakat. Gue ngelakuin ini juga karena gue cinta sama lo" ucap Catherine, mendengar ucapan wanita didepannya ini Vano merasa muak.
"Terserah" ucap Vano lalu beranjak dari kursinya lalu berjalan keluar dan menuju parkiran, sedangkan wanita tadi berjalan mengikutinya sambik tersenyum sinis.
Ya semuanya hanya sandiwaranya saja, demi mendapatkan Vano kembali semua akan dilakukannya apapun itu.
"Lo balik sendiri ya, gue ada urusan" ucap Vano acuh lalu memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya cepat keluar dari parkiran mall tersebut, berlama-lama dengan wanita itu membuatnya risih dan jijik.
"Bilang dari tadi dong, gue udah ngikutin lo Vanooo" ucapnya sambik berteriak kesal namun sia-sia, mobil Vano sudah menjauh.
Dengan cepat Catherine mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"Gue udah selesai, jemput gue sekarang dimall tadi" ucap Catherine.
"Kurang ajar banget sih, semua gara-gara gue ya lo bisa balik sama brengsek itu, jangan lupa" ucap seorang lelaki membuat Catherine hanya acuh tak peduli.
"Ya ya terserah lo, pokoknya rahasia lo ada di tangan gue, udah cepet jemput aja, gue tunggu" ucap Catherine lalu mematikan sambungan telepon dan memasuki mall kembali.
***
Mobil Vano mulai memasuki perkarangan rumah Julian, setelah dia parkirkan mobilnya dengan cepat dia mengetuk pintu rumah megah didepannya itu.
"Eh den Vano, den Jul nya ada di atas, langsung aja keatas den" ucap pembantu rumah tangga Julian.
"Iya, makasih bi" ucap Vano lalu memasuki rumah tersebut. Setelah sampai dikamar Julian, Vano menghempaskan tubuhnya kekasur disamping Julian tidur.
"Shit, kaget gue" ucap Julian memukul Vano hampir menampar lebih tepatnya.
"Kesel gue, tuh cewek makin lama makin ngelunjak, kalo bukan karena anceman brengsek itu ga bakal gue mau ngejauh dari Oliv, gue harus gimana, bantu gue Jul" ucap Vano terlihat frustasi.
"Belom saatnya gue ngebantu lo Van, sorry buat sekarang lo mungkin harus tetep ngikutin kemauan tuh cewek, lo tunggu aja sebentar lagi, gue pasti bantu lo" ucap Julian lalu menepuk pundak Vano mencoba meyakinkan Vano.
"Gue kangen Olivia" ucap Vano.
"Kenapa ga lo cerita aja sama dia? Mungkin dengan lo cerita dia bisa lebih hati-hati dengan anceman dari brengsek itu" ucap Julian.
"Gue gamau dia terlibat, kalo dia terlibat gue yakin bakal nambah susah nyelesain masalah ini" ucap Vano membuat Julian mengangguk mengerti.
"Lo tenang aja, gue sama yang lain bakal jaga Oliv kok, lo sabar aja" ucap Julian.
"Thanks Jul, btw gue laper, ada makanan ga?" tanya Vano.
***
Flashback.
Setelah ditanya Dimas apakah dia memiliki sesuatu untuk Olivia dihari Valentine, Vano mulai bingung, dia terus berpikir dan bertanya kepada Julian apakah baiknya yang harus dia berikan Ke Olivia.
"Gue ngasih apa ya ke Oliv? Gue gatau harus ngapain, walaupun pernah pacaran tapi gue gapernah ngasih apa-apa ke cewek" ucap Vano.
"Lo kira gue tau, Angel aja ga pernah gue kasih, nanya itu ke Dylan" ucap Julian.
"Malu gue kalo nanya dia, ah gue beli asal aja kali ya" ucap Vano membuat Julian kesal.
---
"Mbak, pesen buket bunga mawar ya, 15 tangkai" ucap Vano ketika memutuskan membeli bunga, dia mencari digoogle "Apa yang harus diberikan lelaki ke pacarnya ketika Valentine" tulisnya digoogle.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult Love
Novela JuvenilApa jadinya jika bukan laki-laki yang mengejar wanita melainkan sebaliknya? Dan lebih parahnya lagi si laki-laki tidak menyukai wanita ini. Apa yang akan terjadi dengan percintaan keduanya nanti? When i love him, but him can't love me back, my love...
