Olivia terlihat keluar dari kelasnya untuk bergegas pulang dari sekolahnya, diotaknya sekarang hanya terpikir kasur.
"Pokoknya habis ini harus makan, mandi terus tidur cantik, sekarang ayo cari Dimas" ucapnya pelan lalu bergegas berjalan cepat kearah kelas Dimas.
Namun langkahnya terhenti, dengan cepat dia berjalan lagi kearah kelasnya, bukan, bukan karena barangnya tertinggal, atau juga bukan karena Dimas ada disana, tapi dia teringat
Vano satu kelas dengan Dimas.
Dan itu hal yang akan terus dia hindari sebelum keberangkatannya.
Dim, bisa lo anterin gue balik? Pak Akbar lagi ga bisa anter gue, gue gamau pulang sendiri.
Tulisnya lalu dia kirim pesan tersebut ke Dimas.
Iya tuan puteri:)
Balas Dimas, Oliv tau itu hanya kata-kata ejekan buatnya, tapi ya sudahlah, toh hanya Dimas, lagian juga Oliv tidak keberatan kok diejek manja.
***
Sudah sekitar 15 menit Oliv menunggu diparkiran mobil, namun Dimas tidak kunjung datang, wajahnya sekarang sudah seperti kepiting rebus karena cuaca yang sangat panas.
Dengan kesal Olivia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Dimas namun belum sempat dia menelpon, terdapat pesan masuk diponselnya.
Sorry Liv, gue ga bisa nganterin lo, gue ada urusan, gue udah minta Dylan buat nganterin lo, lo chat dia aja kalo dia masih belom ada. Entar malem gue kerumah lo.
Dengan kesal Oliv memasukkan kembali ponselnya kekantong celananya, sudah lebih dari 15 menit dia menunggu dan lagi, kemana Dylan sih, tidak taukah dia ini sangat panas, rasanya dia ingin menceburkan diri kekolam ikan saking panasnya.
"Oliv, sorry gue lama, tadi gue makan dulu, laper hehehe" ucap Dylan sambil mengeluarkan sengiran khasnya membuat Olivia yang kesal sangat ingin menabok Dylan, namun hal itu dia urungkan karena jika dia melakukannya yang ada nanti dia malah pulang sendiri.
"Oke ayo balik Liv" ucap Dylan
"Dimas kemana sih emangnya, kok dia bilang ada urusan, lo tau nggak urusan apaan?" tanya Olivia bingung.
"Nggak, palingan dia kabur, gamau nganterin lo, gue aja kalo nggak dibayar Dimas juga gamau gue nganterin lo Liv, lo serem sih" ucap Dylan dengan jujurnya membuat Olivia dengan tidak ada kesabaran lagi akhirnya menabok Dylan dengan tidak ada rasa kasihan sama sekali, bodo amat lah pulang sendiri juga no problem.
"Adohhh Liv, apa gue bilang kan LO ITU SEREM" ucap Dylan sambil berteriak keras membuat Olivia ingin menabok Dylan sekali lagi, namun dia mengurungkan niatnya dan lebih memilih menaiki mobil Dylan.
---
"Udah sampe nih tuan puteri, galak" ucap Dylan membuat Olivia menatap sinis kearah Dylan. Namun sekejap ide dikepala Olivia muncul.
"Lan, lo tau nggak kenapa lo ga bisa punya cewek?" tanya Olivia membuat Dylan penasaran.
"Kenapa? Lo tau? Gue aja bingung, padahal gue udah ganteng, perfect lah pokoknya, apa lagi yang kurang sih" ucap Dylan.
"Lo itu kurang.... Ada otaknya" ucap Olivia lalu turun dari mobil, namun sebelum itu, Olivia sudah dengan senang hatinya menjulurkan lidahnya meledek Dylan lalu memasuki rumahnya dengan cepat.
Sedangkan Dylan dengan cepat turun dari mobil sambil memaki Olivia membuat penjaga rumah Olivia marah dan mengusirnya pulang.
***
"Lo mau ngomong apa sih, kenapa harus disini banget?" tanya Dimas ketika Julian dan dirinya baru saja menginjakkan kaki di sebuah cafe dekat sekolahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult Love
Teen FictionApa jadinya jika bukan laki-laki yang mengejar wanita melainkan sebaliknya? Dan lebih parahnya lagi si laki-laki tidak menyukai wanita ini. Apa yang akan terjadi dengan percintaan keduanya nanti? When i love him, but him can't love me back, my love...
