"Eh itu tuh yang kemarin di labrak dan dikerjain oleh Marry CS, gue denger-denger sih, dia ngerebut Stevano dari Marry" ucap seseorang wanita yang bergosip dengan temannya ketika melihat Olivia sedang berjalan kekelasnya pagi ini.
"Iya gue tau, beritanya udah nyebar kali, emang dasaran genit mau gimana lagi, setau gue dia yang emang ngejer-ngejer Stevano dan akhirnya pacaran sama Stevano." Ucap seorang lagi.
"Iya, kasian gue sama Marry, lagian Stevano mau sama cewek cabe-cabean kaya gitu ihh" ucap orang bergosip tadi.
Sudah sedaritadi Olivia mendengar berbagai macam cerita tak benar tentang dia, iya emang sih dia ngejer-ngejer Stevano dulu, tapi mengenai dia yang ngambil Stevano dari Marry itu salah besar, yang ada malah dia yang disiksa oleh Marry, apalagi sih yang diceritakan si nenek lampir rempong itu sampai satu sekolah geger ngejekin Olivia.
Belum lagi diejek dengan kata-kata yang membuat Olivia kesal setengah mati, genit lah, cabe lah, ahh pagi inu Olivia kesal sekali.
Karena tak ingin mendengar lebih banyak omongan lagi akhirnya Olivia memilih mempercepat langkah kakinya agar sampai dikelasnya.
***
Bel istirahat sudah berbunyi, Olivia dan Liana sedang berjalan kearah kantin namun mereka dicegat oleh beberapa perempuan.
"Eh lo cabe, duh masih hebat aja lo padahal udah digosipin satu sekolah" ucap seorang perempuan bernama Bella, dia merupakan salah satu geng Marry, namun terlihat tidak ada Marry disana.
"Lo siapa ya, gue ga kenal lo, minggir deh mending" ucap Olivia kesal.
"Wah, merasa hebat banget lo ya. Udah dikerjain juga kemarin, masih kurang emang?" Ucap Bella.
"Ga usah kehebatan ya lo, beraninya keroyokan aja, berdua sama gue sini, baru hebat" ucap Olivia menantang.
"Alah, belagu banget lo, untung kemarin di selametin Stevano lo, kalo enggak abis kali lo sama kita" ucap Bella.
"Udah deh males gue bedebat sama lo, mending minggir, gue laper" ucap Olivia.
"Nih anak emang ga ada takut-takutnya, gu..." ucapan Bella terhenti.
"Ngapain lagi sih lo pada, masih kurang hukumannya?" Tanya Stevano yang baru datang bersama teman-temannya yang ingin kekantin namun melihat Olivia dan Liana yang dicegat.
"Ngapain lagi mereka?" Tanya Stevano kepada Olivia.
"Ga tau tuh, ribet, pake ngancem gue, udah disuruh minggir masih aja" ucap Olivia.
"Lo pada sekali lagi gangguin Olivia liatin lo, bilang ke Marry, gosip yang dia buat bagus banget, jadiin novel pasti laris" ucap Stevano.
"Udah Van, ga usah di urusin lagi" ucap Olivia menarik Stevano dan Liana sedangkan teman-teman Stevano mengikuti dibelakang, meninggalkan geng Bella yang terdiam.
"Awas aja ya lo, gue geram banget, entar pulang sekolah kita kerjain lagi" ucap Bella dan disetujui oleh teman-temannya.
***
Bel pulang sekolah sudah berbunyi 15 menit yang lalu, sekolah sudah mulai sedikit sepi sekarang.
Olivia dan Liana sedang berdiri di parkiran mobil. Olivia menunggu Stevano sedangkan Liana menunggu mamanya menjemput.
Tak berapa lama pun Liana dijemput oleh mamanya.
"Gue duluan ya Liv, bye" ucap Liana sambil melambaikan tangan kearah Olivia.
"Iya, hati-hati, bye" ucap Olivia.
Tiba-tiba ponsel dirok Olivia bergetar tanda ada yang menelpon.
"Dimana sih Van?" Ucap Olivia.
"Gue baru keluar kelas nih, sorry Liv, ini udah otw ke parkiran kok, tunggu ya" ucap Stevano.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult Love
Teen FictionApa jadinya jika bukan laki-laki yang mengejar wanita melainkan sebaliknya? Dan lebih parahnya lagi si laki-laki tidak menyukai wanita ini. Apa yang akan terjadi dengan percintaan keduanya nanti? When i love him, but him can't love me back, my love...
