Malam ini Olivia terlihat cantik, dengan rambut urainya dan baju lengan panjang berwarna birunya, sederhana namun terlihat cantik dan manis.
Kemarin entah ada angin apa Dimas baik padanya dan bilang mau mentraktirnya makan malam, suatu kebahagiaan tersendiri bagi Olivia karena memang selama ini Dimas jarang sekali melakukannya.
Keluarga Dimas itu kaya raya, Ayah Dimas tiap hari bekerja dan berangkat keluar negeri. Dirumahnya hanya ada pembantu yang menjaganya, sedangkan Ibu Dimas sudah meninggal ketika Dimas berumur 10 tahun. Dan Dimas sangat terpuruk pada saat itu, dan bersyukurnya Olivia tiap hari datang kerumah Dimas saat itu untuk menghiburnya. Mungkin itu alasan mengapa Dimas sangat menyayangi Sepupunya satu itu.
Setelah dia merasa siap dan sudah cukup rapi Olivia pun keluar dari kamarnya, tak lupa sebelum itu dia mengambil tas kecilnya diisi dengan dompet dan iPhone berwarna grey nya.
Diluar sudah ada Dimas yang sedang ngobrol dengan ayah dan ibu Olivia. Maklum lah, bagi orangtua Olivia, Dimas adalah keponakan yang paling disayang.
Bahkan ibu dan ayahnya pernah bilang kepada Olivia kalau Dimas itu sudah seperti anak mereka sendiri.
Tanggapan Olivia? Dia senang, lagipula Dimas sangat sayang kepadanya, Dimas sudah dia anggap seperti Kakak kandungnya sendiri, bahkan Dimas pernah bilang jika Olivia itu adalah Sepupu kesayangannya dengan bangganya. Lucu memang hubungan mereka, tapi bagi orang lain, itu suatu keirian.
Dimas itu menurut Olivia sangat baik, walau terkadang overprotective padanya. Dulu pernah sekali, sewaktu SMP ada laki-laki yang menyukai dan mencoba mendekati Olivia, dan Dimas langsung bertindak, dia akan mengerjai cowok itu sampai dia ketakutan sendiri untuk mendekati Olivia.
Tanggapan Olivia? Dia sebenarnya marah, tapi yang dilakukan Dimas ada baiknya menurut Olivia, dia bahkan sempat bersyukur, karena dia juga tidak menyukai cowok itu dan sedikit merasa risih. Tapi dia juga tidak mau Dimas sampai melakukan hal itu terus bukan? Jadi dia juga akan menegur Dimas jika memang Dimas sudah kelewat batasnya.
Dan memang benar, Dimas pernah di skors hampir 2 minggu karena mengerjai cowok yang mendekati Olivia sampai dia demam 5 hari tidak masuk sekolah. Bagaimana tidak? Dimas bersama teman-temannya menceburi cowok itu kekolam ikan sekolahnya serta tas anak itu digantung di tiang bendera sekolah. Dan hal ini membuat Olivia jengah.
Dan karena hal itu setelah masuk SMA Olivia membuat perjanjian dengan Dimas kalau Dimas tidak boleh lagi membully ataupun memberitahukan kepada semua teman sekolahnya jika mereka sepupuan. Jika tidak Olivia tidak akan mau berbicara atau bertemu Dimaa lagi. Dan akhirnya Dimas menyetujuinya.
Namun memang dasar Dimas mulutnya tidak bisa dijaga dan akhirnya Stevano dan teman-temannya tahu bukan. Tapi Olivia tidak marah, lagipula Dimas juga menepati janji nya tidak membully orang yang mendekatinya lagi dan perjanjian mereka sebenarnya tidak batal bukan? Karena teman sekolahnya juga masih tidak tahu.
"Dimas, ayo jalan, gue udah nih" ucap Olivia sambil melihat jam ditangannya.
"Yehh, lo yang lama juga, gue udah daritadi nungguin, untung ada om sama tante, kalo enggak gue pasti udah lumutan" ucap Dimas kesal.
"Hehe, sorry bro, okey let's go!! " ucap Olivia lalu pamit dengan orangtuanya.
Setelah itu mereka keluar rumah dan memasuki mobil Dimas.
"Cepet ya Dim, gue laper banget." Ucap Olivia.
"Yehh si kampret dikira gue bank dan sopir kali ya." Ucap Dimas.
"Ah Dimas bacot deh, cepetan kenapa" ucap Olivia sambil menoel-noel pipi Dimas.
"Ah gue mutilasi juga lo" ucap Dimas lalu mulai melajukan mobilnya.
"Gue laporin ke Om Sonny lo mau mutilasi gue, entar gue yakin duit jajan lo bakalan dikurangin" ucap Olivia mengancam.
"Yeeehh ga bisa diajak bercanda nih anak, mainnya ngancem doang lo" ucap Dimas membuat Olivia terkekeh.
Memang Dimas itu takut jika mengerjai Olivia, apalagi jika sampai membuat Olivia menangis.
Pasalnya ayah Dimas sangat menyayangi Olivia dan dipastikan jika sudah sampai Olivia mengaduh kepada ayahnya maka habislah uang jajan dan fasilitas Dimas. Semuanya akan disita.
"Gue paling males kalo ngancemnya pake bokap, gue kadang bingung, yang anaknya itu gue apa lo sih, mendingan kita tukeran orangtua aja yuk Liv, seru tuh kayanya" ucap Dimas
"Yehh Dimas bego sih, gue laporin ke Om Sonny loh kalo lo mau minta tukeran orangtua." Ucap Olivia membuat mulut Dimas langsung terkatup rapat.
"Sering-sering deh Dim nurut sama gue, hahaha" ucap Olivia, sedangkan Dimas hanya memutar bola matanya malas.
"Udah sampe, lo langsung cari tempat duduk aja, gue mau ketoilet dulu." Ucap Dimas.
"Mana dompet lo sini, jaga-jaga kalo misalnya lo kabur gitu." Ucap Olivia.
"Yehh gak percayaan banget sih sama gue" ucap Dimas lalu merogoh kantong celana jeansnya lalu mengambil dompetnya dan menyodorkannya ke Olivia.
"Kan jaga-jaga, entar kaya waktu itu lagi, kalo lo kabur gue bakalan pesen makanan banyak-banyak dan mahal-mahal terus bakalan gue abisin duit di atm lo" ucap Olivia.
"Iya nyet! Bawel banget lo" ucap Dimas lalu mulai beranjak pergi dan selanjutnya Olivia mulai mencari tempat duduk yang dikiranya nyaman.
Setelah sampai ditoilet, Dimas langsung mengeluarkan ponselnya dan menelpon Stevano.
"Halo, dimana lo Van?" Tanya Dimas.
"....."
"Oke, gue tunggu, cepetan" ucap Dimas lagi.
***
Olivia sudah memesan makanan untuk dirinya, sudah hampir 20 menit Dimas tidak juga menghampirinya. Kemana sih si monyet itu.
"Liatin aja kalo 10 menit lagi ga dateng bakalan gue kuras abis isi atmnya" umpat Olivia kesal.
"Olivia?" Ucap seseorang.
"Ngapain lo disini?" Tanya Olivia terkejut.
Stevano lalu duduk dikursi dihadapan Olivia.
"Gue disuruh Dimas dateng, lo?" Ucap Stevano.
"Gue diajakin Dimas makan. Tadi dia ada kok, tapi dia ketoilet tadi, tapi sampe sekarang ga balik-balik" ucap Olivia kesal.
Setelah mendengar jawaban Olivia, Stevano akhirnya mengerti dengan tindakan Dimas ini.
"Liv, gue..." ucapan Stevano terhenti.
"Entar aja Van, mending makan dulu" ucap Olivia menghentikan ucapan Stevano.
"Okey."
***
Dilain tempat, Dimas yang masih ditoilet mendapatkan pesan singkat
From: Olivia.
Liatin lo, abis atm lo sama gue, gue bakalan laporin ke Om Sonny kalo lo ninggalin gue direstaurant. :)
Setelah membaca pesan singkat dari Olivia mendadak wajah Dimas pucat.
Dan sekarang dia menyesal sudah melakukan hal ini hanya demi siiblis Olivia.
"Untung sepupu kesayangan, kalo enggak, behhhhhh" ucap Dimas lalu keluar dari toilet dan meninggalkan Restaurant dan Olivia.
Gue bawaannya greget sama nih cerita, jadi gue buat lagi deh, oke kali ini gue ga bakalan update smpe hri jumat ya guys karena uts.
9 Oktober 2016.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult Love
Teen FictionApa jadinya jika bukan laki-laki yang mengejar wanita melainkan sebaliknya? Dan lebih parahnya lagi si laki-laki tidak menyukai wanita ini. Apa yang akan terjadi dengan percintaan keduanya nanti? When i love him, but him can't love me back, my love...
