Siang itu, Olivia berjalan santai kearah mobilnya yang terparkir dihalaman rumahnya.
Ya, dia akan bertemu dengan Vano siang ini. Mungkin putus dengan Vano adalah hal yang tepat untuk saat ini menurutnya, tidak mungkin kan dia terus-terusan sedih sedangkan Vano bersenang-senang ria dengan mantannya dan terus menyakitinya.
"Jangan bego Liv, lo pasti bisa tanpa dia" ucapnya dalam hati sambil meyakinkan diri sendiri.
***
Setelah sampai di sebuah cafe, Olivia pun mulai memesan minuman untuknya dan mulai mencari tempat yang nyaman untuknya dan Vano mengobrol.
Cafe ini adalah cafe yang sering dia dan Vano datangi dulu. Mungkin setelah hari ini, Oliv tidak akan mau lagi datang ke sini, terlalu banyak kenangan dia dan Vano disini.
---
Sekitar 20 menit Oliv sudah menunggu disini, namun orang yang ditunggunya tak kunjung datang, dengan kesal Oliv mulai menekan tombol dihpnya untuk menelpon Vano.
Namun belum sempat dia menekan tombol berwarna hijau itu, seseorang wanita dengan dress berwarna biru muda duduk dikursi kosong dihadapan Olivia.
Olivia yang heran mulai mengangkat kepalanya dan dia terkejut melihat Catherine yang datang.
"Ngapain lo disana?" ucap Olivia sinis.
"Santai dong Liv, lo mau nemuin cowok gue mana mungkin gue kasih kali" ucap Catherine sambil tersenyum pelan.
"Jadi lo yang bales chat Vano ke gue kemarin?" ucap Olivia kesal.
"Siapa lagi? Vano? Gamungkin lah dia mau bales chat dari lo, bahkan dia mutusin lo aja lewat chat kan? Bego banget sih Liv, dia itu ga suka sama lo, mungkin lo itu cuma pelampiasan dia aja, karena gue lagi ga sama dia kemarin-kemarin" ucap Catherine santai.
"Eh cewek gatel, lo itu emang gaada bener-benernya ya, dulu lo malah selingkuhin dia, terus sekarang kenapa lo malah ngerusak hubungan gue yang lagi baik-baiknya sama Vano" ucap Olivia kesal.
"Udah lah Liv, mending lo ga usah ikut campur urusan gue, dan lupain Vano, dia aja gamau bales chat lo, apalagi ketemu sama lo" ucap Catherine.
"Dan satu lagi, sebaiknya lo jangan cari-cari cowok gue lagi, kalo emang lo gamau jadi cewek gatel kaya gue" ucap Catherine sambil tersenyum sinis lalu pergi dari cafe tersebut.
"Bahkan ketemu gue aja gamau Van? Lo kenapa gini sih sekarang, kayanya bener, gue emang harus ngelupain lo tanpa harus putus baik-baik sama lo" ucap Olivia.
***
Dengan kesal Olivia mulai memasuki rumahnya dan membanting pintu dengan keras, semua karena Vano, lelaki brengsek itu!!
"Sayang, kenapa kamu banting-banting pintu gitu sih, mama kaget tau nggak?" ucap wanita paruh baya yang sedang duduk di ruang tamu bersama suaminya.
"Mama, papa, kapan pulang? Aku kangen" ucap Olivia sambil berlari kearah mama dan papanya itu dan memeluk nya bergiliran.
"Tadi siang, oh iya, mama sama papa mau bilang sesuatu sama kamu Liv" ucap Papanya.
"Mama sama papa pulang cuma sebentar, mulai 2 hari kedepan mama sama papa akan ke Amerika buat membuka cabang perusahaan papa. Dan itu akan membutuhkan waktu yang lama" ucap Papanya.
"Jadi aku bakal ditinggal lagi?" tanya Olivia.
"Karena ini akan memakan waktu hampir 1 tahun lebih, makanya papa sama mama mau ngajak kamu Liv, kamu mau ikut papa sama mama atau mau tetep disini? Semua tergantung kamu Liv" ucap Mamanya.
"Oliv bingung ma, biar Oliv pikirin dulu" ucap Olivia.
"Iya, pikirin yang bener ya, mama pengen kamu ikut, karena mama gabakalan tahan kalo jauh dari kamu apalagi sampe 1 tahun lebih Liv" ucap Mamanya itu.
***
"Dim, gue galau" ucap Olivia ketika dia dan Dimas sedang bersama dikamar Oliv.
Setelah mendapat kabar dari mama dan papa nya, Olivia dengan cepat menelpon Dimas dan menyuruhnya kesini.
"Galau apalagi sih Liv, banyak galau ya idup lo akhir-akhir ini" ucap Dimas kesal.
"Mama sama Papa mau ke Amerika 2 hari lagi" ucap Olivia.
"Serius lo? Terus? " tanya Dimas.
"Mereka mau ngajak gue, tapi gue bingung mau ikut atau nggak" ucap Olivia bingung.
"kalo lo ikut terus sekolah?" tanya Dimas.
"Kata papa sih gue bakal langsung lulus dan kuliah disana kalo gue ikut" ucap Olivia.
"Gue juga tadi siang ngajak Vano ketemuan" ucap Olivia.
"Apa? Dan lo ga ngomong ke gue Liv" ucap Dimas.
"Ini gue lagi ngasih tau lo nyet" ucap Olivia ikut kesal.
"Dia gimana jadi?" ucap Dimas penasaran.
"Dia ga dateng, gue ngajak dia itu semalem, tapi ternyata yang ngebales chat dia semalem dan yang dateng tadi itu si Catherine, bukan dia" ucap Olivia.
"Gila, anjing abis tu anak, dulu dia nggak sebrengsek ini, Ah! Kesel banget gue" ucap Dimaa.
"Gue pengen ngelupain dia Dim, tapi gatau kenapa ga bisa, gue pengen ikut mama sama papa, tapi gue yakin gue bakal kangen banget sama dia dan lo juga" ucap Olivia.
"Mau nggak lo ikut gue ke Amerika aja Dim, selama ini cuma lo yang bisa ngejagain dan sama-sama gue, kalo lo nggak ada gatau lagi deh gue bakalan jadi apa, jadi please ikut gue ya" ucap Olivia.
"Tenang aja Liv, apa sih yang nggak buat lo, lumayan kan bisa dapet cewek bule, gue bakal ngomong ke mama dulu tapi" ucap Dimas membuat Olivia menepok kepala Dimas
"Cewek lo gimana kalo lo ikut gue ya? Gue lupa" ucap Olivia.
"Gue udah putus sama dia Liv, jangan membuka luka lama Liv" ucap Dimas mendramatisir.
"Gila, belom 2 bulan ya lo pacaran sama dia bego" ucap Olivia kesal.
"Dia mutusin gue, mau gimana lagi" ucap Dimas.
"Oke terserah lo deh ya, gue udah bilang ke papa kalo gue mau ikut asalkan lo juga ikut, jadi papa kayanya bakalan ngomong ke tante Karin kalo lo bakalan ikut gue, jadi pasti diizinin" ucap Olivia.
"Lo yakin mau ikut kan Dim? Gapapa lo ninggalin orang-orang disini?" tanya Olivia pelan.
"Lo tenang aja Liv, gue disini juga karena ada lo, kalo gaada lo gabakalan seru, jadi mending gue ikut lo" ucap Dimas membuat Olivia terharu.
"Jadi pengen nangis gue, kok bisa ya lo gaada pacar Dim, padahal muka oke, romantis juga iya, kurang apa lagi sih sepupu gue ini" ucap Olivia.
"Ga usah bacot deh ya Liv, gue tau lo sebenernya mau ngatain gue" ucap Dimas kesal.
"Gue muji lo bego, ah udahlah, capek ngomong sama lo" ucap Olivia kesal.
"Lo tenang aja Liv, gue bakalan jagain lo sebisa gue, lo udah kaya adik kandung gue dan gue sayang banget sama lo, gue tau lo ikut mama lo itu karena lo gamau ketemu dia lagi, dan bakal gue jamin lo dia gabakalan nyakitin lo lagi" ucap Dimas.
Hello guys, sorry gue lama update ya, gue lagi sibuk nih, oh iya, mungkin sekitar 2 part lagi DL bakalan selesai, yeay, ditunggu aja ya! Thanks.
19 Maret 2017.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult Love
Teen FictionApa jadinya jika bukan laki-laki yang mengejar wanita melainkan sebaliknya? Dan lebih parahnya lagi si laki-laki tidak menyukai wanita ini. Apa yang akan terjadi dengan percintaan keduanya nanti? When i love him, but him can't love me back, my love...
