Semakin hari hubungan Olivia dan Stevano semakin membaik dan mereka sudah seperti pasangan pada umumnya.
Namun, setelah 2 hari yang lalu, Stevano kembali berubah menjadi dingin dan irit ngomong seperti biasanya, bahkan lebih parah.
"Li, gue mau curhat" ucap Olivia yang baru saja kembali dari kantin bersama Liana.
"Curhat apaan lagi sih? Kayanya idup lo ribet banget yaa" ucap Liana sambil tertawa.
"Yeee, jahat banget sih" ucap Olivia sambil mengerucutkan bibirnya.
"Iya deh, apaan, mau ngomong apaan? Cepet deh" ucap Liana.
"Stevanoo, dia nyuekin gue mulu dari 2 hari yang lalu, sampe disekolah aja ga pernah negur gue, kalo gue deketin dia kaya risih gitu, kan gue bingung, padahal gue ga ngapa-ngapain, gue ga tau apa salah gue" ucap Olivia sedih.
"Apa dia udah ga suka gue lagi ya?" Tanya Olivia.
"Coba lo pikir-pikir lagi deh, mana tau emang lo ada salah sama dia" ucap Liana menasehati.
"Nggak kok, udah dari kemarin gue mikir sampe otak gue rasanya mau meledak tapi gue yakin gaada salah sama dia" ucap Olivia.
"Ga mungkin lah tiba-tiba dia gitu, coba lo datengin dia, tanyain kenapa dia gitu. Biar jelas" ucap Liana.
"Tapi gue takut dia marah, terus kita putus, terus.... ahhhhh ga mauu" ucap Olivia heboh sendiri.
"Liv bisa selow kan ngomong nya, ga slow banget sih jadi cewek" ucap Liana kesal.
"Oke, hahaah, jadi gimana Li? Gue butuh saran dari lo" ucap Olivia.
"Mending lo datengin dia, ngomongin baik-baik, ga usah takut, entat gue temenin, yang penting lo tanya dia" ucap Liana meyakinkan.
"Bener ya lo temenin?" Ucap Olivia.
"Iya, bawel deh" ucap Liana.
"Entar pulang sekolah aja, sekarang lo chat dia" ucap Liana lagi.
"Oh oke." Ucap Olivia sambil mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan untuk Stevano.
To: Vano.
Van, kita ketemuan di belakang sekolah entar pulang sekolah, harus dateng!
Setelah mengirim pesan tersebut akhirnya Olivia dan Liana memilih keperpustakaan untuk meminjam buku.
***
Bel pulang sekolah sudah berbunyi 30 menit yang lalu, Olivia dan Liana yang sudah menunggu Stevano daritadi sama sekali tidak melihat batang hidung Stevano sama sekali.
"Kayanya dia emang marah sama gue Li, dia ga dateng" ucap Olivia sudah menyerah.
"Yaudah coba lo telpon lagi deh" ucap Liana.
"Udah daritadi gue telpon tapi dia ga ngangkat" ucap Olivia kesal, sudah lebih dari 10 kali dia menelpon Stevano tapi sama sekali tidak diangkat.
Namun tiba-tiba seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.
"Sayang, mama udah daritadi nungguin kamu, kemana aja sih?" Tanya wanita paruh baya itu kepada anaknya.
"Ma, maaf aku lupa kasih tau mama, aku tadi nemenin Olivia ma" ucap Liana yang panik karena sudah membuat mananya menunggu, memang tadi setelah bel pulang berbunyi, Olivia dengan semangatnya menarik Liana ke belakang sekolah untuk bertemu Stevano, dan akhirnya Liana lupa mengabari mamanya.
"Halo tante" ucap Olivia menyapa.
"Oh, hai Olivia ya?" Ucap mamanya Liana.
"Iya tante, maaf ya tante buat tante nunggu, tadi emang aku sepulang sekolah langsung narik Liana kesini, jadi dia lupa ngabarin tante, maaf ya tante" ucap Olivia ramah.
"Iya gak apa-apa kok, yaudah ayo kita pulang Li" ucap mamanya.
"Maaf ya Liv, gue harus balik sekarang karena gue ada acara keluarga, makanya mama gue jemput" ucap Liana menyesal.
"Iya gak apa kok Li, kan dia juga ga dateng, gue juga mau pulang ini" ucap Olivia.
"Lo telponin terus dia, sampe dia angkat, jangan nyerah oke? Besok gue temenin lo lagi" ucap Liana.
"Iya iya, bawel deh, udah mending lo balik" ucap Olivia lalu tersenyum kearah Liana agar tidak membuat Liana cemas padanya.
"Yaudah, gue balik ya, bye" ucap Liana.
"Oke bye" ucap Olivia.
"Tante pulang dulu ya Liv, kamu hati-hati, oh kalo nggak tante anterin kamu juga deh" ucap Mamanya Liana.
"Ga usah tante, aku dijemput kok, hehe" ucap Olivia.
"Oh yaudah, pulang dulu ya" ucap mamanya Liana.
"Iya tante, hati-hati" ucap Olivia
***
Setelah kurang lebih 20 menit menunggu sopirnya menjemputnya namun masih saja Olivia belum dijemput, dia sudah lelah menunggu.
Namun tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Maaf non, ban mobilnya kempes, jadi ga bisa jemput non, maaf ya non
Begitulah pesan yang dikirim oleh sopir keluarganya dan menambah kesialan dihari Olivia dan semakin membuat Olivia kesal dan jengkel.
Dengan cepat dia memasukkan kembali ponselnya kedalam tas dan mulai berjalan kearah gerbang keluar sekolah.
Namun tiba-tiba sebuah motor ninja menghampirinya dan berhenti didepannya.
"Naik" ucap Stevano.
Melihat Stevano membuatnya semakin kesal, bisa-bisanya dia masih disekolah tapi diajak bertemu tapi dia malah tidak datang.
Olivia hanya diam ditempat.
"Naik Olivia" ucap Stevano lagi.
Olivia masih diam dan ingin beranjak pergi dari sana namun tangannya ditarik oleh Stevano.
"Gue bilang naik ya naik" ucap Stevano menarik pelan tangan Olivia dan dengan kesal Olivia mulai naik kemotor Stevano.
Setelah Olivia naik dengan kecepatan sedang Stevano melajukan motornya.
"Gue mau ngomong sama lo, dan gue harap lo jangan ngindarin gue lagi kali ini" ucap Olivia setengah berteriak agar Stevano mendengarnya.
"Van, gue serius kali ini, gue pengen tau kenapa lo nyuekin gue mulu" ucap Olivia lagi karena Stevano masih tak menghiraukan ucapannya.
"Van, gue udah mikir dari kemarin dan gue masih ga tau apa salah gue sampe lo.... eh ini bukan jalan kerumah gue, mau kemana?" Tanya Olivia setelah melihat Stevano membelokkan motornya kearah berlainan dari arah rumahnya.
"Diem aja bisa ga sih Liv" ucap Stevano lalu menambah kecepatan motornya.
Olivia kini mulai diam dan memeluk pinggang Stevano karena dia mulai takut karena Stevano terus menambah kecepatan motornya.
Hai, gue baru update nih, sorry banget ya.
Semoga respon kalian sama cerita ini bakal lebih banyak ya, karena gue lagi jenuh-jenuhnya buat story karena kalian pada ga banyak respon cerita-cerita gue.
But, buat yang sudah vote+comment cerita gue sampe sejauh ini thankyou yaa.
2 November 2016.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult Love
Teen FictionApa jadinya jika bukan laki-laki yang mengejar wanita melainkan sebaliknya? Dan lebih parahnya lagi si laki-laki tidak menyukai wanita ini. Apa yang akan terjadi dengan percintaan keduanya nanti? When i love him, but him can't love me back, my love...
