T I G A P U L U H T I G A

79K 3.6K 135
                                        

Pagi ini Olivia mulai kembali masuk sekolah setelah 2 hari dia absen karena demamnya.

Sebenarnya itu hanya alasan, alasan untuk menghindar dari Stevano, alasan untuk tidak melihat wajah Stevano.

Tapi disatu sisi dia rindu Stevano nya, Vano yang suka berkelahi dengannya, Vano yang dingin tapi bisa sangat baik padanya, tapi itu hanya kenangan sekarang.

Yang tidak dia habis pikir itu, entah mengapa Vano bisa seperti ini padanya, padahal beberapa hari yang lalu Vano biasa saja, tapi sekarang semua berubah drastis.

Dan mungkin penyebabnya dikarenakan wanita itu kembali, Catherine, mantan Stevano.

"Lo jangan ketemu ataupun ngobrol dengan Vano, bisa Liv?" ucap Dimas ketika mereka baru saja sampai disekolah bersama.

"Iya" ucap Olivia menurut.

"Gue ke kelas dulu, istirahat entar gue kekelas lo, pokoknya gue bakal usahain lo ga ketemu ataupun berinteraksi dengan Vano, oke?" ucap Dimas, sedikit posesif memang, tapi Olivia tau, Dimas hanya khawatir padanya dan dia tidak mau membantah Dimas hanya karena lelaki brengsek itu, tidak lagi.

"Iya, oke" ucap Olivia lalu mulai berjalan berpisah dengan Dimas lalu dia memasuki kelasnya.

Dikelas Olivia bertemu Liana, memang sudah sangat jarang dia berinteraksi dengan Liana, karena memang Liana bilang kepadanya tidak mau menjadi obat nyamuknya dengan Vano, hanya ketika dikelas saja mereka bersama.

"Oliv, gue kangen, kenapa ga masuk sih dari kemarin?" tanya Liana membuat Olivia hanya mengeluarkan cengirannya.

"Gue khawatir sama lo bego" ucap Liana.

"Gue putus" ucap Olivia membuat Liana melototkan matanya tak percaya.

"Serius lo? Kenapa bisa? Lo berdua yang kemana-mana selalu berdua, bisa putus? Boong kan lo pasti, ini bukan bulan april kan?" ucap Liana heboh sendiri.

"Bego, ngapain gue boong sama lo, dia selingkuh, gue ngeliat dia ketemuan sama mantan dia dihari Valentine, dia kasih mantannya bunga, bahkan gue yang pacarnya ga dia kasih apa-apa." ucap Olivia.

"Ga, ga mungkin, lo salah liat kali, salah paham doang kali, ga mungkin lah dia gitu, lo udah denger penjelasan dia emang?" ucap Liana membuat Olivia diam. Memang dari kemarin dia tidak mendengar atau pun bertemu sama sekali dengan Vano, bahkan Vano yang salah saja tidak ada niat untuk menjelaskan apapun padanya.

"Dia bahkan dari hari itu ga pernah ngehubungin atau ngajak gue ketemuan, kalo emang dia ngerasa dia nggak bersalah harusnya dia mencoba ngejelasin atau sekedar ngajak gue ketemuan, ya seengaknya ada usaha lah, tapi ini nihil, sama sekali gaada" ucap Olivia mencoba untuk tenang

"Sorry gue ngebelain dia mulu Liv, gue ga maksud, gue tetep ngedukung lo kok, lo yang sabar ya, mending kita jalan-jalan aja buat ngehibur lo" ucap Liana.

"Iya oke, entar balik aja ya" ucap Olivia.

***
"Vano ga masuk sekolah hari ini" ucap Dylan ketika dia memasuki kantin dan duduk disamping Liana.

Mendengar nama itu membuat Olivia terdiam, kenapa dia nggak masuk? Apa dia sakit? Apakah parah, dia ga kaya didrama-drama kan sakit parah terus sengaja nyakitin pemeran utama cewek karena dia tau bakalan mati cepet dan takut ngebuat si cewek sedih?

Dimas yang melihat wajah Olivia menegang membuatnya sedikit khawatir. Dia hanya merutuki kebodohan sahabatnya satu itu.

Mata Dimas sudah menatap tajam kearah Dylan membuat Dylan merasa bersalah dan mulai duduk dengan diam disamping Liana.

Difficult LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang