D U A P U L U H

113K 4.8K 36
                                        

Setelah selesai makan, mereka pun keluar dari restaurant tadi.

"Lo tadi dateng sama Dimas kan?" Tanya Stevano.

"Iya" ucap Olivia.

"Biar gue anterin." ucap Stevano.

"Gapapa Van, ga usah, gue naik taksi aja, rumah kita ga searah juga kan, entar lo muter jauh lagi" ucap Olivia.

"Udah, masuk!" Ucap Stevano menarik Olivia lalu membukakan pintu untuk Olivia, Olivia hanya pasrah dan memasuki mobil.

Didalam mobil mereka hanya diam, yang terdengar hanya bunyi lagu dari radio yang terputar dari mobil Stevano.

Kecanggungan melingkupi mereka, dan Olivia merutuki waktu yang terasa sangat lama, dan juga merutuki Dimas karena sudah meninggalkannya dan karena membawanya ke restaurant yang jauh dari rumahnya.

Setelah 15 menit kemudian akhirnya mereka sampai dirumah Olivia.

Stevano kemudian memberhentikan mobilnya.

Mereka pun terdiam sekitar 5 menit.

"Ehm, gue masuk ya" ucap Olivia bersiap membuka pintu.

'Sekarang atau gak sama sekali Van' ucap Stevano dalam hati.

"Bentar" ucap Stevano menarik tangan Olivia agar tidak beranjak dari kursinya.

Olivia yang sudah membuka pintu mobil akhirnya menutupnya kembali karena terkejut dengan cegatan ditangannya tadi.

"Kenapa?" Tanya Olivia bingung sekaligus gugup karena sekarang Stevano sedang menatapnya.

"Denger ya, gue cuma ngomong sekali dan gak ada pengulangan." Ucap Stevano.

"Gue suka lo, gue gatau sejak kapan. Gue ngerasa kalo gue ga sanggup jauh dari lo, atau lebih tepatnya gue ga mau jauh dari lo, gue cemburu waktu denger lo dideketin oleh cowok lain, setelah denger omongan lo kemarin rasanya gue bener-bener bodoh dan gue nyesel udah ngomong ke lo buat ga suka sama gue, gue tau gue bodoh, dan gak peka, dan bisa dibilang mati rasa, tapi gue bener-bener suka lo sekarang, jadi apa masih bisa lo nerima cowok bodoh dan ga peka ini dan ngasih dia kesempatan kedua?" Tanya Stevano membuat Olivia melongo dan wajahnya sudah terlihat seperti orang bodoh sekarang.

Namun yang dipermasalahkan oleh Stevano sekarang bukanlah ekspresi Olivia, melainkan tanggapan Olivia tentang pernyataan cintanya, ais rasanya Stevano ingin menengelamkan diri disungai terdekat sekarang.

"Hei, stop ngebuat ekspresi kaya gitu, apa jawaban lo?" Tanya Stevano membuat Olivia dengan cepat mengganti ekspresinya.

"Ehem, lo buat jantung gue kaya mau copot tau nggak sih?" Ucap Olivia.

"Lo hebat buat orang bisa ngeganti mood dengan cepat Van, gue salut" ucap Olivia.

"Thanks" ucap Stevano sambil terkekeh kecil.

"Gue...." ucapan Olivia terhenti ketika seseorang mengetuk pintu kaca mobil sport Stevano dari luar.

"Oliviaaa, Livvvv" ucap Dimas, orang yang menganggu suasana itu.

"Apaan sih Dim, lo ganggu banget tau nggak sih" ucap Stevano yang dengan kesal membuka kaca jendela mobilnya.

"Heheh, sorry Van, gue dateng disaat yang ga tepat ya? Gue cuma mau minta dompet gue dari Olivia karena gue udah mau balik, Liv balikin dong dompet gue" ucap Dimas.

"Apaan sih, gue kan udah bilang kalo atm sm dompet lo udah jadi milik gue karena lo udah ninggalin gue disana, udah deh ga usah nganggu" ucap Olivia.

"Yahh Liv, entar gue digorok bokap jir, duit gue diatm semua, mau makan apaan coba gue kalo gaada atm" ucap Dimas memelas.

"Bacot deh, lo biasa juga kerumah gue buat makan, ga usah alasan" ucap Olivia.

"Yah elahh Liv, gue itu ninggalin lo buat bantuin kalian buat baikan, lo malah nyiksa gue, anjir banget sih" ucap Dimas kesal.

"Udah ga usah melas, nih gue balikin, oh iya sorry ya, gue pake duit lo sekitar 5 juta tadi buat beli something. Thanks btw" ucap Olivia lalu menutup kembali jendela mobil Stevano sambil tertawa lepas.

"Gak lagi-lagi deh gue campurin urusan orang, mulai sekarang bodo amat aja udah bagus!" Ucap Dimas lalu mengambil motornya lalu meninggalkan rumah Olivia.

***
"Wihh, akhirnya jadian beneran lo, PJ nya ya jangan lupaaa" ucap Dylan menepuk bahu Stevano.

"Dim, mau makan apaan? Gue bayarin, bebas pesen apaan aja" ucap Stevano.

"Serius? Wahhhh, makasih Stevano ku sayang, ga sia-sia usaha gue" ucap Dimas lalu beranjak dari kursi dipojok kantin untuk memesan makan, namun sebelumnya dia sudah mengambil dompet Stevano terlebih dahulu sebelum berjelajah kesegala arah kantin untuk memesan makanan, memang Dimas adalah orang yang tidak akan membuang kesempatan dengan sia-sia.

"Wihh, gimana ceritanha tuh bisa jadian? Ceritain kamprett" ucap Brandon.

Flashback On.

"Gue belum bisa percaya lo udah move on dari dia Van" ucap Olivia menunduk.

"Gue tau lo ga percaya Liv, tapi gue bener-bener udah ga suka sama dia lagi, dia cuma masa lalu gue." Ucap Stevano.

Olivia terdiam sejenak, dia sedang berpikir. Dia tidak mau Stevano sampai menyakitinya lagi, tapi hatinya mengatakan lain, dia juga ingin setidaknya percaya dengan Stevano lagi.

"Kayanya susah ya Liv buat percaya sama gue, gue tau udah buat lo sakit hati, gue sadar kok, oke gue gabakalan paksa lo lagi kok, yang penting kita bisa temenan udah cukup kok buat gue, yang penting lo jangan ngejauh dari gue, gue...." ucapan Stevano terputus.

"Gue mau jadi pacar lo lagi kok Van, sorry karena udah buat lo putus asa dan ngerasa gue plin plan" ucap Olivia tersenyum kearah Stevano.

"Beneran?" Ucap Stevano.

"Iya" ucap Olivia lalu dengan cepat Stevano memeluknya dengan erat.

Flashback Off.

"Gitu deh pokoknya" ucap Stevano.

Namun tiba-tiba seorang perempuan mendatangi meja Stevano dengan terburu-buru.

"Van van vannnn" ucap Liana, orang yang tidak lain perempuan yang berlari tadi sekaligus sahabat baik Olivia.

"Kenapa Li? Tarik nafas dulu, baru ngomong" ucap Dylan sedangkan Stevano hanya mengernyit bingung.

Liana mengikuti saran Dylan lalu menarik nafas panjang lalu menhembuskannya.

"Van, Oliviaaaa, dia di labrak Marry sama temen-temennya di toilet, gue mau bantuin dia cuma kalah banyak sama temen-temennya jadi gue lari kesini buat manggil lo, bantu Oliv cepetann" ucap Liana panik, dengan cepat Stevano berlari kearah toilet wanita, dia merutuk dalam hati.

Stevano tidak akan membiarkan Marry jika sampai Olivia kenapa-kenapa, dan dia akan membalas perbuatan Marry jika sampai Olivia terluka sedikit saja, dan Stevano tidak akan lemah walaupun Marry adalah wanita dan mantan pacarnya sekalipun.

Sorry ya gue lama updatenya, gue baru selesai utss nih, senang rasanyaaaa.

#abaikan.

12 Oktober 2016.

Difficult LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang