T I G A P U L U H S A T U

83.4K 3.8K 77
                                        

Pagi ini terlihat di sekolah sangatlah ramai, memang biasanya ramai, namun tak seramai hari-hari biasanya.

Apalagi dihari special ini, ya hari Valentine, hari dimana pasangan kekasih atau yang sedang PDKT saling memberi kasih sayang dalam bentuk cokelat, bunga, ataupun hal-hal manis lainnya.

Tak ayal seperti yang terlihat disebuah kelas, kelas dimana Dimas, salah satu sahabat Vano, sedang mencoba menyatakan cintanya kepada salah satu adik kelasnya, Sinta.

"Mau ya jadi pacar aku?" tanya Dimas yang sedang berdiri didepan kelas bersama Sinta.

Dengan wajah memerah karena senang dan malu, akhirnya Sinta mulai mengambil bunga yang disodorkan Dimas kepadanya lalu mengangguk perlahan mengiyakan.

Ya walaupun yang kita tahu Dimas adalah member di geng Vano yang lumayan kocak walau tidak sekocak Dylan, tak ayal wajahnya yang tampan dan sifatnya yang manis kepada wanita yang disukainya dapat membuat dia memiliki cukup banyak fans disekolahnya maupun sekolah lain, dan tak heran juga Sinta bisa mau menjadi pacar Dimas.

"YES! thanks Sin" ucap Dimas senang bukan main lalu berlari keluar kelasnya untuk menghampiri sahabat-sahabatnya yang lain.

---
"Akhirnya dihari Valentine ini gue ga jomblo lagi" ucap Dimas memasuki kantin dan duduk disamping Dylan dengan wajah bahagia.

"Ah kalo bukan gue yang ngebantu juga ga bakal dapet cewek lo" ucap Dylan.

"Apasih Lan, iri bilang aja dong" ucap Dimas.

"Ngapain iri sama lo, gue ada cewek kali, lebih cantik dari cewek lo" ucap Dylan.

"Enak aja, cantik cewek gue lah, cewek lo mah kalah" ucap Dimas tak terima.

"Iyain aja, serah lo deh Dim, yang penting traktir gue, awas aja enggak" ucap Dylan.

"Masalah gampang itu mah, sebut aja mau dimana, tapi jangan malem ini, mau dinner sama cewek baluuu" ucap Dimas lalu tertawa lepas.

"Ah si anjing, belagu abis baru punya cewek juga, awas aja lu ngomong doang ya" ucap Dylan.

"Calm down mas broh, gue pasti traktir" ucap Dimas.

"Selamet bro, akhirnya ga jombs lagi lo, ga bisa lagi deh Dylan bully lu" ucap Brandon yang baru datang bersama Vano.

"Iya nih, sedih ga bisa ngebully orang lagi, perlu mencari mangsa baru, hahaha" ucap Dylan.

"Eh si anjing, sok-sokan ngebully, entar dibully nangis lo pasti" ucap Dimas.

"Apa sih mas Dimas mah marah-marah mulu, baru juga punya pacar" ledek Dylan membuat Dimas memutar bola matanya malas.

"Bodo amat deh" ucap Dimas.

"Eh Van, mana Oliv? Kok ga bareng lo sih?" tanya Dimas lagi.

"Dia ada ujian, jadi gamau kekantin" ucap Vano.

"Oh, lo ga ngasih dia surprise gitu?" tanya Dimas lagi.

"Buat?" tanya Vano santai.

"Ini Valentine day bego, nanya lagi" ucap Dylan.

"Emang harus?"
"Bodo deh, diemin aja nih anak Lan, bingung gue kenapa Oliv bisa suka sama dia" ucap Dimas kesal.

Mendengar ucapan itu membuat Vano sedikit kesal namun kemudian diabaikannya saja.

***
Stevano: gue ga bs antr lo plg, ad ursn, plg sndr ya.

Begitulah pesan singkat yang diberikan Vano Kepada Olivia sesaat menjelang bel pulang sekolah berbunyi.

Dengan malas Olivia berjalan kearah kelas Dimas untuk meminta diantar pulang.

"Mas, anterin gue balik ya, Vano gabisa anter gue" ucap Oliv ketika memasuki ruang kelas Dimas disana sudah ada Dylan dan Julian.

"Gue mau nganter cewek gue balik Liv, lo nyebelin amat sih" ucap Dimas tak bermaksud menolak permintaan Olivia.

"Lo punya cewek? Gausah bohong deh" ucap Olivia sambil duduk dikursi kelas.

"Udah gue tembak bego yang gue ceritain kemarin" ucap Dimas.

"Mas, Jul, pada bisa ga anterin Oliv balik?" tanya Dimas.

"Gamau, maunya lo yang anterin Dimas" ucap Oliv membuat Dimas sedikit frustasi.

"Gabisa Liv, gue udah janji sama cewek gue" ucap Dimas.

"Gue kasih tau tante Lisa lo ya, dia pasti gaakan biarin lo menelantarkan keponakannya yang cantik ini" ucap Olivia.

"Tapi kalo dia tau gue menelantarkan keponakannya demi calon menantu pasti dia gabakalan keberatan" ucap Dimas membuat Olivia terdiam, kesal lebih tepatnya.

"Udah Liv, mending lo balik sama gue, biar dia anterin ceweknya yang berharga itu" ucap Dylan.

"Ga gitu Liv, yaudah deh gue anter lo dulu, baru anter dia" ucap Dimas yang juga tak tega jika tidak mengantar sepupunya tersayang itu.

"Gausah deh, gue balik sama Dylan aja" ucap Olivia.

"Tapi kan rumah lo sama Dylan ga searah, biar gue aja deh" ucap Julian menawarkan.

"Iya udah, gue titip dia ya Jul, thanks" ucap Dimas.

"Gue balik duluan ya Liv, entar malem gue kerumah lo, gue bawain makanan kesukaan lo deh" ucap Dimas

"Bener ya lo? Awas aja kalo enggak, gue bakalan buka aib lo kecewek baru lo itu, biar cepet putus" ucap Olivia membuat Dylan dan Julian tertawa lepas sambil geleng kepala dengan dua saudara ini.

"Iya-iya, udah ya, bye" ucap Dimas buru-buru.

"Udah, ayo balik" ucap Julian lalu Dylan dan Oliv mengikuti, mereka lalu menuju parkiran.

"Emang kenapa Vano ga bisa anter lo Liv?" tanya Dylan penasaran.

"Gatau, dia bilang ada urusan" ucap Olivia lalu mulai menaiki motor Julian.

"Oh yaudah, hati-hati ya lo bawa motornya, cewek itu, jangan ngebut" ucap Dylan lalu Julian menganggukan kepala mengiyakan.

Terkadang Olivia bersyukur dengan adanya teman-teman Vano yang selalu menjaganya, apalagi mereka juga merupakan teman-teman sepupunya sendiri, Oliv terkadang merasa jika mereka sudah seperti kakak kandungnya.

"Thanks ya, gue duluan ya Lan, bye" ucap Olivia lalu motor Julian mulai melaju meninggalkan sekolahnya dibarengi dengan motor Dylan yang melaju dengan arah berlawanan dengan Julian.

***
"Liv, gue mau isi bensin dulu ya, sorry gue lupa kalo bensin motor gue mau abis" ucap Julian.

"Iya, selow aja kali Jul, gue juga udah nebeng sama lo haha" ucap Olivia.

"Ini panas banget, mending lo kearah sana dulu ya, entar item" ucap Julian membuat Olivia menurutinya.

Dikarenakan antriannya sangat panjang membuat Olivia harus lebih bersabar untuk menunggu. Namun bukannya bersabar, malah Olivia akhirnya memilih beranjak kearah Julian.

"Gue mau pulang, gue pesen taksi aja, lo tolong bilangin ketemen lo yang ada disana itu ya, gue mau putus sama dia" ucap Olivia membuat Julian terkejut bukan main.

Dengan cepat Olivia berlari dan memanggil taksi lalu memasuki taksinya dengan wajah yang memerah menahan tangis.

Julian yang kebingungan dan tidak bisa menahan Olivia akhirnya memilih melihat apa yang sebenarnya membuat Olivia semarah itu.

Namun tak disangka, Julian juga terkejut melihat pemandangan didepannya, Stevano sedang berada disebuah Cafe dengan didepannya terdapat seorang wanita yang memang dikenal oleh Julian, dan yang lebih mencengangkan adalah terdapat sebuket bunga diatas meja yang Vano duduki bersama Catherine mantan Stevano.

"Bego lo Van" ucap Julian.

Hahaha, konflik baru gengss. Gue mau ngucapin Happy Valentine Day buat kalian para jombs" maupun yang udah punya pacar, Sorry karena gue telat ngucapinnya.

Oh iya, pada milih siapa nih buat pilkada tadi pagi? Ada yang nyoblos? Haha.

15 Februari 2016.

Difficult LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang