L I M A B E L A S

112K 5.9K 94
                                        

Flashback on

Sepulang dari sekolah, Stevano terlihat mulai turun dari mobil Sportnya, lalu memasuki rumah yang sangat besar.

"Eh, den Vano, udah pulang den? Mau mbok masakin makanan?" Tanya Mbok Nur.

"Iya mbok, ga usah, mama sama papa udah pulang mbok?" Tanya Stevano.

"Belum den, biasa lah, pasti malem pulangnya." Ucap Mbok Nur.

"Oh oke mbok, aku kekamar dulu" ucap Stevano lalu diangguki kepala oleh Mbok Nur tanda mengerti.

Stevano pun memasuki kamarnya , membuang tasnya kesembarang tempat lalu menghempaskan tubuhnya ke kasur Kingsize nya.

Lalu tak lama ia pun tertidur.

***
Malam hari sekitar pukul 7 malam Stevano terbangun karena ketukan pintu dikamarnya.

Tok tok tok.

"Den, udah malem, ga mau makan?" Tanya Mbok kepada Stevano.

"Iya mbok, bentar lagi aku turun" ucap Stevano dari dalam.

Setelah membalas perkataan Mbok dengan malas Stevano mulai turun dari kasurnya lalu menuju kamar mandi.

Setelah 10 menit mandi dan berpakaian Stevano pun mulai keluar dari kamarnya, namun ia terkejut ketika mendengar sesuatu yang pecah.

'Prang'

Dengan cepat Stevano menuruni anak tangga dirumahnya mencoba melihat apa yang terjadi.

"Aku udah gak tahan sama sikap kamu, mendingan kita cerai!" Ucap Mitha ibunya Stevano.

"Oke, kita cerai, aku juga ga tahan, aku tau kamu selingkuh, ga usah cari-cari alasan buat cerai, dan Vano bakalan sama aku" ucap Andrew ayahnya Stevano.

"Selingkuh? Hah, lucu sekali, terserah kamu mau ngomong apa, kamu memang selalu seperti ini, ketika dihasut akan dengan cepat percaya, padahal belum melihatnya, memangnya kamu pernah liat aku pergi dengan laki-laki lain hah? Dan lagi, Stevano bakalan sama aku ketika kita cerai. Aku yang melahirkannya." Ucap Mitha.

"Terserah, kita lihat saja siapa yang akan dapat hak asuh nya." Ucap Andrew lalu beranjak pergi, namun langkah nya terhenti ketika melihat Stevano berdiri di anak tangga paling bawah.

"Van.." ucapan Andrew tertahan.

"Kalian memang ga pernah ngertiin aku, dengan seringnya kalian ninggalin aku di rumah besar ini sendirian, pulang selalu sangat malam dan pagi-pagi sudah pergi, dan sekarang kalian ngomong apa? Cerai, hah, lucu sekali, terserah kalian sekarang, dan yang pastinya aku nggak akan mengikuti kalian berdua, dan mulai sekarang belikan aku satu apartemen dan satu pembantu, aku tidak akan tinggal disini lagi mulai sekarang, dan aku harap kalian tidak akan melupakan tanggung jawab kalian kan? Jadi kirimi aku uang kerekening ku setiap bulannya. Apakah kalian mengerti tuan Andrew dan ibu Mitha yang terhormat? Dan hubungi aku jika sudah bercerai, akan kuucapkan selamat kepada kalian berdua." Ucap Stevano lalu beranjak pergi.

Flashback off

Setelah kejadian itu, Stevano menjadi lebih pendiam dan dingin disekolah, itulah alasannya dia tidak menghiraukan Olivia.

Dan hal yang membuatnya bertambah frustasi adalah Marry yang setiap hari menganggu hidupnya.

***
Hari ini Olivia mulai mendekati Stevano lagi, dia sudah menyerah untuk membuat Stevano meminta maaf atau sekedar mencarinya, karena memang laki-laki itu tidak peduli atau memang tidak peka.

Dan lagi, Olivia terus saja cemas karena sedari 3 hari yang lalu, Marry terus gencar mengejar Stevano, dia takut Stevano akan luluh dan akhirnya kembali dengan Marry, dan itu hal yang tidak akan pernah Olivia biarkan.

"Hai, sorry gue ga pernah nyamperin lo lagi dari kemarin" ucap Olivia.

"Hm" gumam Stevano seakan tidak peduli.

"Lo mau jalan ga sama gue, yuk jalan" ajak Olivia

"Males" ucap Stevano datar.

"Gue ada salah ya sama lo? Gue minta maaf kalo gue ada salah, lo jangan kaya gini dong" ucap Olivia bertambah bingung dengan sikap aneh Stevano.

Stevano diam saja.

"Yaudah, kayanya lo bener-bener benci sama gue ya, segitu ga sukanya lo sama gue ya, kayanya memang gue penganggu dalan hidup lo, lo selalu aja buat gue bingung dengan sikap lo." Ucap Olivia

"Kemarin lo minta gue ga ussh suka sama lo, terus gue jauhin lo untuk memenuhi permintaan lo, tapi setelahnya lo malah nyuruh gue buat balikan sama lo, tapi lo malah nyakitin gue, mau lo apa sebenernya? Lo selalu sukses buat gue mati kutu dengan sikap aneh, dingin dan datar lo, apa mau lo sekarang?" Tanya Olivia.

Stevano masih diam sambil memainkan ponselnya.

Melihat itu Olivia hanya tersenyum miris.

"Oke, sekarang gue ngerti kok Van, gue emang ga pernah bisa jadi orang yang istimewah dan lo sukai, gue sadar sekarang, gue bakalan ngejauh, dan gue ga akan pernah balik lagi." Ucap Olivia beranjak pergi.

Stevano menarik tangan Olivia mencegatnya agar tidak pergi. Dilihatnya air mata Olivia sudah keluar.

"Jangan pergi" ucap Stevano.

"Jangan ninggalin gue kaya mereka" ucap Stevano sambil memeluk Olivia.

21 September 2016.

Difficult LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang