Yang nngu cerita ini update siapa? Haha..
Happy reading guys.
Pagi ini Olivia terlihat sedang malas-malasnya untuk bergerak, terlihat dari ketidakinginannya beranjak sama sekali dari kasurnya.
Menurutnya hal terbaik saat libur sekolah itu adalah dengan tidur, makan dan bertemu Stevano, like heaven HAHAHA
Namun acara tidurnya pun terganggu ketika seorang wanita paruh baya mengetuk pintu dan memasuki kamarnya.
"Astaga ini anak, bangun gak hah? Ini udah jam 11 siang Liv, kamu jangan kaya kebo ya Liv, cepet bangun temenin mama nyalon" ucap wanita paruh baya itu.
"Gamau ah ma, Oliv masih ngantuk, minta mbok aja temenin mama" ucap Olivia masih setia pada guling dan kasurnya.
"Mama gamau tau, 10 menit lagi kamu udah harus dibawah, kalo nggak duit jajan kamu mama potong, kalo bisa mama nyuruh papa jangan ngasih kamu duit jajan lagi selama liburan." Ucap mamanya telak.
"Kok mama gitu sih, ah ga seru nih mainnya duit jajan, kan aku pasti kalah kalo gitu" ucap Olivia lalu mulai sedikit beranjak dari kasur dan duduk ditepi kasurnya.
"Bodo amat!" Ucap mamanya lalu keluar dari kamar Olivia.
"Inget ya, 10 menit" ucap mamanya sambil teriak dari luar kamar Olivia.
"Ah cepet amat" ucap Olivia lalu mulai beranjak dari kasurnya lalu memasuki kamar mandi.
***
"Tumben sih mama nyalon, biasa nya juga ga pernah" ucap Olivia pada mamanya.
"Iya, nanti malem mama sama papa ada acara, ketemu klien papa gitu. Kamu nih kepo aja deh" ucap mamanya masih fokus menyetir mobil.
"Astaga cuma nanya juga, giliran ga ditemenin ngancem, berbi ga bisa diginiin maa" ucap Olivia.
"Bawel deh kamu ya, duduk diem aja sih entar mama kasih duit tambahan kalo kamu nurut" ucap mamanya membuat Olivia semangat.
"Beneran ma? Awas ya boong" ucap Olivia.
"Iya, udah diem ya, jangan pecicilan sehari aja bisa kan Liv?" Ucap mamanya lalu dengan cepat Olivia menganggukan kepalanya dengan antusias.
***
"AW!" teriak Olivia ketika dia sedang berjalan sendiri, mamanya memang sekarang sedang berada disalon.
Karena dia bosan akhirnya dia ijin dengan mamanya untuk membeli minum, sebenarnya itu hanya alasan agar dia bisa menghilangkan kebosanan. Namun sialnya dia malah ditabrak oleh orang yang tidak dikenalnya.
"Gak apa-apa?" Tanya orang yang menabrak Olivia tadi.
"Gak apa-apa palelo, gue jatoh gini, ga liat apa pantat gue nemplok dilantai gini" ucap Olivia dengan gak slownya.
"maaf, gue ga sengaja" ucap orang tersebut.
"Eh btw, kenalin gue Vino, gue sepupunya Stevano, cowok lo kan?" Ucap Vino sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Olivia.
"Gue Olivia, oh lo yang namanya Vino" ucap Olivia.
Sebenarnya Stevano pernah bercerita sepintas mengenai keluarganya kepada Olivia, dia pernah bercerita mengenai Vino sepupunya yang memang dari dulu dia tidak pernah akur. Bahkan dari mereka kecil, Vino punya kembaran yang bernama Veno.
Menurut Stevano, Vino dan Veno sangat bertolak belakang, Vino anak yang sedikit sombong, jahil, dingin dan datar, pokoknya hal yang tidak baik.
Sedangkan Veno versi baiknya.
Maka dari itu dari kecil Vano dekatnya dengan Veno bukan Vino.
"Kok lo tau gue? Vano pernah cerita tentang gue sama lo?" Tanya Vino.
"Ah, nggak juga, cuma sekilas doang kok hehe." Ucap Olivia.
"Ohiya, sorry tadi gue ga sengaja" ucap Vino lagi.
"Ah iya gapapa kok, gue juga tadi ga slow ngomongnya sama lo, sorry" ucap Olivia lagi.
Namun tak berapa lama datanglah cowok satu lagi dengan wajah yang mirip dengan Vino dia adalah Veno.
"Eh Vin, dari mana aja sih, gue nyariin juga" ucap Veno.
"Eh siapa ini kok kayanya gue pernah liat ya?" Tanya Veno.
"Hai, gue Olivia Kylie, pacarnya Vano" ucap Olivia.
"Oh, iya gue baru inget, duh sorry ya gue ga ngenalin, Vano pernah cerita sambil nunjukkin foto lo tapi cantikan aslinya dari pada difoto jadi ga ngenalin haha" ucap Veno.
"Bisa aja sih lo, sering gombalin cewek ya lo" ucap Olivia membuat Veno tertawa.
"Oh iya gue Veno Gerald Albertus, sepupunya Vano, kakaknya Vino, ribet ya, jangan bingung ya kalo nama kita mirip-mirip haha" ucap Veno.
"Wah kalo nama lo kepanjangannya apa Vin?" Ucap Olivia.
"Kalo dia namanya Vino Jerald Albertus" ucap Veno membalas sebelum Vino bersuara.
"Ah, ngapain lo disini Liv? Lagi sama Vano?" Tanya Veno.
"Ah nggak kok, gue lagi nemenin nyokap gue, dia lagi nyalon, gue bosen disana makanya keluar, eh malah ketemu kalian haha" ucap Olivia.
"Oh kalo gitu ikut kita aja yuk, kita mau nongkrong doang nih, sekalian cerita-cerita aja" ucap Veno.
"Boleh, ayo" ucap Olivia antusias.
Namun tak berapa lama ponsel Olivia berbunyi.
From: Vano
Lagi dimana liv?
To: Vano
Lagi nemenin mama nyalon, tapi malah ketemu Vino dan Veno, lo kesini deh Van...
Vano's calling...
"Hallo" ucap Olivia.
"..."
"Di mall xxx"
"..."
"Nih Ven, Vano katanya mau ngomong" ucap Olivia menyodorkan ponselnya kepada Veno.
Lalu setelahnya Olivia tidak mendengar lagi ucapan mereka berdua, karena Veno membawa ponselnya menjauh.
Tak berapa lama kemudian Veno kembali.
"Liv, temenin gue ke supermarket bentar yuk, gue mau beli sesuatu, lo ke Starbuck dulu aja Vin, cari tempat, pesenin dulu aja buat gue sama Oliv" ucap Veno.
"Oke" ucap Vino lalu mulai memasuki Starbuck.
***
"Sebenernya gue gamau beli apapun, Vano suruh gue jauhin lo dari Vino, sorry ya Liv" ucap Veno.
"Ga kok, Vano aja yang aneh, perasaan Vino baik aja kok" ucap Olivia.
"Kalo gue boleh tau kenapa dia benci banget sih sama Vino?" Ucap Olivia.
"Sebenernya, Stevano itu udah 2 kali diselingkuhin, pertama itu namanya Catherine, dia selingkuh sama Vino, dan kedua Marry, karena itu makanya Vano benci banget sama Vino, sebenernya sih dari kecil mereka emang udah ga akur. Ditambah Vino ngerebut pacar Vano" ucap Veno.
"Bukannya gue ngejelek-jelekin adek gue didepan lo ya Liv, kalo dari gue liat sih emang Vino yang salah, gue dulu sempet nyuruh Vino minta maaf, tapi karena dia keras kepala dan ga mau ngalah jadi gue nyerah" ucap Veno.
"Jadi lo maklumin aja ya kalo Vano sampe segitunya sama lo. Itu artinya dia sayang sama lo Liv, dan gue harap lo jangan deket sama Vino, biarpun dia adek gue tapi terkadang kalo nyangkut Vano gue jadi ga kenal sama sifat dia." Ucap Veno lagi.
Mendengar ucapan Veno membuat Olivia terdiam, dia bingung kenapa cowok seganteng Vano bisa diselingkuhin oleh 2 cewek, menurutnya cewek-cewek itu bego karena udah nyia-nyiain Vano.
Hai gue balik lagi haha, sorry banget ya gue lama updatenya, gue masih dalam tahap sibuk dan lagi ngejalanin UAS, jadi gue sempet-sempetin buat update, sorry guys.
8 Desember 2016.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult Love
Novela JuvenilApa jadinya jika bukan laki-laki yang mengejar wanita melainkan sebaliknya? Dan lebih parahnya lagi si laki-laki tidak menyukai wanita ini. Apa yang akan terjadi dengan percintaan keduanya nanti? When i love him, but him can't love me back, my love...
