Terlihat banyak perempuan sedang mengeromboli 1 perempuan. Dan itu adalah geng Marry dengan jumlah 6 orang termasuk Marry, dan orang yang mereka geromboli itu adalah Olivia.
Terlihat Olivia sudah terduduk dilantai toilet dengan baju seragam yang basah, muka babak belur dan rambut acak-acakan.
Flashback on.
Olivia terlihat sedang berjalan kearah toilet wanita disekolahnya. Dia memasuki satu bilik untuk buang air kecil. Setelahnya dia keluar dan kesebuah wastafel untuk mencuci tangan.
Namun tiba-tiba beberapa orang wanita memasuki toilet dan menutup pintunya.
"Marry, lo ngapain sih? Buka pintunya gue mau keluar" ucap Olivia.
"Oh lo mau keluar? Sabar dong, kita mau ngasih lo surprise " ucap Marry lalu memberi aba-aba ke arah teman-temannya.
Seketik mereka langsung mengeromboli Olivia, lalu 2 dari teman mereka memegang tangan Olivia, Olivia yang kaget langsung saja memberontak.
Namun dia kalah kuat, setelah tangannya dipegang, Marry langsung menjambak rambut Olivia kuat, sedangkan Olivia sudah berteriak dengan kerasnya.
"Gue padahal udah seneng banget waktu denger lo putus sama Stevano. Tapi lo malah buat gue kesel dengan lo pacaran lagi sama Vano, kok jadi cewek genit amat sih?" Ucap Marry.
"Lo kali yang genit, cowoknya udah ga suka sama lo, nyadar dikit lah" ucap Olivia menantang.
Satu perempuan menampar pipi Olivia kencang.
"Yehh, masih ngelawan lagi, rasain tuh" ucap Rena salah satu teman Marry yang menampar pipi Olivia.
"Lo putusin Vano setelah ini, janji sama gue terus gue bakalan lepasin lo, setuju?" Tanya Marry.
"Tsk, siapa lo nyuruh-nyuruh gue, ga bakalan gue turutin" ucap Olivia kembali menantang.
Marry yang kesal langsung saja menampar Olivia berkali-kali, lalu menjambaknya dengan kuat sampai Olivia terduduk di lantai toilet. Lalu satu orang temannya mengambil air di salah satu bilik toilet menggunakan ember yang sedikit besar lalu kemudian memberikannya ke Marry, lalu dengan cepat Marry langsung menumpahkan seluruh air diember itu ke Olivia.
Flashback Off.
Tiba-tiba pintu toilet terbuka lalu terlihat Liana yang terkejut melihat Olivia yang sudah babak belur dan terduduk dilantai toilet sambil menangis.
Dia pun berlari entah kemana setelahnya.
"Sial, siapa tadi yang ga kunci pintunya?" Ucap Marry marah.
"Oh iya, gue lupa, itu temen lo ya Liv, duh kasihan banget sih, temen lo aja ga mau bantuin lo" ucap Marry.
Satu menit kemudian masuklah Stevano dengan wajah khawatir dan paniknya.
"Ngapain sih Lo!" Ucap Stevano membentak Marry.
"V-vano" ucap Marry gelagapan.
"Lo gak apa-apa Liv?" Tanya Stevano namun setelahnya dia mendesis melihat luka-luka ditubuh Olivia.
"Lo gila ya? Sinting lo, nyesel gue pernah suka sama cewek sinting kaya lo, gue bakalan pastiin lo nerima balasannya dan keluar dari sekolah ini, sekali lagi lo nyentuh Oliv, gue pastiin lo mati ditangan gue, ngerti?" Ucap Stevano.
Sedetik kemudian Olivia pingsan. Dengan cepat digendongnya Olivia lalu dibawanya ke UKS.
'Sial!' Ucapnya dalam hati.
Setelah pingsan selama satu jam akhirnya Olivia terbangun.
Luka-luka nya sudah diobati dan seragamnya yang basah sudah diganti. Dan terlihat Stevano sedang memainkan ponselnya menunggui Olivia terbangun.
"V-van" ucap Olivia pelan namun masih bisa didengar oleh Stevano.
"Lo gak apa-apa?" Tanya Stevano lagi. namun sedetik kemudian dia merutuki mulutnya ini, ya jelas Olivia kenapa-kenapa, bodoh.
Olivia hanya tersenyum kecil.
"Sorry gue telat bantuin lo" ucap Stevano ambil mengenggam tangan Olivia.
Bukannya membalas ucapan Stevano, Olivia malah menangis.
"Kok nangis sih? Gue minta maaf Liv" ucap Stevano panik.
"G-gue takut banget, gue kirain lo ga dateng dan gue bakalan mati disana" ucap Olivia.
"Gue janjian gue bakalan bales Marry dan karena semua ini gara-gara gue, gue bakalan ngurusin lo sampe sembuh, okay?" Ucap Stevano.
"Beneran? Nambah satu lagi, nurutin semua kemauan gue, gimana?" Ucap Olivia lalu menghapus air matanya.
"Banyak maunya ya lo, memanfaatkan keadaan banget" ucap Stevano kesal.
"Gak apa-apa lah, sama cowok sendiri juga, yang penting gue kaya gini ga sama cowok lain" ucap Olivia.
"Awas aja lo gini juga sama cowok lain" ucap Stevano.
"Kenapa emang ga boleh?" Olivia mulai kembali seperti biasa dan sedikit mulai terlihat gembira dan tidak menangis lagi, "ga boleh lah" ucap Stevano lalu melepaskan genggaman tangannya pada Olivia.
Lalu dia mengambilkan air minum buat Olivia.
"Kita pulang ya?" Ucap Stevano lalu dibalas Olivia dengan anggukan kepala.
***
"Bukannya tadi pagi lo bawa motor ya?" Ucap Olivia ketika melihat Stevano menuntunnya kearah parkiran mobil.
"Iya, Julian minjemin gue mobilnya, ga mungkin kan gue bawa lo pulang pake motor dengan keadaan lo gini" ucap Stevano masih menuntun Olivia kearah mobil Julian.
"Van" panggil Olivia setelah mereka berdua sudah memasuki mobil.
"Kenapa?" Tanya Stevano.
"Mau es krim" ucap Olivia.
"Bibir lo udah kaya gitu masih mau es krim?" Tanya Stevano.
Olivia hanya diam, benar juga sih ucapan Stevano.
"Okey kita beli es krim" ucap Stevano membuat Olivia senang.
Setelah mereka membeli eskrim Stevano mengantar Olivia pulang.
Di perjalanan Olivia hanya mengoceh tidak penting dan Stevano hanya mendengarkan dan sesekali menanggapi.
"Oh iya, lo tau gue ditoilet dari siapa?" Tanya Olivia.
"Dari Liana, dia bilang dia pengen bantuin lo, tapi katanya kalah jumlah, entar yang ada dia juga disiksa dan gaada yang bantuin lo, jadi dia kekantin nyariin gue" ucap Stevano.
"Dia juga tadi nangis, terus dia bilang pengen nemenin lu di UKS, tapi gue bilang sama dia ga usah, dia kekelas aja, biar gue yang nemenin lo, terus dia bilang entar sore mau kerumah lo" ucap Stevano.
"Oh, gue kirain dia ga mau bantuin gue, bisa-bisa nya gue ngeraguin dia, gue jadi ngerasa bersalah. Gara-gara si Marry, bakalan gue bales tuh anak" ucap Olivia.
"Ga, ga usah, biar gue, lo diem aja udah cukup, yang ada entar lo dikerjain lagi sama dia, mau?" Ucap Stevano.
"Nggak mau" ucap Olivia cemberut.
"Tapi lo yakin mau ngebales dia?" Ucap Olivia lagi.
"Yakin banget" ucap Stevano sambil tersenyum misterius membuat Olivia bergidik ngeri.
"Ga usah berlebihan ngebales dia Van, gue ga mau lo aneh-aneh ya." ucap Olivia menasehati.
"Tenang, gue bukan kaya dia yang mainnya fisik" ucap Stevano.
14 Oktober 2016.
KAMU SEDANG MEMBACA
Difficult Love
Dla nastolatkówApa jadinya jika bukan laki-laki yang mengejar wanita melainkan sebaliknya? Dan lebih parahnya lagi si laki-laki tidak menyukai wanita ini. Apa yang akan terjadi dengan percintaan keduanya nanti? When i love him, but him can't love me back, my love...
