D U A P U L U H T I G A

101K 4.5K 60
                                        

Olivia mulai mengeliat dari tidurnya karena sinar matahari yang menembus kaca jendela kamarnya pagi ini.

"Oliviaaaa, bangun, lo tidur ngebo banget sih, untung hari minggu" teriak Dimas dari luar kamar sambil mengedor-gedor pintu kamar Olivia.

Mendengar teriakan itu Olivia hanya mendengus kesal, dia mulai beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan kearah lemari pakaiannya dan mengambil baju santai dan celana pendeknya lalu mulai berjalan kearah kamar mandi dikamarnya.

Namun ketika dia melewati cermin dia pun berdiri terdiam, dia kemudian merutuk kesal karena melihat wajahnya yang sedikit membiru dibagian dekat mata dan bibir.

"Liv, mandi cepetan terus kita makan, gue udah laper nih" teriak Dimas lagi.

"Iya bawel banget sih" ucap Olivia membalas teriakan Dimas tadi lalu Olivia memasuki kamar mandi dan membersihkan diri.

Setelah sekitar 15 menit Olivia pun keluar dari kamar mandinya dan mulai berjalan keluar kamar.

"Lo lama banget, gue laper" ucap Dimas kesal.

"Makan duluan aja sih kalo emang laper, ngapain lo nungguin gue, biasa juga langsung nyosor" ucap Olivia.

Memang dirumah Olivia sekarang cuma ada dirinya dan Dimas, orangtua Olivia sedang berada diluar negeri sehingga Dimas disuruh menemani Olivia dirumahnya.

"Ya kan gue baik gue tungguin, ngeselin banget lo" ucap Dimas sambil mengerucutkan bibirnya.

"Kemarin Stevano yang nganterin gue balik kan Dim? Terus dia langsung pulang ya? Gue ketiduran kemarin" ucap Olivia sedikit menyesal karena dia tertidur, memang sih dia sudah lelah karena dikerjai oleh Marry dan teman-temannya, tapi dia juga tidak mau menjauh dari Stevano hanya karena diancam oleh Marry.

Marry tidak tahu saja seberapa susah dan lamanya Olivia agar Stevano bisa dekat dan cinta padanya, membuat seorang Stevano yang dingin dan datar menyukainya butuh perjuangan yang panjang dan setelah Stevano menyukainya sekarang dia disuruh menjauh dari Stevano enak saja, tidak akan pernah.

"Iya, dia nganterin lo, terus dia nungguin dan jagain lo, sampe sekitar jam 10 malem dia baru pulang karena gue suruh dia, soalnya dia masih pake baju seragam dan belom mandi, kan kasian sahabat gue yang ganteng itu jadi jelek, entar lo ga suka sama dia lagi." ucap Dimas

"Sorry ya, Stevano gue ga bakalan jelek cuma gara-gara gak mandi, kalo muka lo sih baru gue percaya, eh tapi udah mandi aja masih jelek sih, apa lagi ga mandi ya kan" ucap Olivia mengejek Dimas.

"Udah deh ga usah ngejekin gue mulu, gue ganteng gini lo bilang jelek" ucap Dimas membuat Olivia ingin muntah mendengarnya.

"Oh iya Liv, gue kemarin yang ngurus si Marry sama temen-temennya itu, mereka diskors sampe 2 bulan dan dapet peringatan, kalo sampe masih gangguin lo mereka bakal dikeluarin dari sekolah dan dilaporin kepolisi" ucap Dimas.

"Kemarin gue udah kesel banget dan udah hampir mau laporin mereka kekantor polisi tapi Julian bilang gausah karena katanya kalo mereka dikeluarin takutnya mereka bakalan nambah bales dendam sama lo, jadi gue batalin" ucap Dimas.

"Kok gue takut ya Dim, mereka berasa psikopat tau gak sih" ucap Olivia

"Lo tenang aja, mulai sekarang gue sama yang lain bakalan jagain lo, lo ga perlu takut, dan mulai besok, gue sama Stevano udah pindah kekelas lo, karena gue minta kekepala sekolah dan akhirnya dibolehin" ucap Dimas.

"Seriusan?" Ucap Olivia senang.

"Iya, jadi lo ga perlu takut lagi" ucap Dimas.

"Gue sayang lo Dim, ahh memang sepupu dan kakak kesayangan sih lo, gue janji ga bakalan ngejekin lo lagi" ucap Olivia sambik tertawa dan memeluk Dimas.

"Yee awas aja lo ga nepatin janji ya" ucap Dimas lalu membalas pelukan Olivia.

***
Setelah mereka selesai makan, Olivia mulai memasuki kamarnya dan mengambil ponselnya lalu kembali keruang keluarga dirumahnya dan duduk disofa disamping Dimas yang sedang menonton TV.

Dia mulai mengecek ponselnya dan terdapat 2 notifikasi Line dan semuanya dari Stevano.

Stevano: dimana?

Stevano: dimana Liv?

Melihat itu dengan cepat Olivia membalas chat Stevano.

Olivia Kylie: dirumah Van, kenapa?

Stevano: gue didepan rumah lo, keluar ya, ganti baju sekalian, gue mau ngajakin lo jalan.

Olivia Kylie: serius lo didepan? Oke tunggu ya.

Stevano: iya, cepat ga pake lama! ;)

Melihat emoticon yang dikirim oleh Stevano, Olivia tersenyum lalu dengan cepat berlari kearah kamarnya, tapi dia dicegat oleh Dimas.

"Ngapain sih lari-lari?" Ucap Dimas.

"Gue mau jalan sama Vano, Dim. Lo dirumah sendirian ya" ucap Olivia.

"Oh oke, bawain gue makanan ya kalo balik" ucap Dimas lalu kembali menonton TV.

"Siappp" ucap Olivia.

Lalu dia mulai berganti baju dan mengambil tas nya, tak lupa dompet dan iPhonenya serta beberapa make up

"Gue pergi dulu ya, jangan ancurin rumah, awas berantakan!" Ucap Olivia.

"Iya tau, bawel banget sih" ucap Dimas.

***
Olivia dan Stevano sekarang sedang berada dirumah Stevano, mereka tadi sempat mampir ke mall sebentar tapi mereka bosan dan akhirnya berakhir dirumah Stevano, dirumah Stevano memang selalu sepi, dan hanya ada beberapa pembantu yang jarang kelihatan juga.

Mereka sedang duduk berdampingan disofa ruang keluarga rumah Stevano.

"Muka lo kok udah ga biru lagi sih?" Tanya Stevano sambik menyentuh wajah Olivia.

"Tadi masih, tapi gue tutupin pake make up jadinya agak ketutup sih" ucap Olivia.

"Oh bisa ya?" Ucap Stevano bingung.

"Bisa, makanya tadi agak lamaan karena berusaha nutupin ini lah, oh iya gue denger lo bakalan pindah kekelas gue?" Tanya Olivia memastikan.

"Iya, kemarin gue sama Dimas ngomong kekepala sekolah dan diizinin" ucap Stevano.

"Kenapa pindah?" Ucap Olivia mengetes dan penasaran dengan jawaban Stevano.

"Supaya gue ga khawatir lagi sama pacar gue" ucap Stevano

"Emang pacarnya siapa?" Ucap Olivia bercanda.

"Oh, ga tau ya? Pengen tau?" Tanya Stevano

"Iya, pengen tau dong kakak" ucap Olivia membuat Stevani tertawa. "Lupa juga namanya dek" ucap Stevano.

"Masa lupa sama pacar sendiri sih?" Ucap Olivia. "Namanya Olivia, udah jangan banyak nanya lagi ya, ga boleh kepo jadi orang" ucap Stevano lalu memainkan ponselnya.

"Van, jangan main game mulu sih, gue bosen nih" ucap Olivia, karena memang sedari tadi Stevano hanya mencueki Olivia kecuali jika Olivia bertanya atau bercanda seperti tadi.

"Iyaiya, udah ga main lagi nih" ucap Stevano lalu mulai berguling tidur dengan kepala dipangkuan kaki Olivia.

"Gue dari kemarin ga bisa tidur karena cemasin lo, dan sekarang kayanya gue bisa tidur karena ada lo disamping gue. Jadi biarin gue tidur bentar ya" ucap Stevano lalu memejamkam matanya.

"Elus kepala gue kek, ga romantis banget sih Liv" ucap Stevano lalu menarik pelan tangan Olivia kearah keningnya.

Olivia hanya menurut dan tersenyum setelah melihat Stevano kembali tertidur.

Olivia mengelus pelan kepala Stevano agar dia tertidur.
Dan hari mereka dilewati dengan tidurnya Stevano sampai sore dan malamnya mereka jalan-jalan malam dan disertai makan malam direstaurant favorit Olivia.

Sorry ya guys gue lama update hehe.

23 Oktober 2016.

Difficult LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang