D U A P U L U H D E L A P A N

87.5K 4K 40
                                        

Di mulmed itu si kembar Veno Vino ya guys!

Happy reading guys!!

"Nih, udah gue jagain cewek lo, awas aja ga traktir gue ya" ucap Veno bercanda karena dia melihat raut wajah Vano sudah benar-benar datar dengan deru nafas yang tak karuan, sepertinya dia habis berlari.

"Van, lo lari? Lo keringetan semua ini, astaga" ucap Olivia bingung, tak habis pikir dengan Stevano.

"Ah, nggak kok, gue kepanasan aja" ucap Vano yang membuat Olivia memutar bola matanya jengah, apakah bagi Vano, Olivia sebodoh itu sampai dia menjawab dengan jawaban yang konyol seperti itu.

"Iya, udah deh terserah lo, mending kita temuin Vino sekarang" ucap Olivia mulai berjalan mendahului Veno dan Vano.

"Thanks bro" ucap Vano menepuk pundak Veno.

"Ga butuh, traktir aja udah cukup kok" ucap Veno lalu tertawa.

"Bisa diatur" ucap Vano lalu berlari mengejar Olivia dan menggandeng tangan Oliv.

***
'Uhuk-uhuk' terdengar Veno terbatuk, akting lebih tepatnya, sudah sekitar 10 menit mereka memasuki Starbuck di sebuah mall di Jakarta, namun masih saja tak ada seorang pun yang memulai pembicaraan.

Yang terlihat hanyalah Vino dan Vano yang saling memandangan satu sama lain dengan tatapan mengintimidasi, namun terkadang juga mereka melepas pandangan tersebut.

Dan Olivia yang bosan dengan berada didekat Vano dan Vino yang terus saja saling memandang membuatnya jengah, akhirnya dia memilih untuk menyeruput sedikit demi sedikit minuman yang dipesannya atau sekedar memainkan ponselnya yang sama sekali tak mengasikan karena biasanya hanya chatan dari Vano lah yang membuatnya bisa berselancar ria didunia LINE.

Sedangkan Veno, dia hanya terlihat kesal karena Vano dan Vino sama sekali tak ingin bersuara, dan sekarang dia hanya pasrah tak bisa berbuat apa-apa dengan situasi ini.

"Lama ya ga ketemu" ucap Vino akhirnya mengeluarkan kata-kata yang sudah lama dipikirkannya, tak lupa dengan senyuman liciknya.

Vano hanya tersenyum meremehkan lalu membuang muka menghadap Olivia, memandang Olivia lebih menyenangkan daripada menanggapi ucapan lelaki tak penting didepannya ini.

"Udah punya cewek baru aja lo ya" ucap Vino lagi membuat Vano menatap Vino sebentar lalu dengan cepat menatap Olivia kembali.

"Gue denger-denger lo baru diselingkuhin lagi? Kayanya gaada cewek yang betah sama lo ya" ucap Vino lagi membuat Vano sedikit bergeming namun Olivia menahannya dengan mengenggam tangannya.

"Palingan bentar lagi yang ini juga bakalan ninggalin lo, kaya yang dulu-dulu" ucap Vino akhirnya membuat Vano berdiri hendak memukul pipi Vino namun Veno terlebih dahulu melakukannya.

"Udah berapa kali gue bilang berenti hah? Udah cukup lo rebut cewek dia dulu, masih belom cukup Vin? Gue bilang ke elo ya, sekali lagi lo ganggu Vano, gue bakalan bilang ke papi supaya lo di pindahin ke amerika, ga main-main gue ya" ucap Veno lalu menarik Vano pergi dari tempat itu.

"Jangan ganggu Vano lagi bisa? Gue bilangin ke elo ya Vin, mungkin kalo cewek lain bisa buat suka sama lo, tapi setelah gue ngeliat sifat lo yang gini, mungkin gue bakalan berpikir ratusan bahkan ribuan kali buat suka atau ngeselingkuhin Vano cuma buat lo, jadi itu gabakalan mungkin, tapi lo harus inget, tanpa harus ada lo atau siapapun itu, gaada pikiran buat gue sama sekali buat selingkuh dari Vano. Jadi jangan ngebuat usaha yang sia-sia dan ngebuat lo capek" ucap Olivia lalu pergi meninggalkan Vino yang masih tersungkur dilantai.

***
Terlihat Vano dan Olivia sedang terduduk di sofa ruang tamu rumah Vano, sedang menonton televisi.

"Ini aja sih, maunya spongebob, gamau bola" ucap Olivia protes ketika Vano menganti channel ditelevisi dengan siaran sepak bola.

"Ga mau, kaya anak kecil aja" ucap Vano masih tak ingin menganti channelnya.

"Ih ngeselin banget sih, udah deh mending pulang aja gue" ucap Olivia lalu berdiri lalu mengambil tasnya dan berjalan kearah pinti besar rumah Vano.

Namun tepat berada didepan pintu, Olivia berhenti lalu menoleh kearah Vano yang masih sibuk menonton televisi tanpa perduli padanya, padahal dia akan pulang.

'Cowok apaan coba dia, cewek mau pulang aja gaada pengertiannya, bukannya basa basi tawarin nganter kek, pantesan aja di selingkuhin' ucap Olivia mengomel tak jelas lalu mulai membuka pintu besar itu untuk pulang.

"Orangnya disini loh, ngomongnya kurang gede" ucap Vano nyindir.

"Aduh, ngejutin aja sih, salah sendiri coba, ngapain disitu" ucap Olivia yang tiba-tiba saja melihat Vano sudah di belakangnya.

"Mau pulang nih jadi?" tanya Vano mengalihkan pembicaraan.

"Iya, kenapa?" ucap Olivia ketus.

"Entar aja, sama gue, jangan pulang dulu" ucap Vano menarik tangan Oliv.

"Ga mau, lo nya gamau ngalah sama gue, mending gue pulang" ucap Oliv kesal.

"Ih gitu doang ngambek, dirumah gue banyak tv kali, buka aja yang lain tinggal" ucap Vano.

"Gamau, maunya kan nonton sama lo" ucap Olivia membuat Vano terdiam tak bisa berkata-kata lagi.

"Gue lagi ngegombal loh Van, malah diem aja sih" ucap Olivia kesal lalu kembali memasuki ruang tamu Vano.

"Udah, lo masuk kamar aja kek atau dimana kek terserah lah, gue disini aja nonton, kalo emang lo gamau nonton sama gue" ucap Olivia lalu kembali membuka channel spongebob dan menontonnya dengan ogah-ogahan, dia sudah tidak berselera menontonnya lagi.

Dia ingin pulang, hanya saja dia tidak berani pulang sendiri, tadi itu hanya sandiwara saja karena dia tau, Vano tidak akan membiarkannya pulang sendirian, dan juga dia pasti akan kena marah oleh orangtuanya jika dia pulang sendirian.

Namun bukannya memasuki kamar atau menonton ditempat lain, Vano malah duduk disebelah Oliv lalu tidur dengan kepala dipaha Olivia dan itu membuat Oliv kaget bukan main.

"Ngagetin gue mulu sih Van" ucap Olivia kesal menepuk dahi terbuka Vano pelan.
"Anterin gue pulang aja daripada tidur" ucap Oliv yang merasa sudah malam.

"Tadi katanya mau nonton spongebob, udah dikasih malah mau pulang, maunya apa sih sis" ucap Vano kesal.

"Maunya kamu boleh?" ucap Olivia.

"Kalo udah punya kamu gimana dong sis" ucap Vano membuat Olivia terdiam, tak biasanya Vano membalas gombalannya dan itu membuatnya senang.

Ada yang kangen sama cerita ini? Hohoho.

31 Januari 2017.

Difficult LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang