B . 7

14.2K 825 5
                                        

"Gue cantik udah dari lahir," ucap Bintang menyombongkan diri.

"Malah jadi gede kepala, makan yang cepat nanti kalian terlambat." ucap Mba Sari seraya meminum jus jeruk yang tadi ia bawa dari pantry.

Keempatnya mulai menghabiskan sarapan, pamit dan segera berangkat karena jam sudah menunjukkan pukul 06.40. Mereka berempat menggunakan mobil Revan, Rehan dan Revan duduk di jok depan sedangkan Bumi dan Bintang duduk di jok belakang. Suasana mobil di penuhi oleh obrolan Bumi, Revan, dan Rehan. Bintang hanya duduk diam berkutat dengan smartphonenya, ia diam-diam tengah mengamati sosial media Bumi yaitu akun instagramnya.

Bintang terlihat terkejut dengan followers instagram Bumi yang mencapai 1m begitupula dengan Revan dan Rehan. Bintang berdecak begitu melihat postingan Bumi yang tak jauh-jauh dari foto mereka bertiga - Bumi, Revan, Rehan- yang mendapat ratusan ribu like dari followersnya.

Lagi-lagi ia berdecak melihat komentar para gadis yang mengatakan ketiganya bak pangeran berkuda dari negeri dongeng. Tak bisa di pungkiri jika paras wajah mereka bertiga membuat semua orang menyukainya bahkan mengaguminya.

Laju mobil berhenti, Bintang mendongak melihat Revan dan Rehan lebih dulu turun. Dan sekarang tinggal dirinya berdua dengan Bumi di dalam mobil saat ini.

"Lo harus jaga mata karena di sini banyak cogan, gue gak mau nanggung dosa dengan lo selingkuh sama cowok lain." ucap Bumi dengan wajah serius membuat Bintang mendengus.

"Gue gak tau cogan itu apa dan juga gue bukan tipe cewek yang gampangan kayak gitu." ucap Bintang menggebu-gebu.

"Cogan itu cowok ganteng, yang melebihi gue banyak di sini. Gue tahu lo gak bakal selingkuh,"

"Di London lebih banyak cogan, di sana aja gue gak kepincut apalagi di sini. Ngomong sama lo tuh bikin gue unmood tahu gak." ujar Bintang kesal.

"Biar lo jadi mood lagi, pokoknya lo harus jadiin ini mood booster lo."

Cup..
Cup..

Bibir Bumi menempel di kening dan juga bibir Bintang, rasa nyaman seketika menguar dan menyelimuti keduanya. Bumi tersenyum kecil melihat wajah Bintang yang memerah malu.

Ketukan di kaca mobil membuat keduanya segera turun, pemandangan pertama yang menyita perhatian Bintang yaitu puluhan siswa dan siswi menatap ke arahnya dengan raut bingung, kagum, juga benci.

"Welcome to the jungle Bie!" seru Rehan yang membuat sebagian orang menjadi diam memandang Rehan.

"Rey lo bikin gue jadi santapan orang-orang." ujar Bintang geram.

"Emang mereka ngeliatin lo?" Rehan terkekeh begitupula dengan Revan.

"Damn." umpat Bintang.

Bintang lebih dulu berjalan meninggalkan Bumi, Revan, dan Rehan, ia berjalan cuek dengan orang-orang yang memperhatikannya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tiba di koridor sekolah langkah Bintang terhenti, ia membalikkan badannya.

"Gue gak tahu jalan," ucap Bintang datar.

"Makanya gak usah sok tahu gitu," Revan menimpali dan berjalan lebih dulu di ikuti Bintang juga Bumi dan Rehan.

Ketiganya menyusuri koridor yang mengarah langsung ke ruang guru dan ruang kepala sekolah. Sepanjang jalan para siswa dan siswi memusatkan perhatian kepada mereka berempat.

Revan dengan sopan mengetuk pintu besar terbuat dari kaca transparan, setelahnya Revan membuka pintu dan masuk ke dalam di ikuti ketiganya.

"Bu kita mau ketemu kepala sekolah," ucap Revan sopan dan terkesan lembut pada guru berjilbab yang terlihat sangat muda.

"Beliau sedang izin, tapi tadi dia menitipkan pesan jika ada seorang siswi baru." suara lembut sang guru mengalun merdu, menambah kecantikan parasnya.

"Ini siswi barunya," ujar Revan.

Sang guru yang bernama Zakinah itu menatap Bintang sembari tersenyum lembut, lalu ia kembali menatap Revan dengan senyum jahil.

"Pacar kamu yah?"

"Enak aja, Bintang ini pacar aku Bu. Revan kan single woles nunggu Ibu menerima khitbahnya." Bumi angkat bicara yang membuat Bu Zakinah memerah malu sedangkan Revan tetap dengan wajah datar namun lembut.

"Ehm, ya sudah kalian kembali ke kelas. Bintang akan menyusul dengan saya." ucap Bu Zakinah setelah menetralkan ketegangan di antara mereka.

"Kenapa gak barengan aja Bu?" ujar Bumi.

"Kagak, kalau kita barengan gue sama siapa? Ans gue gak mau jalan sendiri kayak jones." ucap Rehan kesal.

Bintang, Bumi dan Revan menyemburkan tawa, begitu juga dengan Bu Zakinah yang tertawa kecil. Diam-diam Bu Zakinah mencuri pandang pada Revan yang tertawa, pandangan tersebut tak luput dari perhatian Bintang. Bintang bisa tahu jika Bu Zakinah memiliki perasaan pada Revan, begitupula Revan dengan sikapnya yang lembut pada Bu Zakinah.

Bel berbunyi, memaksa ketiga lelaki tersebut meninggalkan ruang guru yang juga telah di penuhi guru-guru. Kini Bintang sedang duduk di hadapan Bu Zakinah yang tengah sibuk merapikan jurnal juga notebooknya.

"Kamu pindahan dari London?" Bu Zakinah menatap Bintang dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.

"Iya Bu,"

"Kenapa pindah? Itu London loh, sayang banget kan dua tahun lagi kamu lulus."

"Nah itu Bu, aku juga gak mau pindah. Tapi emm Bumi gak mau pindah ke London jadi harus aku yang pindah ke sini." ucap Bintang mengerucutkan bibirnya.

"Saya gak nyangka kalau kamu pacarnya Bumi, karena setahu saya Bumi gak pernah mau pacaran." Bu Zakinah bangkit dari kursi di ikuti Bintang yang juga bangkit.

"Iya aku juga gak nyangka."

Pembicaraan keduanya terhenti, keduanya kini melangkah menyusuri koridor dan masuk ke dalam lift yang berisi tiga guru. Ketiga guru itu hanya menyapa Bu Zakinah, sedang Bintang hanya diam. Pintu lift terbuka, Bu Zakinah keluar bersama Bintang sedang ketiga guru masih berada di dalam lift.

Keduanya kembali menyusuri koridor kelas dan berhenti di pintu yang terbuat dari kayu dengan kaca kecil transparan berbentuk kotak. Bu Zakinah mengetuk pintu dan segera membukanya, ia masuk dan di ikuti Bintang di belakangnya.

Suasana kelas menjadi sepi begitu tatapan para siswa dan siswi menatap objek baru yaitu Bintang, Bu Zakinah tersenyum melihat para muridnya terlihat penasaran dengan Bintang. Dengan mengucap salam Bu Zakinah membuyarkan pandangan para murid.

"Dia adalah teman baru kalian, Bintang silahkan memperkenalkan diri." ujar Bu Zakinah.

Bintang berdehem dan mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kelas dan melihat sosok Bumi yang tersenyum kecil padanya, Revan dan Rehan malah memberinya senyum jahil.

"Nama gue Bintang Najmuz Dirgantara, gue pindahan dari SHS London. Terima Kasih." Bintang menyunggingkan senyum sopan yang membuat para siswa memandangi Bintang dengan rasa kagum sedangkan para siswi memusatkan perhatian pada ketiga cowok bermarga yang sama dengan marga Bintang yaitu Bumi, Revan, dan Rehan.

"Marga lo Dirgantara, lo saudaraan sama Bumi, Revan, dan Rehan?" celetuk seorang siswi yang wajahnya terlihat di baluri make up, juga seragamnya yang terlihat ketat hingga menonjolkan bentuk tubuhnya.

"Pengen tahu aja atau tahu banget?" celetuk Rehan.

"Menurut lo aja beb,"

"Dia itu pacarnya Bumi dan sejak kapan gue jadi bebeb lo Cecil cabe." ucap Rehan yang membuat semua tatapan tertuju ke arah Bumi meminta klarifikasi.

"Dia pacar gue, yang berani deketin harus berhadapan sama mereka." ujar Bumi menunjuk Revan dan Rehan. Yang di tunjuk malah memprotes pada Bumi karena di jadikan tameng.

"Silahkan duduk di samping Bumi, Bumi jangan pacaran di waktu pelajaran." Bumi menyodorkan jempolnya tanda mengerti, Bintang berjalan ke meja di mana Bumi duduk menantinya dengan senyum kecil.

(BS #1) BTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang