"Gue gak tahu kalo lo sangat tertarik sama hal yang berbau HAM," ucap Bintang sambil tersenyum puas melihat hasil diskusinya bersama Rehan mendapatkan bintang emas dari guru, yang berarti mendapatkan poin tertinggi.
"Lebih tepatnya gue prihatin dan gue berharap one day gue bisa berpartisipasi untuk membantu mereka yang tengah berjuang untuk mendapatkan HAM yang benar-benar layak," papar Rehan, Bintang bisa melihat kesungguhan di balik ucapan Rehan juga binar kekuatan dan pengharapan yang besar.
Bintang tak menyangka kalau sahabatnya yang dulu hobi main cacing malah memiliki hati dan cita-cita yang mulia, Bintang sangat bangga.
"Dan gue yakin lo akan melakukan itu dengan baik, boleh gue berpesan?" tanya Bintang membuat Rehan menatapnya serius.
"Gue mau lo juga ikut membantu semua perempuan yang memperjuangkan haknya."
"Pasti, lo tau Bie kenapa sampai saat ini gue belum tertarik untuk menikah?"
"Karena lo masih muda dan lo punya cita-cita yang harus lo capai," jawab Bintang.
"Salah satunya itu, tapi alasan utama gue karena gue takut tidak memperlakukan istri gue dengan baik hingga akhirnya istri gue tidak mendapatkan haknya sebagai perempuan." papar Rehan membuat Bintang speechless. Bintang tahu kalau fikiran Rehan sering berbau negatif tapi dalam lingkup bercanda, Rehan yang berbeda.
"Lo gak mungkin kayak gitu Rey,"
Rehan tersenyum kecil ia sudah menerka respon yang akan di berikan Bintang, "gue gak yakin ama diri gue Bie."
"Kenapa nggak?" ujar Bintang tak terima.
"Setiap orang punya dark side kan?"
Bintang menatap Rehan tak percaya, apa-apaan dark side, dirinya saja tak pernah tahu jika ia memiliki dark side.
"Lo Rey sahabat gue yang baik dan gue yakin lo gak akan seperti yang ada di fikiran lo!" ujar Bintang tak ingin di bantah.
"Tolong rahasiakan ini!" Bintang mengangguk, Bintang akan merahasiakannya dan memastikan Rehan tak aka menjadi seperti yang sahabatnya itu fikirkan.
***
Revan lagi-lagi mengomeli Bumi, karena ulahnya yang kekanakan membuat timnya tak mendapatkan bintang dan hanya bisa puas dengan poin yang terbilang sedikit.
"Ya sorry lagian Pan gue tuh gak butuh bintangnya Pak Abu, karena gue udah punya Bintang sendiri." ujarnya membuat Revan melayangkan satu jitakan Bumi.
Bagaimana tak kesal kalau jawaban yang di berikan Bumi sangat jauh dengan apa yang Revan diktekan. Tadi sehabis mendengar perkataan tajam dari Bintang keduanya segera mengerjakan tugas, Revan bertugas mengeluarkan semua pendapatnya dan Bumi yang menulinya. Karena sangat percaya pada Bumi membuat Revan merasa tak perlu memeriksanya kembali hingga akhirnya membuat Pak Abu -guru PKN- mencoret sebagian tugasnya.
Lihat saja kelakuannya, 'Menurutmu apa di Indonesia HAM sudah berjalan baik dan sebagaimana mestinya?'
Dan dengan pandainya Bumi menulis, 'Bisa di bilang sudah berjalan cukup baik, tapi pemerintah dan rakyatnya harus tetap berusaha meningkatkan kesadaran dan penerapan dari HAM tersebut. Dan harusnya Indonesia membuat HAS (hak asasi suami).'
Dan karena itu pula Bumi dan Revan mendapatkan catatan sayang dari pak Abu yang bertuliskan; 'pelajaran sekolah saja kau belum khatam jadi jangan bermimpi untuk bisa menikah dan tahu uu dan hak pernikahan. Bocah ingusan kau berdua, lap ingus saja kau berdua tak bisa!'
"Yang pak Abu bilang itu benar!" ujar Revan.
"Yang mana?" Bumi menatapnya penasaran, pasalnya pak Abu tak pernah bicara pada keduanya hanya memberikan mereka tatapan tajam melebihi belati.
"Kalau lo bocah ingusan!" seru Revan meninggalkan Bumi, menyusul Bintang dan Rehan yang lebih dulu keluar kelas.
Bumi berlari mengejar Revan dan beruntungnya mendapatkan pelototan tajam dari Bintang yang memberikan peringatan.
"Ini 20cm kok," lirih Bumi yang sedikit terintimidasi. Gila istrinya beneran mirip Heyna.
Revan tersenyum geli lebih mendekatkan diri pada Bumi, "Bintang keren ya," bisiknya, Bumi mendorong Revan menjauh darinya yang di dorong malah tertawa.
Bumi harus jaga diri dari Revan, mengabaikan semua godaannya yang bisa membuat Bumi lebih terjerumus ke dalam kesengsaraan jomblo seminggu. Apa sebaiknya Bumi melafalkan ayat kursi untuk mencegah ia terhasut godaan Revan? Revan memang bukan iblis dan sejenisnya, tapi Revan lebih kejam dari itu semua. Lihat saja hasilnya yang membuat Bumi merasakan sengsara kejombloan.
'Baru juga ngerasain punya pacar eh ini malah jomblo lagi.' rintihan hati Bumi.
Sebuah notifikasi dari ponsel Bumi berdenting membuat sang empunya segera mengecek ya siapa tahu itu pesan dari Bintang yang sudah memaafkannya, atau sms dari operator yang menyatakan masa aktif kartunya akan habis. Duh maklum saja ponsel mantan jomblo yang kembali menjomblo seminggu itu sangat jarang berdering, pertama ia tak memiliki banyak kontak chat di ponselnya kalian hanya bisa mendapati beberapa kontak keluarga dan orang-orang yang hanya orang-orang yang Bumi kenal baik. Kedua, biang rusuh di grup 'Ragunan' tak mungkin ribut di grup karena di dunia nyata mereka aslinya sudah sangat ribut, grup kelas? Uh dia tak ikut karena Rehan sudah termasuk dalam grup itu sehingga dia merasa itu tak perlu. Dan ketiga semua socmed yang ia miliki sudah lebih dulu di mute untuk tak mengganggunya.
- Ratu jealous punya sang Raja -
'Pulang sekolah langsung ke rumah ya, nanti malam ada acara keluarga. Sekalian nginep bilangin ke dua kembaranmu itu!'
'Btw gimana perkembangan Bumi junior?'
Wajahnya kaget membaca pesan terakhir sang mama, Bumi junior maksudnya apa?! Mamanya fix gak waras, orang anak dan mantunya masih sekolah malah di tanyain perkembangan junior-junior.
Ia mengetik sesuatu di ponselnya dan mengirimkannya tentu saja bukan kepada sang Ratu jealous punya sang Raja. Segera setelahnya menyimpan kembali ponsel tersebut.
- Raja playboy punya sang Ratu -
'Siaga satu, fix mami gila!'
-------------------------------------------------------------
Ya udah ngasih clue buat cerita Rehan nantinya.
Ya ngerasa B kurang seru tanpa konflik tapi gak tega bikin konflik karena sayang mereka banget.
Ada yang nungguin cerita baby Ehan atau Epan?
Tolong yaa vote dan commentnya (salah satu mood biar cepat update) thankyaaa kalian kesayangan💕
Assalamualaikum
Ya' 💋
KAMU SEDANG MEMBACA
(BS #1) B
Teen Fiction| status: selesai | Bumi suami Bintang, Bintang istri Bumi. Mereka harus menikah di usia 17 tahun. Ini bukan hanya cerita tentang Cinta, tapi di sini juga ada beberapa cerita tentang keluarga.
