B . 10

13.4K 772 12
                                        

Ciee up, aahh thx buat jaeja_ yang nanyain tentang jadwal up B, plus di pollbek. Tahu kan Raja Salman lagi di Indo dan pangeran- pangeran ikutan datang. Bisa gak satu pangeran yang cakepnya ngalahin Zayn Malik di khilafin biar bisa kecantol sama cewek-cewek Indonesia? Aaaahhh...

Bumi keluar dari kamar mandi dengan keadaan shirtless, handuk putih membalut tubuh bagian bawahnya sedang handuk kecil ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya. Bintang yang sedang duduk di kasur menatap Bumi kesal, sedang Bumi dengan santainya membuka handuk memakai baju juga celana di hadapan Bintang. Yah meski sebenarnya Bumi membelakangi Bintang, tapi tetap saja judulnya ia memamerkan hem tubuh bagian bawahnya pada Bintang.

Jika di saat normal mungkin Bintang akan berteriak memaki Bumi, tapi sepertinya hal itu tak terjadi karena saat ini Bintang terlihat begitu kesal. Setelah Bumi menyemprotkan parfum ke tubuhnya ia mendekat ke arah Bintang yang masih menatapnya kesal.

"Kenapa?" tanya Bumi dengan santai yang sepertinya menyulut emosi Bintang.

"Kenapa? Lo bilang kenapa?" Suara Bintang lebih tinggi membuat Bumi diam.

"Lo sengaja kan pamerin badan lo ke mereka?" Bumi dengan refleks menggeleng, sepertinya aura Bintang yang sedang emosi membuat Bumi tunduk padanya. Aissh Bumi masuk dalam jajaran suami-suami takut istri wkwkwk.

"Gue gak sengaja, gue bangun-bangun dan ngeliat lo ngomong sendiri depan iPad. Kan sebagai suami yang baik gue nyamperin lo, takut lo kenapa-napa." ucap Bumi pelan takut ucapannya malah membuat sang istri bertambah marah.

Bintang tak lagi membalas Bumi, ia memgusap wajahnya kasar. "Dan mereka ngeliat tubuh lo," ucap Bintang lirih.

Bumi segera merengkuh Bintang ke pelukannya, "Mereka liatnya cuma sekilas Bie."

"Tapi tetap aja mereka ngeliat dan gue yakin mereka gak bakal berhenti neror gue tentang lo."

"Cukup lo bilang gue milik lo, gue yakin mereka dengan baik hati mundur karena lo sahabat mereka." Bumi mengusap rambut Bintang pelan, Bintang tak tampak malu membalas pelukan Bumi.

"Mereka itu maniak cowok bertubuh atletis, mereka akan berusaha keras untuk mendapatkan cowok yang mereka incar untuk di ajak tidur. Gue gak mau lo tidur sama mereka dan lo ninggalin gue." Bumi terkekeh geli, ia mengurai pelukannya hingga menciptakan jarak antara dia dan Bintang.

"Gue cuma akan tidur sama lima orang. Yang pertama gue tidur sama Mami, kedua Lo, ketiga Revan, keempat Rehan dan kelima anak-anak kita." Bintang merona merah mendengar Bumi mengucapkan kata 'anak-anak kita'. Bumi juga ikut merona dan Bumi tak menyia-nyiakan kesempatan, ia mendaratkan kecupan di kening, dan bibir Bintang. Dan dengan malu-malu kucing Bintang membalas kecupan Bumi.

"Ups.. Sorry," Rehan tak sengaja melihat apa yang sedang di lakukan Bumi dan Bintang, tadinya dia ingin mengajak keduanya untuk makan bersama tapi sepertinya Bumi dan Bintang sudah saling memakan.

Bumi dan Bintang segera melepaskan diri, Bintang memalingkan wajahnya sedang Bumi menatap Rehan kesal. Rehan menampakkan cengiran dan segera berlari keluar dari kamar Bumi dan Bintang.

"Ayo makan," Bumi menarik lembut pergelangan tangan Bintang.

Bumi menggandeng tangan Bintang hingga mereka tiba di meja makan di mana Revan, Rehan dan Mba Sari telah duduk di kursi masing-masing. Seperti kemarin, Bintang kembali menyajikan makanan untuk Bumi. Setelahnya ia juga mengambil makanan untuk dirinya.

"Kata Ehan kalian udah makan," ujar Revan sambil menikmati makanannya.

"Belum." ucap Bumi singkat.

(BS #1) BTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang