B. 31

8.5K 499 14
                                        

Bintang tengah berkutat di aplikasi skype di ipadnya, baru saja ia selesai bervideo call ria dengan sahabat-sahabatnya dan tiba-tiba sebuah nomor tak asing menghubunginya, ia sangat kenal dengan nomor itu meski ia tak menambahkannya ke kontak skypenya. Ya nomor yang beberapa tahun kemarin tak pernah absen menghubungi meski hanya ia tanggapi dengan acuh. Tiga panggilan video tak terjawab dari sang empunya nomor, sebuah chat kini terpampang di layar.

'Hy loveBee long time no see, i miss you a lot loveBee.'

Bintang terpaku untuk beberapa saat mengingat sosok pengirim pesan yang selalu saja muncul di hidupnya tanpa di pinta layaknya sebuah jelangkung. Yang membuatnya bingung kenapa sosok itu baru menghubunginya lagi padahal sudah beberapa bulan ini ia merasa tenang tanpa kehadirannya.

Satu pesan kembali masuk membuat fokus Bintang kembali ke layar ipadnya.
'How are you loveBee? Tanpa bertanya pun aku tahu kalau kamu baik-baik saja, aku dengar kamu pindah ke Indonesia?'

Bintang tak terkejut, ya ia sangat tahu jika dia selalu tahu tentang dirinya. Sejauh apapun ia dari sosok itu.

'Anyway aku juga lagi di Indonesia, ayo kita ketemu!'

'NO WAY!' balas Bintang dengan bersungut-sungut.

Bintang segera mematikan skypenya, masih seperti dulu sosok itu selalu membuat emosinya terpacu.

Bumi yang baru saja masuk ke dalam kamar bingung melihat Bintang yang mengeluarkan berbagai makian, "istighfar sayang."

Bintang kembali mengumpat berbalik dan mulai merengut kesal, "kamu bikin kaget ih."

Bumi tertawa ia sangat suka dengan ekspresi Bintang saat ini, "kamu kenapa?"

  "Emang aku kenapa?" bukannya menjawab Bintang malah bertanya balik.

Bumi menuntun Bintang untuk duduk di sofa, "kamu kayak kesal, emang kesal kenapa?"

Bintang diam dan bimbang menceritakannya pada Bumi atau tetap menyimpannya rapat, "umm, udah gak kesal kok, kan udah ketemu mood boosternya." Bintang memeluk pinggang Bumi, menenggelamkan kepalanya di dada Bumi.

'I'm sorry Mas.' batin Bintang.

***

Bintang sedang berbelanja di pasar swalayan bersama Mba', membeli kebutuhan dapur untuk seminggu kedepan. Biasanya Bumi atau Rehan selalu menemani mereka tapi berbeda dengan hari ini, ketiga cowok tersebut sedang sibuk-sibuknya mengurus clothing line yang akan mereka launching tiga hari lagi. Ya ketiganya sedang mengembangkan kemampuan mereka dalam berbisnis dengan membuka clothing line, bagi mereka ini bukan pertama kalinya mereka berkutat dengan dunia bisnis. Setahun yang lalu mereka mencoba membuka usaha bengkel yang berujung dengan gulung tikar, tapi itu tidak mematahkan semangat mereka dan akhirnya mereka memutuskan membuka usaha baru sekaligus memanfaatkan popularitas mereka di social media untuk menggaet konsumen.

Sedang asyik memilih bahan makanan tiba-tiba dari arah belakang ada suara yang menyapa Bintang.

  "LoveBee?"

Tubuh Bintang mematung, aduh mimpi apa dia semalam harus bertemu dengan sosok itu.

  "Bad luck!" umpatnya.

Sosok itu tertawa, setiap bertemu dengan Bintang gadis itu akan selalu mengumpat.

  "Always the same," ujar cowok itu sambil tersenyum manis meski Bintang masih memunggunginya.

Bintang mulai melangkah hingga suara itu lagi-lagi menegurnya, "don't go yet, please!" Bintang menghela nafas berat dan akhirnya berhenti melangkah dan mulai berbalik ke arah cowok itu, Abyan Nandana.

(BS #1) BTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang