Remember (Part 1)

693 42 5
                                    

Hari ini sekolah di liburkan karena guru-guru sedang mengadakan rapat penting membahas tentang kurikulum dan sebagainya. Seperti biasa, Ara dengan santainya berbaring-baring diatas sofa sambil memainkan hpnya.

"Ra," panggil Alan yang baru saja datang ke rumahnya Ara.

"Apa?" jawab Ara cuek selagi asik bermain game di hpnya.

"Jalan-jalan yuk?" ajak Alan.

"Kemana?" tanya Ara.

"Udah intinya lo ikut aja deh dulu nanti lo pasti bakalan suka."

"Oke, sabar gue mandi dulu."

"Ih jorok amat sih jadi cewek, udah jam 8 belum mandi," cibir Alan.

"Udah ah lo diam aja nggak usah banyak komentar soal gue," sahut Ara kesal.

Selagi menunggu Ara yang lama mandi sekaligus lama dandan, Alan pun mengambil hpnya Ara dan memainkan hpnya. Ara pun keluar dari kamarnya lalu mengambil hpnya dengan paksa sambil menatap Alan dengan wajah sinis.

"Yuk jalan," ucap Alan sambil menarik tangan Ara keluar dari rumahnya.

Ara hanya pasrah sambil menyesuaikan langkahnya dengan langkah Alan. Mereka pun masuk ke dalam mobilnya Alan lalu pergi.

"Lan, singgah ke tempat makan yuk? Laper gue," sahut Ara.

"Emang lo belum makan apa?" tanya Alan.

"Iya, belum." jawab Ara dengan wajah polos.

"Astaga nih anak, ya udah deh kita singgah makan dulu."

Alan pun membawa Ara ke sebuah warung bakso. Alan tau kalau Ara memang suka banget makan bakso di tempat itu sebelum ia hilang ingatan. Dengan wajah gembira Ara turun dengan semangat sambil menarim-narik tangan Alan untuk bergegas.

"Biasa aja kali kalo emang kelaperan," cibir Alan.

"Ah rese dah lo," sahut Ara.

"Yang lapar siapa ya? Jadi yang rese pastinya yang lapar dong sampe buat singgah makan segala lagi," cibir Alan lagi.

"Aish lo tuh nyebelin amat sih!" seru Ara.

"Iya, iya cewek emang selalu benar."

Setelah Alan mengatakan itu, Ara tersenyum puas kemenangan. Ya, Ara memang paling nggak suka kalah kalau sedang berdebat apalagi lawan berdebatnya itu Alan, dia maunya dia menang.

Mereka pun duduk di salah satu bangku di warung itu lalu memesan makanan. Alan memesan seporsi sedangkan Ara memesan dua porsi. Alan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Ara yang lumayan membuatnya kaget.

"Tumben makan banyak," sindir Alan.

"Suka-suka gue, orang lagi laper. Lagian lo juga, tumben makannya dikit." sahut Ara.

"Suka-suka gue, guenya lagi males makan banyak."

"Ya udah nggak usah sewot kalo gue mesan banyak," cibir Ara.

"Ah memang cewek selalu benar."

Setelah menghabiskan makanan, Alan pun membayar makanan yang sudah mereka pesan itu.

'Sial amat dah gue, yang makan paling banyak siapa yang bayar pun siapa.' rutuk Alan dalam hati.

"Lan cepetan!" seru Ara yang sudah berada di samping mobilnya Alan.

"Iya sabar!" seru Alan.

Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan warung itu dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ke tempat yang mereka tuju. Ara pun sedikit kebingungan karena mereka mulai memasuki ke daerah yang jalanannya sudah mulai sepi.

Basketball LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang