26. Kencan

2.1K 265 66
                                        

- Malam, Airi -

Pesan itu masuk saat Airi baru saja selesai mengerjakan PR Matematika. Ia yang tengah rebahan di tempat tidurnya tersenyum sendiri. Tentu saja pesan dari Davi.

Walau begitu, perasaan suka Airi pada Davi yang sudah bangkit kembali tak seindah dulu. Sejak kenyataan Davi jadian dengan Andina beberapa waktu silam, hati Airi benar-benar sudah dikecewakan. Tidak salah jika orang mengibaratkan hati seperti gelas. Jika sudah pecah, mungkin serpihannya bisa diterapkan kembali, namun tetap saja bentuknya tak bisa seperti semula.

Ditambah dengan adanya berita yang beberapa bulan lalu merebak di kalangan cewek-cewek seangkatan. Airi dengar, banyak cowok yang mendekati Andina bukan karena hati. Kebanyakan mengincar karena cewek itu berani diajak berpacaran. Hal itu terbukti dengan seringnya Andina bergonta-ganti pacar. Kadang dalam satu waktu, Andina memang bisa punya lebih dari dua cowok. Soal itu Airi sudah membuktikan sendiri beberapa kali selama sekelas dengannya.

Sekarang setiap memikirkan Davi, mau tak mau Airi jadi harus teringat Andina. Dari pesan-pesan yang belakangan ini memenuhi kotak masuknya, Airi yakin Davi memang sedang mendekatinya. Perasaannya dilema. Ia jadi curiga Davi sempat memacari Andina karena alasan serupa.

Airi melempar guling ke tembok karena kesal. Terus terang ia tidak mau dianggap cewek seperti Andina yang bisa diajak main-main cowok mana saja. Ia selalu dinasehati kakak dan mamanya untuk memilih pergaulan yang benar. Selama ini papanya melarang Airi pacaran juga karena hal tersebut. Karena tidak ingin mengecewakan harapan keluarga, maka Airi telah belajar menjaga diri sejak kecil.

- Kapan ada waktu? -

Pesan dari Davi masuk lagi.

- Memang kenapa? -

Balas Airi segera.

- Mau pergi nonton? -

Harusnya sudah bisa diduga jika cepat atau lambat Davi akan mengajaknya kencan.

- Sally bilang nggak ada film bagus buat dua minggu ke depan -

Dan tak lama balasan pun datang.

- Gimana kalau jalan-jalan? -

Airi memandang langit-langit kamarnya.

Ia memang menyukai Davi, tapi ia banyak berpikir negatif

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ia memang menyukai Davi, tapi ia banyak berpikir negatif. Jika ia menerima ajakan cowok itu untuk kencan kemudian bertemu Andina di jalan bagaimana? Apa yang harus Airi jawab jika Andina berkata, "Airi, lo jalan sama mantan gue? Kalian pacaran? Ya ampun...."

Airi mendengus sebal. Kalau saja itu terjadi, ia seperti tidak akan bisa menerima dirinya sendiri. Airi tak senang menyukai Davi lagi gara-gara Andina. Semua perkataan cewek itu saat baru jadian dengannya dulu masih melekat jelas di kepalanya. Bagaimana pun, ia juga masih punya gengsi.. Harusnya mereka tidak pernah jadian. Predikat 'mantan Andina' memang membuat Airi dilema setengah mati. Ia menyukai Davi tapi ini tidak sebebas dulu lagi.

Flashback WindTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang