37. Ikhlas

2.3K 255 113
                                        

"Awal-awal anak Bapak dan Ibu naik ke kelas 12, si pelaku mengirimi Nak Airi doa semacam mantra pembangkit cinta. Dari mantra itulah makhluk itu datang."

"Tapi bagaimana mungkin? Bukannya Airi mendapat mimpi-mimpi aneh setelah dia kuliah, ya?" tanya Mama.

"Saat dikirimnya mantra, makhluk itu memengaruhi pikiran Nak Airi agar selalu tertuju padanya. Mungkin si pelaku menyukai Nak Airi tapi dia tidak yakin kalau Nak Airi mau membalas cintanya," terang Bapak itu. "Nah, seiring berjalannya waktu, tugas si pihak ketiga mulai berkembang menjadi sihir penghalang. Seperti mimpi-mimpi yang kemudian Nak Airi dapatkan."

Benar-benar tidak masuk akal. Jadi sudah selama itukah Davi memengaruhiku?Jika awal aku menyukai Davi saat SMP saja karena ia memakai kalung ajaib dari kakaknya. Kami jadian di tingkat akhir SMA juga karena diam-diam Davi mengirimiku mantra cinta. Setelah kuliah hingga sekarang bekerja aku tak bisa dekat dengan pria lain karena sihirnya yang berniat menjauhkanku dari jodohku.

Aku benar-benar tak menyangka. Kisah cinta masa sekolahku ternyata hanyalah hal palsu. Semua kisah cintaku dengan Davi bukanlah sesuatu yang murni terjadi. Kejadian manis, tangis, tawa, canda, juga perasaan terpendam yang kupikir luar biasa ternyata cuma hal semu yang kudapat berkat makhluk itu.

Aku tertawa pedih. Kupikir masa remajaku benar-benar terlewati dengan sempurna. Kupikir aku telah melalui kisah cinta yang luar biasa dengan cowok yang kusuka. Padahal dulu semua terasa normal-normal saja. Tak pernah sekalipun ada curiga terbesit di kepala. Berbagai kenangan manis yang telah kulalui dengannya. Sungguh tidak bisa kupercaya. Rasanya hatiku sakit dan kecewa.

Gaara benar. Kepopuleran dan disukai banyak orang tidak selalu berakhir menyenangkan. Lihat saja apa yang bisa orang lakukan demi mendapatkan perhatian. Dari kekaguman menjadi cinta. Dari cinta menjadi obsesi. Lalu kesalahpahaman membuat obsesinya menjadi benci. Ini sungguh mengerikan.

Hal-hal buruk yang terjadi dalam masa remajaku justru kulihat sebagai keindahan. Semua karena dulu aku tak pernah percaya adanya hal-hal yang tak bisa dinalar. Kalau saja Gaara tak datang dan aku tak bertemu Alexandra sebagai teman.

"Jadi ini bukan sekadar sihir penggoda. Bukan semacam sihir pemikat atau sejenisnya. Apa yang terjadi pada anak Bapak adalah sesuatu yang memang sengaja dikirim oleh seseorang," ucap Bapak itu tenang.

"Tapi siapa yang tega berbuat seperti itu pada anak saya?" tanya Mama. "Saya mengenal Airi lebih baik dari siapa saja. Dia anaknya tidak macam-macam. Meskipun agak cuek pada teman prianya, tapi saya tahu Airi selalu bersikap baik pada teman-temannya. Selama ini dia tidak pernah melakukan sesuatu yang melebihi batas. Apalagi sampai berbuat jahat pada orang," Mama menjeda kalimatnya untuk mengatur napas.

"Setahu saya Airi juga tidak pernah punya musuh. Sejak dulu masih sekolah, waktu kuliah, bahkan sampai sekarang sudah bekerja, saya tidak pernah mendengar ada orang yang mengadukan keburukan Airi pada saya," kata Mama lagi.

"Ya kecuali soal sikapnya yang jadi lebih tertutup semenjak lulus SMA. Beberapa orang memang pernah menanyakan hal itu pada saya, tapi itu saja. Saya yakin Airi tidak mungkin melakukan hal-hal yang di luar kewajaran anak seusianya. Apalagi jika sihir itu dikirim sejak Airi masih SMA."

Pria itu tersenyum mendengar perkataan Mama. "Kadang sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik juga di mata orang. Saya juga percaya anak Ibu seperti itu, tapi namanya hidup, sebaik-baiknya orang berusaha bersikap bisa saja masih salah di mata lainnya. Salah paham, misalnya. Lagi pula tidak ada manusia yang sempurna. Jadi Ibu harap maklumi saja."

Suasana hening untuk beberapa lama. Aku yang duduk di antara Papa dan Mama juga tak tahu harus berkata apa. Aku tahu perasaan keduanya. Mereka pasti merasa sakit dan tidak terima. Mereka selalu berusaha mendidikku menjadi anak yang baik sejak kecil. Meski kadang sering membantah, tapi aku selalu berakhir menuruti perintah mereka.

Flashback WindTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang