Thank you, you guys, for the amazing 100k readers! Enjoy!
*
Audrey akhirnya memutuskan untuk ikut makan siang bersama dengan keluarga Riel. Ia masih belum bisa menghilangkan kata-kata Riel tadi dari otaknya.
Lo cukup cantik kok.
Lo cukup cantik kok.
Kata-kata itu terus terputar di dalam otaknya. Ia tidak menyangka bahwa Riel akan memujinya cantik. Bahkan, berharap dipuji cantik oleh Riel saja tidak pernah. Dan hal itu sukses membuat Audrey terus tersenyum sedaritadi.
"Lo kenapa sih? Senyum-senyum sendiri?" tanya Bev sambil menyenggol tangan Audrey yang duduk di sampingnya.
Audrey menggelengkan kepalanya pelan. "Nggak kok, nggak papa."
"Udah jadian ya kalian berdua?" tebak Bev sambil menatap Audrey dan Riel secara bergantian.
"Apaan sih, Bev. Nggak usah ngaco," ucap Riel tiba-tiba.
Audrey menoleh ke arah Riel yang duduk di samping kirinya. Riel masih menatap ke luar jendela seperti apa yang sudah ia lakukan sejak mereka masuk ke dalam mobil. Hati Audrey mendadak terasa perih. Apa ini artinya Riel benar-benar tidak menyukainya?
"Ah, lo mah nggak usah pura-pura nggak mau deh," ucap Bev sambil tertawa pelan. "Papa sama Mama juga tahu lo suka sama Audrey."
Pipi Audrey seketika memanas mendengar ucapan Bev. Belum lagi Bianca dan El yang ikut tertawa. Ia kembali melirik Riel yang sekarang memasang tampang sebal di wajahnya.
Tidak ada pembicaraan yang terjadi lagi sampai mereka tiba di tempat tujuan mereka. Setelah mendapatkan tempat parkir, mereka semua turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam restaurant. El mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Josh dan yang lainnya.
"Tuh, di sana. Yuk," ajak El begitu melihat Josh yang sedang melambaikan tangan padanya dengan senyum senang di wajahnya layaknya anak kecil.
Audrey mendadak menjadi gugup saat melihat keramaian yang ada di meja yang mereka tuju. Ia tadi mengira saudara Riel yang datang tidak akan sampai lima orang. Kenyataannya, di meja tersebut terdapat sembilan orang. Dua pasang suami istri bersama anak-anak mereka.
"Riel," panggil Audrey sambil menahan lengan Riel dari belakang.
Riel menoleh dan menatap Audrey dengan bingung. "Apa?"
"Gue mau balik aja deh." Audrey kembali melirik saudara-saudara Riel yang sudah bangkit berdiri untuk menyambut kedatangan Bianca dan El.
"Kenapa emangnya?"
"Itu rame banget. Gue nggak enak," ucap Audrey pelan.
Riel menghembuskan napasnya dengan berat. "Nyokap gue kan udah bilang nggak papa, Drey."
"Woi, lo berdua! Pacaran mulu. Sini!" teriak Bev yang sudah duduk manis di salah satu kursi. Sontak seluruh mata langsung tertuju pada Audrey dan Riel akibat ucapan Bev barusan.
"Oh, pacarnya Lucas toh. Sini, kenalin dong ke Om," ucap Josh sambil mengisyaratkan Riel untuk menghampirinya bersama Audrey.
Riel menoleh ke arah Audrey. "Udah telat. Lo nggak ada pilihan lain selain gabung sama kita."
Audrey mengangguk lemah dan berjalan mengikuti Riel menuju saudara-saudaranya. Ia harap ia tidak menganggu acara keluarga mereka.
"Lucas udah besar ya sekarang. Udah punya pacar," goda Josh sambil menepuk pundak Riel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lesson To Learn
Novela Juvenil"When you think everything's going so well but then all of a sudden everything starts to fall apart." ••• Audrey selalu berpikir bahwa hidupnya sudah sempurna. Pacar yang tampan, dua sahabat yang selalu ada bersamanya, dan juga keluarga yang bahagia...
