Audrey berjalan dengan lemah menyusuri jalanan yang sepi. Angin terus berhembusan menandakan hujan akan datang sebentar lagi. Dan sudah hampir satu jam ia berjalan tanpa arah. Ini karena ia tidak tahu ia harus pergi kemana sekarang. Biasanya, ia akan pergi mencari Lucy dan Claire atau Marco. Tapi mereka telah mengkhianatinya. Jadi, tidak ada gunanya pergi mencari mereka.
Sekarang ia benar-benar sendiri. Semua orang yang sebelumnya ia percaya sudah ditarik dari hidupnya, meninggalkan ia sendirian tanpa seorangpun. Ia baru sadar bahwa hidupnya sekarang ini miris sekali. Setelah ini, ia harus menjalankan hidup tanpa Lucy, Claire, Marco dan juga mamanya. Hal ini tidak pernah ada dalam pikiran Audrey saat ia sedang memikirkan masa depannya. Ia selalu berpikir bahwa ia akan hidup bahagia dengan keluarganya yang lengkap, kedua sahabat yang selalu ada di sampingnya, dan kekasih yang setia. Tapi, lagi-lagi takdir berkata lain. Takdir memilih untuk menghancurkan kebahagiaan yang Audrey punya.
Karena berjalan sambil melamun, Audrey tidak sadar bahwa ia sedang menyebrangi jalan. Dan ia tidak tahu bahwa ada sebuah mobil yang melaju menuju arahnya. Pengemudi mobil langsung menginjak rem dengan kencang begitu melihat Audrey yang berada di tengah jalan.
"Astaga. Untung aja gue nggak nabrak," ucap pengemudi tersebut sambil menghembuskan napas dengan lega.
"Tunggu deh. Kayaknya gue kenal," ucapnya lagi. Begitu mengenali bahwa itu adalah Audrey, ia segera memarkirkan mobilnya di samping jalan dan keluar dari mobil.
Audrey masih berjalan dengan pandangan kosong. Ia bahkan tidak tahu bahwa hampir ada mobil yang menabraknya. Tiba-tiba saja, ada yang menepuk bahu Audrey dari belakang. Audrey terlonjak kaget dan segera berbalik badan untuk melihat siapa yang menepuknya. Namun begitu melihat siapa orang itu, ia menghembuskan napas dengan lega. Setidaknya itu bukan orang jahat.
"Lo ngapain di sini malem-malem? Sendirian pula," tanya Riel dengan heran. Ia semakin heran lagi begitu melihat Audrey yang terlihat kacau.
Audrey terdiam, tidak tahu bagaimana caranya memberitahu Riel. Apa Riel harus tahu soal keluarganya? Yang benar, apa Riel harus tahu betapa hancur hidupnya sekarang? Riel adalah satu-satunya temannya sekarang. Ia tidak yakin bahwa Riel tidak akan menjauhkannya karena ia sekarang adalah anak broken home.
Riel menatap perempuan di depannya dengan bingung karena perempuan itu tak kunjung menjawab pertanyaannya. Dari raut wajahnya yang terlihat sangat sedih dan juga kedua matanya yang merah sehabis menangis, ia tahu ada sesuatu yang sedang terjadi pada Audrey. Perasaannya berkata bahwa masalah Audrey sekarang jauh lebih berat dari sebelumnya. Ia bertanya-tanya mengapa Audrey bisa di luar sini sendirian. Tidakkah Audrey tahu bahwa berada di luar malam-malam itu berbahaya? Ia bahkan tidak mau memikirkan kemungkinan yang akan terjadi pada Audrey.
"Yuk, ke mobil gue aja. Nggak enak banget di tengah jalan gini sendirian. Ntar diapa-apain lo sama orang," ajak Riel sambil berjalan menuju mobilnya. Tapi baru beberapa langkah, ia berhenti. Ia kembali berbalik untuk menatap Audrey yang masih berdiri di tempat semula.
"Kenapa?" tanya Riel sambil memiringkan kepalanya. Ia baru kali ini melihat Audrey sediam ini. Biasanya ia tidak bisa berhenti berbicara sampai membuat kepalanya sakit.
Audrey akhirnya menatap Riel yang menatapnya dengan penuh kebingungan. "Riel," ucapnya dengan nada bergetar.
Sekarang, Riel bisa melihat dengan jelas penderitaan yang dirasakan Audrey. Semuanya terlihat jelas dari mata Audrey. Ia yakin sekarang Audrey pasti sedang menanggung beban yang berat.
"Orang tua gue pengen cerai. Sahabat gue ngekhinatin gue. Pacar gue selingkuh," ucap Audrey bersamaan dengan air mata yang kembali mengalir dari matanya. Mungkin ia akan memberitahu Riel apa yang terjadi. Ia tidak bisa menahan semuanya sendirian. Sehabis ini, ia terima jika Riel ingin menjauhinya. Ia hanya ingin bercerita pada seseorang saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lesson To Learn
Novela Juvenil"When you think everything's going so well but then all of a sudden everything starts to fall apart." ••• Audrey selalu berpikir bahwa hidupnya sudah sempurna. Pacar yang tampan, dua sahabat yang selalu ada bersamanya, dan juga keluarga yang bahagia...
