"Apa tuh rame rame," ucap mia salah satu teman Aisyah sekaligus sepupu dari pihak Bundanya,Mia Selalu bersekolah di tempat yang sama dengan Aisyah mulai dari SD sampai SMA.tapi tidak pernah sekelas dengan Aisyah kecuali di waktu mereka SD.
Sekarang Aisyah Sofia dan Mia menuju kantin untuk makan karna sudah waktunya istirahat,namun langkah mereka terhenti karna ada suara riuh dari arah kantin.
"Konser kali," jawab asal Aisyah.
"Konser pala lo," sahut Sofia "dari pada penasaran mending kesana," lanjutnya.
Mereka bertiga melangkah ke arah riuh tersebut.
Sedangkan di tempat lain siswa siswi SMA Pelita Jaya dibuat terkejut mendapatkan seorang Very Stevano bergabung dengan cowok populer yang di berinama Badebo.awalnya semua siswa siswi tidak mengenali Very mereka kira dia hanyalah murid baru,setelah di lihat dari dekat semuanya menyadari kalo yang di kira siswa baru itu adalah Very si cowok cupu yang wajahnya tidak sebagus namanya.
Sungguh ajaib semua mata tertuju pada Very,terutama para cewek cewek semuanya pada histeris dan tidak menyangka mendapati Very bisa berubah 180 derajat jauh lebih keren,mulai dari ujung sepatu sampai rambut semuanya berubah,tidak ada lagi kaca mata besar yang biasa dia pakai,baju gombrong serta ikat pinggang yang sampai ke perut,rambut rapi klimiks dan sepatu butut semuanya menghilang,sekarang yang ada hanyalah Very yang super ganteng juga manis,hidung mancung bibir yang tipis dan tatanan rambut yang lebih keren seakan akan tidak bosan untuk di pandang.Bagaimana bisa dia bersama Badebo semuanya memasang raut wajah bertanya tanya.
Badebo adalah Geng populer di sekolah Pelita Jaya sejak dari kelas 1 SMA mereka cowok Bad Boy yang suka ngerokok,bolos dan kenakalan lainnya.Tetapi tidak suka tauran selain ganteng mereka juga memiliki wangi parfum yang sama,bahkan semua siswa siswi sudah hafal dengan wangi parfum khas Badebo.
Awalnya mereka beranggotakan 3 orang yaitu Rio si manis dan Playboy serta Aaf dan Vino yang tidak jauh jauh dari sifat Rio,namun sekarang betambah Very bergabung dengan mereka,intinya sifat badebo itu SAMA.
"Guuuud,lo jadi trending topik di sekolah hari ini," ucap Rio "coba saja dari dulu lo begini,pasti cewek cewek pada nyosor," lanjutnya.
"Lo pikir mereka soang!" timpal Vino sambil tertawa kecil.
Very hanya menanggapi dengan senyum smirknya.
•••••
"Itu Very si cupu kan? gila bisa ganteng gitu ckckck," sahut Sofia sambil geleng kepala tidak percaya dengan yang tadi dia lihat.
"Iya bener pangling gitu gue," Mia menyetujui ucapan Sofia.
Sedangkan Aisyah hanya mendengarkan sembari memakan bakso dengan lahap,tanpa memperdulikan temannya yang masih memuji Very Stevano itu,ia tidak peduli,makanan lebih menarik dari pada memikirkan cowok.
"Lo laper,ape doyan?" ujar Sofia melihat Aisyah yang sudah menghabiskan 2 mangkok bakso di tambah siomay yang sedang dia santap.
"Dua duanya."
Mia dan Sofia hanya menggelengkan kepalanya.
"Kelas kuy,bentar lagi bel,gue udah kenyang ini," ucap Aisyah.
"Ck dasar,badan sih kecil makan segentong," sahut Mia.
Aisyah tersenyum memamerkan gigi putihnya.
Merekapun berdiri untuk meninggalkan kantin,namun Aisyah tidak sengaja melihat Very yang juga berada di kantin sedang menatap dirinya dengan senyum yang sulit di artikan.
Buru-buru Aisyah memalingkan wajahnya ke arah lain dan berjalan meninggalkan kantin bersama kedua temannya.
•••••
"Lo yakin ga mau pulang bareng gue?"
"Engga Sop,gue naik Bus aja."
"Ya udah gue duluan," Pamit Sofia.
Aisyah mengangguk ia pergi melangkah ke arah halte,dirinya berdiri menunggu Bus sambil memainkan ujung sepatunya.
"Aisyah sendirian aja,mau di anter ga?"
Aisyah menoleh kearah suara tersebut ia mendapati Badebo ada di samping halte,Rio lah yang menyapa dirinya.
Aisyah tersenyum "engga,makasih."
"Woaaahhh,,Mastah di tolak coeg," ejek Vino ke arah Rio.
"Diem kamvret," kemudian disusul oleh tawa dari ketiga temannya.
Tidak lama pun Bus yang di nanti datang,tanpa perdulikan Badebo Aisyah masuk ke dalam Bus,dia mendudukkan bokongnya di tempat penumpang.
Aisyah merasakan ada seorang yang duduk di sampingnya, dirinya menoleh,seketika dia membelakkan matanya,bagaimana bisa Very yang duduk di sampingnya.
"Ngapain Lo?" tanya Aisyah jutek.
"Gue,,?" sambil menunjuk dirinya sendiri "duduklah," jawabnya enteng.
"Gue tau,tapi ngapain lo naik Bus ini?"
"Gue rasa Bus ini bebas buat siapa pun," balas Very dengan senyum andalannya.
Aisyah menghela nafas kasar kembali menatap ke arah depan,sepertinya berdebat dengan satu kunyuk ini tidak ada ujungnya diapun memilih bungkam.
Aisyah berjalan menuju rumahnya hampir saja dia membuka gerbang rumah namun gerakan tangannya terhenti,dirinya merasa ada yang mengikutinya sejak ia turun dari Bus.
Aisyah membalikkan badan dan menemukan Very berdiri di belakangnya sambil nyengir.
"Mau ngapain lo,lo ngikutin gue?!" Tanya Aisyah penuh selidik.
"Gue mau maen ke rumah temen gue."
"Sejak kapan gue jadi temen lo?"
"Sejak hari ini."
"Gue ga kenal sama lo,mending pergi hush hush hush," usir Aisyah.
"Tapi gue kenal sama lo."
"Dari dulu malah," lanjut Very dalam hati.
"Gue ga peduli,pergi ga?!" usir Aisyah lagi,dengan matanya yang melotot.
Very tersenyum dia maju selangkah mengulurkan tangannya menepuk puncak kepala Aisyah secara pelan.
Aisyah yang merasakan tepukan itu merasa aneh dengan perlakuan Very.
"Well,,gue pulang lain kali lo bakal bukain pintu buat gue" ujar Very penuh percaya diri.
"Bay Cantik," sambil mengedipkan salah satu matanya dan melangkah pergi.
"DASAR COWOK GENIT!" teriak Aisyah.
Very menoleh memberikan kiss bay ke arah Aisyah,dirinya bergidik jijik,ia rasa bukan hanya penampilannya yang berubah otaknya pun juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
AISYAH (tamat)
Teen FictionAisyah : Tuhan,semoga ada seorang pangeran untuk aku di sini. Very : Aku menemukan mu my endless love.
