Pagi ini cuaca sangat cerah membuat Aisyah semakin bersemangat untuk memulai aktifitas hari ini di mulai dengan bersekolah,wajah Aisyah terlihat sumringah menuruni anak tangga sambil bersenandung lagu milik justin bieber berjudul Let me love you.
"Bun___" ucapannya terhenti seketika. Aisyah mematung di susul dengan tampang wajah sangat terkejut mata melebar,niatnya mau sarapan malah ia dikejutkan oleh seseorang yang tidak di undang.Bagaikan jalangkung tiba-tiba sudah duduk di meja makan keluarganya,bagaimana bisa.Aisyah menepuk ke dua pipi nya sambil berkata "ini mimpi pasti gue belum bangun,gue harus bangun dari mimpi sialan ini__Awwww," jerit Aisyah karna mecubit lengan tangannya sendiri.
Jeritan itu membuat kehadiran Ais di sadari oleh keduanya,sang Bunda sedang memberikan sepiring nasi goreng kepada tamu yang niat banget pagi pagi sudah mampir ke rumah orang.
"Sini sayang,sarapan bersama jangan di tekuk gitu dong mukanya,teman mu dateng buat jemput kamu loh," ujar sang Bunda penuh selidik.
"Wah cari perkara ini cowok,pasti nanti pas pulang sekolah gue langsung di ciduk sama Bunda-Ayah,lihat saja tampang Bunda benar benar muka ingin minta penjelasan." Kata-kata itu ia lontarkan dalam hati.
Aisyah melirik cowok yang lagi duduk santai di meja makan dengan senyum manisnya itu,siapa lagi kalau bukan si kunyuk Very,ia jalangkung tak di undang itu adalah Very pagi cerah Aisyah berubah jadi awan mendung.
Very tersenyum senang melihat raut wajah Aisyah,sepertinya kejutan pagi ini berhasil membuat sang gadis naik pitam.
Aisyah duduk di samping Very sembari menatap tajam seakan ingin membunuh musuhnya,tatapan itu hanya di balas dengan senyum bibir sebelah tertarik ke atas oleh Very.
"Jangan di tatap seperti itu,kamu seakan akan mau membunuh orang saja,dia kan teman kamu," sahut Bunda Ratna,sedari tadi memerhatikan raut wajah anak gadisnya itu.
"Ais emang lagi pengen bunuh orang Bun,lagian siapa bilang dia teman Ais aku ga punya teman macam ini Bun," sinis Aisyah.
"Ekhem," deheman itu berasal dari sang Ayah yang sudah berada di ruang makan menghentikan percakapan sang istri dan anaknya.
Very yang sedari terdiam tiba tiba langsung berdiri menatap secara takut takut ke arah Ayah Aisyah "pagi Om," ucapnya sopan dengan sedikit membukukkan badan menghormati yang lebih tua.
"Hemmm,pagi," jawab Ayah Ais singkat menatap Very dari atas sampai bawah seakan memberi penilain terhadap Very.
"Pacar?" tanya sang Ayah tiba tiba lalu duduk di samping sang istri.
Aisyah tersedak nasi goreng yang sedang ia santap buru buru dia mengambil segelas air minum meneguknya sampai habis.
"Isshh ngarang,pacar dari Hongkong."
"Calon Om," sahut Very pecaya diri di ikuti dengan senyum manisnya.
"Heh," pekik Aisyah kaget dengan mata melebar.
Bundanya senyam senyum sendiri sedangkan sang Ayah manggut manggut mengerti.
•••••
Ais mandang malas ke Very lalu berkata "Harus ya gue berangkat sama lo?"
mereka berdua saling berhadapan berdiri di samping motor Very kedua tangan Very ia masukan ke dalam saku celananya.
Very mengangguk dengan seringaian di wajahnya dia memajukan kepalanya membuat sang gadis tersentak memundurkan kepala sedikit kebelakang agar tidak terlalu dekat dengan wajah Very "gimana gue udah mampir kan lewat mimpi lo?" ujar Very.
"Mimpi nenek moyang lo," balas Ais sebal dan meletakkan tangan di dada bidang Very mendorongnya agar kembali ke posisi awal mereka.
Very tertawa pelan.
"Apa apaan ini cowok dia fikir mimpi dan kenyataan sama,geblek emang" Pikir Ais.
"Oh ya,ngomong ngomong judul lagu yang lo nyanyikan tadi itu bagus,sama" ucap Very.
"Sama?" ulang Ais ia menaikkan sebelah alis ke atas.
Very menatap wajah Ais dengan serius "judulnya sama seperti apa perasaan gue buat lo."
Aisyah mengerutkan dahi,meski ia tidak terlalu paham tentang bahasa inggris,namun dia tau arti dari judul lagu jastin bieber salah satu milik idolanya tersebut,yang membuat Ais bingung apa maksud perkataan Very,ia termenung sebentar mencoba mencerna ucapan Very barusan.
Very memperhatikan wajah Ais seperti sedang mimikirkan maksud dari perkataannya barusan ia pun menepuk kepala Aisyah secara pelan "udah ga usah di pikirin," jemari Very bergerak mengusap usap kening Aisyah "sampai mengkerut begini kening lo,mending kita berangkat,nanti lo bakal ngerti maksud kata kata gue itu apa," lanjutnya memberikan Ais senyum pesonanya.
Detik itu juga Aisyah menahan nafas saat Very tersenyum,"well ... yeahhh Ais mengakui senyum cowok menyebalkan ini memang mempesona," ucapnya dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
AISYAH (tamat)
Novela JuvenilAisyah : Tuhan,semoga ada seorang pangeran untuk aku di sini. Very : Aku menemukan mu my endless love.
