Pukul 09.00
Very sudah berdiri di depan pintu rumah Aisyah.Ia mengenakan t shirt putih dan Denim jacket di padupadankan dengan celana jogger warna hitam,sepatu Nike hitam.Dan juga sebuket bunga mawar yang harum di tangannya.Kemudian tangannya terulur memencet bel.
Ting nong
Tidak lama pintu pun terbuka bersamaan dengan itu seorang wanita paruh baya yang cantik dengan pakain resmi,rambut di sanggul dan polesan make up di wajahnya.
"Pagi Tante," sapa Very hangat sambil tersenyum kepada bunda nya Aisyah.
"Pagi,masuk yuk?"
Very mengangguk dan melangkah masuk.
"Untung kamu dateng tepat waktu,Tante sama om mau pergi kondangan.Anak gadis Tante belum bangun,mending kamu langsung tunggu di dalam kamarnya saja," ujar sang bunda.
Matanya berbinar "Serius nih Tan,ga apa-apa kalau aku nunggu di dalam kamar?" tanya ulang Very dalam hatinya bersorak senang.
"Iya ga apa apa tapi pintu harus di buka loh ya."
Very tertawa renyah "Sip,anak tante aman kok selagi sama aku."
Kemudian Bunda Aisyah melipat kedua tangannya di atas perut menatap selidik ia mengamati bunga mawar merah yang ada di tangan Very "kamu sama anak saya udah____" ucapan Bunda ngegantung.
Very tersenyun lebar "udah jadian Tante,kasih selamatlah karna udah berhasil terjerat sama aku dan aku mau minta izin sama Tante.Hari ini aku mau ngajak Aisyah pergi keluar," jelas Very.
Bunda Aisyah mengangguk paham "kalau gitu Tante ikut seneng,yaudah ga apa apa,saya izinin kok,tapi ingat jaga anak Tante baik baik," tegasnya.
"Makasih Tan,aku bakal jaga anak gadis mu itu baik baik," ucap Very tulus.
"Yaudah Tante mau pergi takut telat,tolong bilangin ke anak Tante nanti ya?"
"Iya Tan."
Kemudian Very melangkah menaiki anak tangga satu tangga,dua tangga,tiga tangga pas tangga kelima____.
"Ekhem,,,," suara deheman keras dari bawah.
Very berhenti dan membalikkan tubuhnya "eh,om pagi om," sapa Very sopan dan tersenyum simpul.
Ayah Aisyah memandang Very "hm,awas kamu macam macam,aku potong belalai kamu," ancamnya.
Seeeeetdah mainnya langsung potong
Seketika Very langsung menunduk melirik ke arah celananya ia meringis.Kemudiam mendongak cepat "jangan dong om kesayangan anak mu ini,masa om tega," ucap Very santai.
Ayah Aisyah langsung menatap Very tajam "apa maksud kamu?"
"Hehe,ga om ga ada maksud,kalo gitu aku naik ke atas om."
Ayah Aisyah hanya menanggapi dengan deheman lalu pergi dari hadapan Very.
Setelah sampai di depan pintu kamar Aisyah kemudian tangannya memegang kenop pintu.
"Ga di kunci," Very membeo.
Ia mulai masuk ke dalam dengan langkah pelan sedangkan pintu di biarkan terbuka.Very meletakkan bunga mawar merah itu di dekat wajah Aisyah yang masih sangat tertidur pulas.Very mengamati kekasihnya itu dengan tersenyum,hatinya menghangat melihat pemandangan di hadapannya saat ini.Kemudian dirinya berjongkok tangan kanannya terulur menyentuh pipi Ais,mengelusnya dengan sayang.
"Cantik,sangat cantik," gumam Very.
"Sayang,bangun," bisik nya pelan kemudian tangannya merapikan anak rambut yg menerpa wajah Ais.
KAMU SEDANG MEMBACA
AISYAH (tamat)
Teen FictionAisyah : Tuhan,semoga ada seorang pangeran untuk aku di sini. Very : Aku menemukan mu my endless love.
