"Stand by me. Stay by my side."
***
Yoong
Pagi!
10.34
Jangan bercanda. Ini sudah siang.
10.35
Read
Yoong
Ahh..
Ku pikir kau baru bangun. Jadi kuucapkan selamat pagi.
10.35
Eiy! Aku ini orang rajin. Mana mungkin memiliki waktu untuk bangun siang.
Aku ada kuliah hari ini.
10.35
Read
Yoong
Oh ya?
Selamat kuliah kalau begitu.
10.36
Tidak sekarang.
Nanti, tengah hari.
Jam kuliahku sudah lebih berkurang.
10.36
Read
Yoongi
Masih banyak waktu bersantai.
Kalau begitu istirahat saja.
Aku mulai menghadiri acara musik hari ini.
10.37
Bagaimana keadaanmu?
Aku harap sudah baik.
Aku sarankan, kau tak perlu memaksakan diri jika tak enak badan.
10.38
Read
Yoong
Aku baik-baik saja.
Sungguh, kehadiranmu kemarin benar-benar menjadi obat.
Harus ku katakan berapa kali lagi?
10.38
Oke, baiklah.
Berhenti mengatakan hal seperti itu.
10.38
Read
Yoong
Aku baik-baik saja. Sungguh.
Terimakasih sudah mengkhawatirkanku.
Tidur dengan nyenyak semalam?
10.39
Nyenyak seperti biasa.
Oh iya, bagaimana dengan jaketmu?
Aku mencucinya semalam dan teringat akan hal itu.
10.40
Read
Yoong
Jaket?
Ah, tak usah terlalu dipikirkan.
Kembalikan saat kita bertemu.
Tidak kembali pun tidak apa-apa.
10.40
Ah, aku lupa. Tentu saja artis sepertimu banyak memiliki jaket.
Bagaimana dengan persiapan mu, hm?
Aku akan menonton lewat televisi.
Kapan giliranmu?
10.40
Read
Yoong
Tidak juga. Baiklah, kembalikan saja.
Penampilan kelima.
Aku memakai baju hitam.
Pastikan televisimu jernih.
10.41
Yoong
Pastikan untuk fokus ke arahku, oke?
10.42
Iya iya aku bercanda.
Apa sudah akan bersiap?
Ah, maafkan aku baru mengangkat tehku tadi.
Oke, baiklah.
Selamat bekerja.
10.43
Send
Seul Hee mematikan kompornya dengan seulas senyum tipis.
Beruntung dirinya sempat menuju supermarket pagi tadi. Jika tidak, hanya akan ada dua helai roti dan segelas air mineral untuknya pagi ini.
Bodohnya gadis itu lupa meninggalkan apartemen dengan kulkas yang kosong.
Gadis itu menatap kepulan asap yang masih berkumpul pada teko yang baru saja ia angkat. Membiarkannya sebentar hingga kepulan itu setidaknya menipis.
Kemudian dituangnya pelan tehnya menuju cangkir kecil kesukaannya. Sepasang cangkir favorit yang sayangnya tak berfungsi maksimal karena nyatanya hanya gadis itu saja yang menjadi pemakai rutin. Membuat hanya ada satu cangkir berada di rak, dan sisanya bertengger di tumpukan almari paling dalam, menjaganya agar dapat menjadi cadangan tatkala pasangannya mulai tak layak pakai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unknown
Fanfictiond a l a m p r o s e s r e v i s i Seul Hee tak memperkirakan apapun tentang sebuah ketukan secara sengaja atau tidak sengaja ikut mengetuk hatinya. Gadis itu tak pernah tahu siapa yang menyimbangi sebelah unit apartemennya. Bahkan ia tak tahu ji...
