Chapter 03

407 31 0
                                        

Idol

.
.

Tae Hyung mengetuk meja di hadapan pria yang setengah terpejam itu.

"Hyung, habiskan dulu makananmu."

Yoon Gi tersentak. Matanya terasa berat.

Semalaman ia bertahan di posisi yang sama dengan hanya memejamkan mata. Yoon Gi sadar dirinya tidak tertidur sama sekali.

Sebuah gumaman lucu keluar bersamaan dengan dirinya yang menguap lebar.

"Aku mengantuk."

Tae Hyung angkat bahu tak acuh.

Mereka sudah duduk berhadapan sejak empat puluh menit yang lalu, tepat setelah Tae Hyung yang sadar bahwa pintunya masih terganjal sebuah sandal tipis sehingga ia bisa masuk tanpa merengek lagi.

Makanannya masih setengah terisi dan hyung dua tahun lebih tua darinya itu sudah mengantuk seperti bayi.

"Aku tahu kau tidak makan kemarin malam dan hari ini kau melewatkan sarapan. Kali ini pastikan makananmu habis, hyung. Itu tidak banyak."

Jika Yoon Gi sedang membuka aplikasi musiknya, tempo bicara Tae Hyung mungkin sudah dapat ia gunakan untuk menjadi beat dari lagu Chyper 5.

Pria idiot itu sedang belagak seperti ibunya, membuat Yoon Gi mual saja.

Namun Yoon Gi tetaplah Yoon Gi, pria itu tak pernah ambil pusing akan petuah tidak berguna terlebih dari adik idiotnya itu.

Ia bangkit dengan separuh tenaga yang tersisa, langkahnya berjalan pelan menuju kamar.

Tae Hyung mencebikkan bibirnya. Pria itu masih memerhatikan.

Yoon Gi yang setengah sadar membuatnya menahan tawa kala suara tubrukan di atas kasur terdengar sangat keras.

Ugh. Sepertinya untuk saat ini, sendiri adalah pilihan yang terbaik untuk Yoon Gi.

Tae Hyung tak pernah berpikir cara lain yang dapat membuat Yoon Gi lebih baik selain mengurung diri.

Pria introvert sepertinya memiliki wilayah sendiri, Tae Hyung pikir selama Yoon Gi masih waras, pria itu akan baik-baik saja.

Ia bisa merendahkan rasa khawatirnya sejenak.

***

Seul Hee meletakkan kepalanya di meja. Frustasi. Tugas yang ia kerjakan salah banyak. Perlu revisi. Melelahkan.

Mungkin ini alasan mengapa ia malas mengerjakan tugasnya nanti-nanti.

Untung saja konsulnya kali ini di terima, sehingga ia tahu dimana letak kesalahannya. Dan akhirnya, dunia malam kembali mengundang Seul Hee ke dalamnya.

Siang ini tak padat seperti biasanya. Tidak ada jadwal kuliah saat itu. Seul Hee memilih untuk mengheningkan cipta di perpustakaan.

Tidur. Atau sekedar bersantai sejenak.

Atau ia akan menatap setumpuk tugasnya dengan pandangan memelas. Apapun itu.

Semalam ia hanya menutup mata selama tiga jam serasa lima menit. Pikirannya terus melayang dan ia kerepotan untuk mengumpulkannya kembali.

Kurang kerjaan tapi itulah yang terjadi.

Ini membosankan, tetapi pikirannya kembali bertanya tentang pria yang sempat menggedor unit apartemennya semalam.

Gadis itu pikir ia hanya orang tersesat, tapi melihat tabiat setelahnya, sepertinya pria itu adalah orang yang arogan.

Seul Hee tak pandai menerka apapun, maka dari itu ia tak pernah ingin terjebak pada perkiraannya sendiri.

UnknownTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang