RANDOM: Guys, The Moment With You kan bentar lagi tamat begete gitchuu, jadi ceritanya rada dipotong-potong, biar panjang ceritanya B) target gue sih, sebelum UN cerita in udah harus selesai. semua chapter sampe epilog juga udah diedit. jadi, kalian nunggu aja. Dan jangan lupa, karena setelah cerita ini selesai, udah ada kisah baru yang bakal dipublih lagi:) HOHOHOHO. Happy Easter. Happy Holy Saturday:)
------------------------M-------------------------
Yeah! welcome back to the hell!
Itulah yang dipikirkan via. Ditinggal berdua dengan Darren. Lagi. Sungguh sempurna.
Paginya, kedua orang tua Darren dan Via sudah bersiap dan tinggal menunggu berangkat, sebelum mengucapkan salam pada anaknya masing-masing.
“Mama sama papa pergi dulu ya, Vi.” Ujar tante Runa sambil mengecup kening via.
Tante Lydia tak mau kalah, yang justru kata-katanya ingin membuat via tertawa terbahak-bahak.
“Darren, mama sama papa juga mau pergi, kamu baik-baik di rumah, jangan nyusahin via, jangan bikin dia darah tinggi, jangan jadi anak iseng lagi, jangan pulang malem-malem, makan juga diabisin ya, terus kalo ada anak jalanan, kamu kasih duit, biar jadi berkah, okay?” Ucap tante Lydia seperti menasihati.
Darren mengangguk. iya. Biar cepet. Setelah itu baik orang tua Darren maupun via langsung masuk ke dalam mobil yang disiapkan.
Setelah mobil kedua orang tua via dan Darren sudah menjauh. Via dan Darren masuk ke dalam rumah dengan berebutan. Sebenarnya pertama Darren yang ingin masuk, tetapi via menarik badannya, dan via mendahuluinya, tapi, bukan Darren namanya kalau nggak pakai balasan, Darren balas menarik via, hingga nyaris membuat wanita satu itu jatuh begitu saja.
Akhirnya keduanya saling menyerah, setelah beradegan tarik menarik hingga berpuluh-puluh kali. Sebenarnya Darren sih yang menyerah, soalnya ia tidak tega melihat via jatuh terjengkang begitu saja tadi.
“Tau gak? kalo dorong tuh gak usah sampe bikin orang jatuh.” Balas via kejam masih sambil duduk. Darren hanya tertawa. Tawa ejek.
Masih ada setengah jam sebelum mereka berangkat sekolah. Pukul 05.30 memang dimanfaatkan oleh kedua orang tua via dan Darren, karena mereka berangkat tepat di hari sibuk, alhasil mobil harus berangkat lebih pagi.
Darren masuk lebih dulu, dibanding via yang bukannya berdiri, malah terus membiarkan dirinya duduk sehabis terjatuh tadi. Entah apa, ia merasakan sebuah feeling yang buruk untuk hari itu. dan dalam hati ia berharap tidak akan terjadi apa-apa. Via pun beranjak dari posisi terjatuhnya itu, kemudian merapikan rok seragamnya agar tidak lecek, karena terlalu lama duduk.
Hari-harinya pasti akan dilalui dengan emosi (lagi). Smartphone via menjeritkan lagu Maroon 5- Misery. Via mengambil smartphone itu dari saku seragamnya. Sms dari Kevin.
From : Kevin
Morning! udah bangun kan? berangkat bareng yuk!
Via menghembuskan nafasnya pelan. Setelah membaca pesan itu, ia melirik ke kanan dan ke kiri, dilihatnya Darren duduk dengan santai pada ruang makan yang tidak jauh dari ruang tamu, sambil menyantap sarapannya. Bukan maksud apa, tapi via takut tiba-tiba Darren iseng membuka sms-nya itu.
Via membalas sms itu dengan cepat,
To :Kevin
Udahlah! Ayo aja! lo dimana sekarang?
Send!
Via jadi ingat kalau ia menunjukkan semua sms Kevin pada dirinya ke tiffany. Gadis itu pasti selalu berpendapat kalau itu salah 1 langkah Kevin untuk PDKT. Tapi via selalu mengelak. Semula yang sudah dikatakan, dulu via memang suka dengan Kevin, tapi lama-lama ke Darren, dan semakin berjalannya waktu ia sayang dua-duanya, walaupun harus diakui rasa itu lebih pada Darren. Tapi kalau boleh mengambil keduanya untuk dijadikan pacar, via pasti akan mengambil keduanya untuk dijadikan pacar. Egois sekali bukan? Dan ia berpikir kalau mereka berjalan bersama, maka Via akan menempatkan Kevin di sisi kirinya, sedangkan Darren di kanannya. Hahahaha. Impossibru.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Moment With You
Teen FictionKesel gak sih kalau kita harus didepak ke negara lain? Hal inilah yang dialami oleh Via. Ia didepak orangtuanya, dan dipulangkan ke Indonesia. Apalagi kedua orangtuanya menyuruhnya tinggal di rumah Tante Lydia, teman baik mamanya, yang mempunya anak...
