NB: UPLOAD LAGI. H-6 UN. Haft:( doain ya gue bisa ngerjain soal UN dengan baik:( tanpa ada hambatan. mohon doa restu. haft. the moment with you mau tamat nih:( prediksi gue rada salah, karena ternyata upload epilog the momen with you tuh abis UN SMP selesai. Haemmm.
--------------------------
Via langsung cemas ketika mendapat telpon dari putra soal Darren yang teler karena mabuk akan wine atau apalah itu. Kebayang sudah dibenaknya kalau Darren pulang nanti, ia akan menggebuki atau bahkan menceburkan tubuh cowok itu ke kolam renang, gak peduli Darren sadar atau masih teler. Emang gue pikirin. Batin Via.
Lepas dari bayangannya yang ingin menyiksa Darren, gadis itu sedari tadi mondar mandir di teras rumah Darren. Bukan apa-apa. Dia takut akan orang tua Darren. Bisa menjelaskan apa dia nanti?
Sedari tadi bayangannya adalah...
Tante Lydia: Aduh! Ini Darren my sweet dahling kenapa?!
Via: Em, mabok tante....
Tante Lydia: Kenapa bisa?! Kamu yang ngajakin ya?!
Via: Enggak kok tante.. Via juga gak tau. Dia pulang udah teler aja.
Tante Lydia: Gak mau tau! Kamu harus tanggung jawab!
Om Cipta: Iya, Via, kamu harus tanggung jawab soal Darren!
Via: Tapi bukan aku yang bikin dia mabok! Dia pulang aja udah semi tewas gini!
Tante Lydia: Kalau gitu....*hening* kamu go out dari rumah ini!
Via: Tidak!!!!!!
Saking parnonya, di pikirannya itu... wajah Tante Lydia dan Om Cipta yang biasanya ceriwis jadi galak abis. Kaya lele abis keilangan anaknya yang ditangkep buat dibikin pecel. Damn!
Via hanya berdoa semoga Darren cepat sadar dan bangun. Dan juga berdoa agar Tante Lydia dan Om Cipta tidak mengendus keadaan Darren ini, serta tidak pulang malam itu. Amen.
Dan setelah mendapati kondisi Darren yang ‘semi tewas’ itu, sekarang, via harus ikut menemani Darren yang masih lelap dengan tidurnya. Untung Putra bersedia menggantikan baju Darren yang tadinya lengkap dengan seragam, sekarang dengan kaus tidurnya. Tanpa diminta. Via jadi curiga Putra itu gay.
Kadang tak terpikir oleh Via kalau Darren ini suka minum, atau mabok.
Memang sih, secara fisik Darren tak terlihat seperti anak kecil atau remaja. Sudah sangat dewasa, layaknya anak kuliahan. Soal minum, dia hanya tau Darren pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, yang mungkin dia pikir itu hanya keisengan Darren. Dia gak tau kalau Darren dan Kevin bertengkar sampai tantang menantang soal wine. Adu mulut, cek-cok. Sebenarnya sih, kalau pun Via tau, dia pasti jadi canggung. Malu.
Via tidak tau itu semua. Juga soal Kevin yang mabuk pun juga via sama sekali tidak tau.
Via melirik ke arah jam di kamar Darren.
Sudah jam 1 pagi lewat 10 menit. Untung besok hanya ada kegiatan eskul dan lain-lain. Via amat bersyukur Karena jadwal eskul setiap hari Sabtu.
Di tatapnya laki-laki yang sekarang sedang dijaganya itu. pria itu tidur sangat pulas, wajahnya polos. Tapi Karena hal itu juga, via tidak bisa tidur, dan rasanya ia ingin menendang Darren. Kalau perlu sampai gak usah di Indonesia lagi deh. Sempat beberapa kali Via mencubit lengan dan wajah Darren agar cowok itu bangun. Namun, sifat ‘kebo’ dan kondisi ‘teler’ mengalahkan segalanya. Haft.
“Nyusahin banget sih lo, nyet, pake acara mabuk segala. Ish.” Ucap Via disamping Darren. Biarpun cewek itu tau Darren lagi ga sadar, tetep aja dia ngomong.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Moment With You
Novela JuvenilKesel gak sih kalau kita harus didepak ke negara lain? Hal inilah yang dialami oleh Via. Ia didepak orangtuanya, dan dipulangkan ke Indonesia. Apalagi kedua orangtuanya menyuruhnya tinggal di rumah Tante Lydia, teman baik mamanya, yang mempunya anak...
