Random: AKHIRNYA INI SIDE STORY RAMPUNG YE. satu minggu ini gue sakit, teman-teman. jadi gak rampung-rampung ngerjain side story ini. H-4 kelulusan. Aaaaa lulus 100% please.
----------------------
“Vi, kita udah jadian nih.”
Kalimat yang diucapkan Darren itu membuka keheningan yang terjadi setelah Via menerima ‘tembakannya’ dan tepatnya setelah Darren mengecup puncak kepala Via.
“Terus?” balas Via pendek, cewek itu memandang Darren dengan tatapan mata yang kelewat polos. Puppy eyes.
Sebuah balasan atau pertanyaan bodoh pun keluar dari mulut Darren. Si mantan playboy yang sudah insyaf. “Ya.. ya.. kita mau ngapain sekarang?”
Via jadi tertawa. “Ya pulanglah! Emang mau kemana lagi? Mau nyusul Kevin?” ucap Via.
Darren jadi malu sendiri. Lama-lama dia berpikir dan berbicara dalam hatinya. Wait! Gue kan sering nembak cewek, kenapa gue jadi bingung sendiri sama Via? Anjis, kenapa dunia makin aneh aja ya. Apa in karena gue udah lama gak nembak cewek? Aih! Batinnya.
“Ya enggak, siapa tau kan.. em.. kamu mau jalan-jalan. Makan bareng gitu?” Darren mencoba beralibi.
“Gak usah sok romantis deh pake aku-kamu. Gak ah, males. Makanan rumah aja deh.”
TEK. Darren mati kutu. Dia gak tau harus membalas apalagi.
“Yaudah deh. Pulang aja.” Ucapnya pasrah.
Dan mobilnya pun meniggalkan tempat itu menuju ke rumahnya.
------------------M------------
Akhirnya, mereka berdua sampai di rumah dengan selamat. Sebelum Via turun, Via sempat menyampaikan sebuah hal kepada Darren. Hal apa itu? Kepo kan? Kepo kan? *apan sih*
“Darren, pokoknya nih ya, jangan sampe deh, bokap-nyokap kita itu tau hubungan kita. Oke?”
Jujur saja, sedikit berat bagi Darren untuk tidak memberitahu orang tuanya, tapi memang lebih baik seperti itu saja kali ya. Mengingat sikap orang tuanya yang sedikit heboh.
“Hmm, kamu tenang aja, kalo soal itu sih, aku pasti iyain. Dah, turun yuk.” Ajak Darren pada Via yang masih termenung di kursinya.
Mereka masuk ke dalam rumah satu-satu. Via duluan yang masuk dan yang terakhir, ya Darren lah, emang siapa lagi.
Untungnya, kondisi rumah masih sepi. Tante Lydia dan Om Cipta belum pulang. Mama dan papanya Via juga masih kerja, dan belum mengunjungi rumah itu. Para pembantu tercinta pun sepertinya sedang sibuk gosip di belakang.
Melihat situasi yang aman itu membuat Darren berinisiatif untuk ‘pacaran’ dengan Via. Soalnya gak ada mata-mata. Ternyata... yang diajak pacaran menolak. Alasannya ngantuk.
“Gak ah. Ngantuk tau! Capek! Udah kamu tuh tidur aja.” Perintah Via.
“Yeeee! Dasar kebo.” Ejek Darren bercanda, hal itu langsung mendapat sambutan ganas dari Via.
Dan ketika sampai di depan pintu kamar masing-masing, mereka berpisah *iyalah yaa* Darren mau membuka surat titipan Kevin *di epilogue* dan Via mau tidur siang yang nyenyak.
----------M-----------
Sore hari pun tiba. Warna oranye memenuhi langit. Burung-burung yang beterbangan di angkasa mempercantik langit oranye itu. (Ampun deh, kece abis ye gue). Via akhirnya terbangun dari tidurnya. Ya, lumayanlah dia tidur siang, siapa tau nanti malam dia bisa begadang buat baca buku atau ngapain kek. Tiba-tiba, cewek itu teringat sesuatu. Satu hal. Sebuah aktivitas yang sudah lama tak ia jalani lagi... BLOGGING!
KAMU SEDANG MEMBACA
The Moment With You
Teen FictionKesel gak sih kalau kita harus didepak ke negara lain? Hal inilah yang dialami oleh Via. Ia didepak orangtuanya, dan dipulangkan ke Indonesia. Apalagi kedua orangtuanya menyuruhnya tinggal di rumah Tante Lydia, teman baik mamanya, yang mempunya anak...
