TGIF! :') Akhirnya bisa update.
Enjoy! Jangan lupa support dengan vote dan komentar untuk kerumitan hidup Adrian :')
Jantung Adrian berhenti ketika nama ayahnya disebut. Ia menatap tajam pada Dave meski tangannya di bawah meja gemetar.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Adrian dengan suara lirih. "Kau memanfaatkan Ryan?"
Dave terkekeh. "Aku setega itu pada keponakanku sendiri?" Ia menggeleng. Adrian melirik Talitha yang sepertinya tidak menyukai pemikiran Dave. "Aku menyayangi Ryan. Sangat. Ada beberapa alasan dan keharusan mengapa Ryan harus menginjakkan kaki ke tanah kelahiran ibunya dan uh... ayah kandungnya—jika bisa dibilang begitu. Aku berusaha mengembalikan... apa ya... hak lahirnya? Tentu bukan rahasia publik lagi bagaimana Satya Salendra yang ternama itu bersikap pada putra-putranya. Aku jadi membayangkan, apa jadinya Ryan berada di lingkaran keluargamu. Kebetulan dia lahir jauh lebih dulu. Dia adalah cucu laki-laki pertama garis keturunan Satya Salendra. Aku mungkin hanya harus meyakinkan—"
"Tidak boleh!" Adrian memotong Dave dengan bentakan. "Ryan bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri. Dia bisa menjadi apa saja yang ia mau! Ia tidak harus menuruti keinginan konyol turun-temurun keluarga Salendra. Dia... dia bahkan..."
"Bahkan apa?" selidik Dave.
"Dia tidak mau menyandang namaku. Namanya Ryan Archer."
"Oh, jadi kau tidak mau mengakui putramu?"
"Bukan itu intinya!" sergah Adrian. "Kau salah besar jika kau berpikir mengerti prinsip ayahku. Semuanya tidak semudah itu."
Dahi Dave berkerut-kerut seolah berpikir. Adrian berharap Dave tidak gegabah soal ini. Hubungan keluarga Salendra sudah cukup buruk tanpa satu peran tambahan lainnya. Adrian sangat mengerti pikiran kuno ayahnya tentang hak waris. Tapi Adrian tak bisa membiarkan Ryan terkekang seperti dirinya dulu, kecuali jika Ryan menginginkan tanggung jawab yang besar ini.
Alih-alih berpikir ulang, Dave justru terkekeh. "Aku sudah memikirkannya, Adrian. Bahkan aku tidak perlu susah payah membawa Ryan pada ayahmu untuk memperkenalkan. Bukankah... ayahmu sudah tahu soal Ryan? Jujur saja, aku tak menyangka Satya Salendra mendatangiku untuk menanyakan Ryan. Aku cukup terkejut ketika ayahmu telah mengorek banyak informasi tentang latar belakang Ryan hingga ia bisa mendatangiku. Ayahmu tahu, Ryan adalah putra Emilia."
"Kau tentu tak berpikir akan menyetujui apapun yang diinginkan ayahku."
Dave mengangkat bahu dan Adrian tahu masalah besar sedang terjadi detik ini.
Talitha yang sedaritadi hanya diam akhirnya angkat bicara. "Setuju atau tidak, semua keputusan ada di tangan Ryan. Dia yang akan menjalaninya. Kami juga tidak mau mengekang Ryan. Aku dan suamiku setuju bahwa Ryan berhak mendapat haknya."
"Jika sesuatu yang kalian maksud itu adalah harta, aku bisa memberikannya. Apapun akan kuberikan pada Ryan bahkan kepemilikan usahaku. Semuanya!"
Dave menggeleng. "Ada yang lebih dari itu."
"Aku tak menyukai ini, Dave. Kumohon," desis Talitha.
Adrian menatap Dave dan Talitha bergantian. Wajah mereka datar, prihatin, atau sesuatu yang tak Adrian mengerti. Namun sedetik kemudian, Adrian cukup untuk mengerti semua keinginan konyol dan kebetulan dari maksud Dave. "Kau berusaha membalasku. Aku melepaskan diri dari keluargaku karena kau tahu aku tak menyukai cara berpikir ayahku, tapi kau membawa Ryan ke dalamnya supaya aku masuk ke neraka itu lagi—"
"Aku pernah dengar bahwa keturunan Salendra cukup cerdas dan dielu-elukan," tukas Dave.
Adrian tak percaya Dave benar-benar merencanakan hal ini. "Apakah Ryan tahu soal ini? Apakah William tahu? Apakah kalian membicarakan ini sepihak dan hanya kalian yang berpikir ini baik?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Surrender of Fault
RomanceSURRENDER SERIES #2 √ Completed √ ~ Bertahun-tahun sudah Adrian dihantui kesalahannya di masa lalu. Ia tak lagi bisa menjalin hubungan dengan wanita manapun ketika wanita di masa lalunya terus berada di pikirannya. Adrian butuh bantuan. Ia memutuska...
