Kirene pov
14.30
Dikamar.
Gue membanting tubuh gue ditempat tidur karena gue beneran capek. Tubuh gue rasanya sakit banget dan kulit kepala gue terasa perih. Gue jadi malas buat pergi ke sekolah besok.
Entah mengapa gue kangen banget sama sosok laki-laki yang selalu hibur gue dulu. Ya gue sangat kangen sama kak Enzo. Gue butuh sosoknya disamping gue sekarang. Gue pingin nelfon dia, tapi gue takut kak Enzo lihat muka gue yang masih memerah karena tamparan tadi. Mendingan gue chat dia saja.
Kirene widya: kak aku kangen banget sama kak Enzo❤❤
Gak ada balasan dari kak Enzo. Gue jadi khawatir dengan sama keadaannya disana.
Gue ngerasa mata gue berat dan gue pun mulai masuk kedalam alam mimpi dengan pakaian sekolah yang masih gue pake di badan gue, dan sepatu yang masih terpasang dikaki gue.
Gue membuka mata gue karena mendengar seseorang membuka pintu kamar gue. Gue kaget setengah mati karena yang masuk adalah kak Enzo...sejak kapan kak Enzo kesini? Kenapa gak ngasih kabar dulu? Dan kenapa dia gak ketuk kamar gue dulu? Banyak pertanyaan yang berputar-putar dikepalague tentang kak Enzo. Tapi udah lah! Yang penting dia udah disini!
Gak pake menit lagi, gue langsung lompat dari tempat tidur dan berlari ke kak Enzo, terus gue peluk.
Dia orang yang sangat gue kangenin untuk beberapa tahunnya kita gak ketetemu.
Kak Enzo pun langsung memeluk gue dengan erat dan gendong gue. Gue beneran kangen sama dia.
"Do you miss me?" Pertanyaan yang dilontarkan kak Enzo ke gue, dan gue cuma bisa ngangguk, gue gak mau lepasin pelukan gue dari kak Enzo.
Namanya juga orang kangen! 3 tahun, bro! 3 tahun! 3 tahun kita gak ketemu!
"Hei Ine bangun makan malam sudah siap, hei," ucap momy. Gue ngerasa pipi gue agak sakit.
Gue buka mata gue sedikit dan gue ingat sama kak Enzo. Gue beneran kaget, karena cuma ada momy gue disini.
"KAK ENZO!!" teriak gue spontan, yang buat momy kaget dan lompat dari tempat tidur gue.
Emangnya gue kesurupan apa? Sampe lompat gitu!
"Hei, kamu ini kenapa dari tadi tidur teriak-teriak nama Enzo?" Tanya momy ke gue.
Sialcuma mimpi doang! Kesal gue.
"Gak mom aku cuma mimpi tentang kak Enzo," jawab gue ke momy.
"Yasudah ayo makan. Tapi ganti baju kamu dulu," ucap momy sambil berjalan keluar dan manutup pintu kamar gue.
Dengan langkah malas gue mengganti baju gue terlebih dahulu, habis itu gue turun untuk makan malam.
Dimeja makan
"Kamu mimpi apa tadi?" Tanya momy ke gue.
"Aku cuma mimpi ketemu kak Enzo doang mom." Ucap gue.
"Kamu merindukan kakak mu?" Tanya dady ke gue sambil natap gue.
"Banget dad, tapi udahlah kak Enzo sedang melanjutkan sekolahnya disana," ucapku.
"Kenapa tadi kamu menangis? Dan bekas tamparan dipipi kamu itu kenapa?" Tanya dady nyerbu gue langsung.
"Gak dad, aku cuma ngantuk tadi! Aku gak nangis kok! Dan aku gak ditampar sama siapapun! Pipi aku memanas tadi karena kena sinar matahari," ucap gue hati-hati karena gue takut kalau orang tua gue turun tangan sama masalah ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated Love
Novela JuvenilBerawal dari seorang anak baru yang cantik berhasil mencairkan dinding es milik most wanted SMA Harapan Jaya yang bernama Gerald. Gerald menyukai Ine secara diam-diam begitu juga sebaliknya. Tapi bagaimana si Gerald most wanted itu belum pernah paca...
