Chapter 27: gengsi

5.3K 222 2
                                        

(Yang di mulmed itu Ine ya guys)

Happy reading ♡

~~~

"Perasaan kita sama, tetapi tak berani menyatakannya karena GENGSI" 

~Kirene Widya

~~~

"Hah?" Kaget Ine.

"Mak-maksudnya sayang sebagai sahabat." Jelas Gerald bohong.

'Gue sayang banget sama lo, malahan cinta!' Batin Gerald berteriak.

"Gue kirain apaan," Ucap Ine dengan nada kecewa.

"Terus lo gak sayang sama sahabat-sahabat lo yang lain?" Tanya Ine yang tak dijawab oleh Gerald. Gerald diam tak berbicara.

"Emang lo kira apa?" Tanya Gerald mengalihkan percakapan dengan nada menggoda.

"Enggak apa-apa kok, lupain aja," ucap Ine yang langsung bangun dari tidurnya, lalu berlenggang pergi.

"Maaf Ne, maaf banget," ucap Gerald sambil menatap pintu keluar uks.

Tanpa disadari Gerald, Ine mendengar apa yang diucapkan Gerald, dibalik pintu uks yang tertutup.

Ine berlari meninggalkan UKS.

~~~

"Lo pulang sama siapa?" Tanya Iren pada Ine.

"Gue sama Nevan, tapi gue ada latihan basket,"

"Iya deh, yang kepilih jadi ketua tim basket puti mah beda." Goda Grace sambil tersenyum.

Ya, Ine sekarang terpilih menjadi ketua tim basket putri karena kemampuan hebatnya yang melawan sekolah permata 1 untuk menggantikan Gerald waktu itu. Walau Ine masih kelas 10, tapi tak masalah bagi pelatih tim basket putri, untuk menjadikan Ine sebagai ketua tim basket.

"Apaan sih kalian? Biasa aja kali,"

"Tapi lo hebat kok!" Seru Olive.

"Biasa aja kali! Eh? Bentar gue chat Nevan dulu," ucap Ine pada teman-temannya.

Kirene Widya: Nevan!

Kirene Widya: woi! Nevan!

Kirene Widya: Nevan!

Nevano Christian: apasih sayang? Kangen?

Kirene Widya: najis! Serius! Gue nanti latihan basket, so lo jadi jemput gue gak?

Nevano Christian: kamu pulang jam berapa?

Kirene Widya: sekitar jam 4 sore

Nevano Christian: iya nanti aku jemput

Kirene Widya: thanks

Nevano Christian: sama-sama sayang

Ine tak membalas lagi pesan dari Nevan. Ine memasukan ponselnya kedalam saku roknya, lalu memandang teman-temannya yang sedang menunngunya.

"Gimana?" Tanya Stefi.

"Gue pulang sama Nevan, nanti dia jemput gue kok," ucap Ine pada sahabat-sahabatnya.

"Oh, sekarang mainnya dijemput sama sahabat baru?" Tanya Enzo yang baru saja datang.

Complicated LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang