7 tahun kemudian
Seorang perempuan berumur 23 tahun sedang berdiri di balkon kamarnya sambil menatap langit malam yang dipenuhi bintang-bintang yang indah.
"Hai!" Panggil seorang laki-laki yang membuat siperempuan membalikkan badannya, lalu memeluk laki-laki itu erat.
"Perut kamu makin gede aja!" Ucap silelaki yang berhasil membuat si perempuan menahan amarahnya.
"Ya! Ini kan perutku besar karena ada anak kamu!" Ucap siperempuan dengan mata merahnya.
"Udah ya Ineku, cintaku, sayangku, pujaan hatiku, jiwaku, ragaku. Iya itu anakku. Aku cuma bercanda," ucap Gerald sambil menyisiri rambut Ine dengan tangannya.
"Kapan pulang?" Tanya Ine.
"Baru tadi," ucap Gerald.
"Mentang-mentang jadi CEO, sekarang pulangnya malem terus!" Ucap Ine dengan wajah yang ditekuk.
Gerald memang telah jadi CEO setelah selesai kuliahnya.
"Walaupun aku jadi CEO, tetap aja aku harus kerja! Bukannya malah santai-santai terus pulang cepat! Aku harus nentuin jadwal meeting, harus mempersiapkan kata-kata dan yang lainnya!" Ucap Gerald.
"Iya! Orang penting!" Ucap Ine yang mengalah dari perdebatan.
"Kamu udah makan?" Tanya Gerald.
"Udah kok!" Ucap Ine dengan senyum manisnya.
Gerald mulai berlutut untuk menyamai tingginya dengan perut Ine, lalu dikecupnya perut Ine yang dibaluti daster.
"Jangan nakal ya didalam, twins!" Ucap Gerald sambil mengusap perut Ine dengan sayang.
Memang anak Gerald dan Ine kembar, jarak kehamilan Ine sudah menempuh empat bulan dan rasa muntah, sakit dan lainnya yang dialami Ine sangat dahsyat, tidak seperti ibu hamil lainnya.
"Iya dad," ucap Ine sambil menirukan suara anak kecil.
Gerald tersenyum.
"Aku mau muntah," ucap Ine yang berlari kedalam kamar mandi sambil menutup mulutnya rapat.
Gerald yang tidak tegapun langsung menghampiri Ine.
"Maafin aku ya?" Ucap Ine yang mendapat tatapan bingung dari Ine.
"Maaf gara-gara aku, kamu jadi susah begini," ucap Gerald dengan wajah sedih.
"Kamu apa-apaan sih?!" Ucap Ine marah.
"Aku ngerasa ber-." Sebelum Gerald melanjutkan kata-katanya, Ine sudah terlebih dahulu lari memasuki bilik kamar mandi.
"Huueeeek!" Teriak Ine dari dalam kamar mandi.
Gerald duduk ditempat tidurnya, lalu mengacak-acak rambutnya frustasi.
Setelah beberapa menit, Ine kembali lagi memasuki kamarnya.
"Aku nyesel, udah hamilin kamu!" Ucap Gerald membuat Ine menganga besar.
"Kamu nyesel?! Jangan-jangan kamu juga nyesel nikah sama aku?! Kamu udah punya yang baru?! Lebih cantik?! Lebih sexy?! Lebih sempurna?! IYA?!" Teriak Ine yang sangat marah pada Gerald sekarang.
"Bukan gitu, sayang. Aku tersiksa liat kamu kayak gini!" Ucap Gerald dengan tatapan sedih.
"Bodo amat!" Ine langsung membaringkan tubuhnya membelakangi Gerald.
"Ne, jangan ngambek dong!" Ucap Gerald dengan nada lembut.
Gerald tahu kalau perasaan ibu hamil memang sangat sensitive, maka dari itu Gerald sangat halus pada Ine. Bahkan Gerald juga sering jengkel dengan tingkah manja, dan baper yang sering Ine keluarkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated Love
Teen FictionBerawal dari seorang anak baru yang cantik berhasil mencairkan dinding es milik most wanted SMA Harapan Jaya yang bernama Gerald. Gerald menyukai Ine secara diam-diam begitu juga sebaliknya. Tapi bagaimana si Gerald most wanted itu belum pernah paca...
