LimaBelas

4.8K 245 4
                                        

Aku menatap papan tulis dengan tatapan gusar, matematika sekarang seolah sangat susah. Karena pikiranku terus menerus menebak-nebak apa masalah yang membuatku dibenci banyak orang.

Hubungan siapa yang telah aku rusak?

Kepalaku berdenyut jika memikirkan hal ini, susah menduga-duga tentang masalah ini. Terlalu banyak terduga yang ada dalam pikiranku.

"Aileen!"

Teriakan dari depan membuatku terlonjak kaget, semua yang berada di kelas langsung menertawakanku. Wajahku memerah, ini kali pertama aku digentak oleh seorang guru.

"Iyaa pak," kataku dengan takut-takut.

"Kamu ga merhatiin bapak ya dari tadi?" tanya pak Anwar dengan berkacak pinggang.

"Ya pastinya engga pak, kan lagi sibuk mikirin pacarnya."

Omongan teman sekelasku membuat pak Anwar menggeram sebal.

Dalam hati aku terus berdoa, agar pak Anwar berbaik hati tidak mengeluarkanku dari kelas. Hancur sudah impianku menjadi siswi teladan jika seperti ini.

"Sekarang kamu keluar!" teriak pak Anwar membuat badanku bergetar.

Aku langsung melangkahkan kakiku menuju luar kelas. Duduk di bangku panjang koridor sendiri.

Kenapa masalah terus-menerus datang?

"Eh tau ga cewek yang deket sana Adriell beberapa bulan lalu, yang terus diphpin doang. Dia katanya depresi tau."

Pembicaraan dua orang siswi yang melintas di hadapanku membuatku menatap tidak percaya. Aku mendapatkan satu clue jika cewek yang pernah dekat dengan Adriell mengalami depresi, lalu siapa cewek tersebut?

Apa anak sekolah ini? Atau sekolah lain?

Aku belum bisa menebak seperti apa cewek tersebut, tapi di kepalaku terus terputar dua nama.

Naina dan Niana.

Sepasang kakak beradik ini yang membuatku curiga. Aku harus menyelidikinya.

****

Voment guys💚

Go Away [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang